Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Hydraulic System Conceptual Test (HySCT) Berformat Three Tier Test Dewi Yulianawati; Lilik Hasanah; Achmad Samsudin
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.073 KB) | DOI: 10.52188/jpfs.v2i2.73

Abstract

Konsepsi siswa pada sistem hidrolik merupakan hal penting dalam memahami konsep fluida statis secara komprehensif. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya suatu tahapan untuk mengungkap konsepsi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik Hydraulic System Conceptual Test (HySCT) dalam bentuk theree tier. Metode penelitian yang digunakan yaitu 4D, terdiri dari beberapa langkah, meliputi: Defining, Designing, Developing, dan Disseminating. HySCT diujikan pada 32 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HySCT yang berformat three tier dapat mendiagnosis level konsepsi siswa pada sistem hidrolik dengan kategori understanding, partial understanding, misconception, no understanding, dan uncode.
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Fisika Siswa muhammad rizqi; Dewi Yulianawati; Nurjali
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.111 KB) | DOI: 10.52188/jpfs.v3i2.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep fisika siswa efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana terdapat kelas control dan kelas eksperimen, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Cirebon, dengan sampelnya adalah kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas control. Adapun desain penelitiannya adalah Pretest-Posttest Control Group Design, dengan prosedur penelitiannya yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan evaluasi dan metode pengupulan datanya terdiri dari dokumentasi, tes, dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah butir soal pemahaman konsep berbentuk tes uraian. Tes pemahaman konsep digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep fiika dengan indikator pengetahuan Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, meliputi kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), serta mengevaluasi (C5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa, dan penerapan PBL lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa dari pada metode ceramah biasa.
EDUKASI GERAKAN 5M PADA ANAK USIA DINI GUNA PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI BUKU CERITA BERGAMBAR Prabawati Nurhabibah; Dewi Yulianawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.976 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i4.1625

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran penulis sebagai peneliti sekaligus orang tua yang memiliki anak-anak usia dini akan adanya varian baru dari virus covid-19 yang terus bermutasi. Berdasarkan hal tersebut edukasi mengenai pencegahan penularan virus Covid-19 ini perlu diberikan untuk anak usia dini, mengingat adanya temuan per Juli 2021 terdapat 777 anak di Indonesia meninggal dunia akibat COVID-19. Persentase Angka Kematian Tertinggi (CFR) berada pada kelompok usia 0-2 tahun, diikuti kelompok usia 16-18 tahun dan usia 3-6 tahun. Bercerita adalah salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak, sehingga tujuan dari dilaksanakannya edukasi Gerakan 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas) diharapkan akan dapat dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan anak-anak. Melalui instrument berupa angket “Ayo LAwan Virus Corona” dapat diketahui bahwa buku cerita bergambar dapat memberikan pemahaman 100% kepada siswa mengenai kebiasaan baik yang harus dilakukan untuk mencegah virus Covid-19. Dengan kata lain, kegiatan pengabdian yang dilakukan ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak usia dini mengenai penyebaran dan pencegahan covid-19 dalam melakukan aktivitas keseharian.
Pengembangan Instrumen 4TSDT (Four Tier – Science Diagnostic Test) untuk Mengidentifikasi Level Konsepsi Calon Guru Sekolah Dasar Dewi Yulianawati; Asih Wahyuningsih; Nur Aisa Pebriana
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4117

Abstract

Konsepsi sebelum dan setelah pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran sains yang efektif di semua jenjang pendidikan. Setiap guru sains harus memiliki penguasaan konsep sains yang benar-benar mutlak, sesuai dengan konsepsi para ilmuwan. Berdasarkan hal tersebut, instrument tes diperlukan untuk mendiagnosis level konsepsi mahasiswa pada topic sains. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan tes diagnostic berformat empat tingkat, Four Tier – Science Diagnostic Test (4TSDT). Metode penelitian ini menggunakan 4D yaitu Defining, Designing, Developing dan Disseminating. Pada tahap defining dilakukan analisis miskonsepsi dan tes diagnostic pada topic sains. Selanjutnya, pada tahap designing diperoleh kisi-kisi instrumen hingga instrumen tes diagnostic berformat two tier. Instrumen tersebut dikembangkan menjadi tes diagnostic berformat empat tingkat pada tahap developing, sehingga menghasilkan instrumen 4TSDT. Tahapan akhir dari penelitian ini yaitu melakukan uji validasi dan uji coba 4TSDT kepada 40 mahasiswa calon guru sekolah dasar di salah satu universitas wilayah Cirebon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrument 4SDT dapat mendiagnosis level konsepsi dan mengungkap miskonsepsi mahasiswa pada topik sains
Pengembangan Instrumen 4TSDT (Four Tier – Science Diagnostic Test) untuk Mengidentifikasi Level Konsepsi Calon Guru Sekolah Dasar Dewi Yulianawati; Asih Wahyuningsih; Nur Aisa Pebriana
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4117

Abstract

Konsepsi sebelum dan setelah pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran sains yang efektif di semua jenjang pendidikan. Setiap guru sains harus memiliki penguasaan konsep sains yang benar-benar mutlak, sesuai dengan konsepsi para ilmuwan. Berdasarkan hal tersebut, instrument tes diperlukan untuk mendiagnosis level konsepsi mahasiswa pada topic sains. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan tes diagnostic berformat empat tingkat, Four Tier – Science Diagnostic Test (4TSDT). Metode penelitian ini menggunakan 4D yaitu Defining, Designing, Developing dan Disseminating. Pada tahap defining dilakukan analisis miskonsepsi dan tes diagnostic pada topic sains. Selanjutnya, pada tahap designing diperoleh kisi-kisi instrumen hingga instrumen tes diagnostic berformat two tier. Instrumen tersebut dikembangkan menjadi tes diagnostic berformat empat tingkat pada tahap developing, sehingga menghasilkan instrumen 4TSDT. Tahapan akhir dari penelitian ini yaitu melakukan uji validasi dan uji coba 4TSDT kepada 40 mahasiswa calon guru sekolah dasar di salah satu universitas wilayah Cirebon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrument 4SDT dapat mendiagnosis level konsepsi dan mengungkap miskonsepsi mahasiswa pada topik sains
Implementation of Character Education for Elementary School Students Through the Learning of Civic Education Putri Erica Valendria; Widia Nur Jannah; Dewi Yulianawati
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 3 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i3.11575

Abstract

The objectives of this study were to: (1) collect and describe information on character education's application to fourth-graders at SDN 1 Palimanan Barat. (2) to gather and describe information regarding the character traits that SDN 1 Palimanan Barat fourth-graders exhibit. (3) to gather information about the school's efforts to implement character education at SDN 1 Palimanan Barat and to describe that information. This study employs a descriptive qualitative research design and uses methods like observation, interviews, recording, and questionnaires to gather data. 61 class IV students and class IV teachers served as the study's primary participants, although only 30 students from class IV B were selected for the questionnaire's sample size. Additionally, the principle of SDN 1 Palimanan Barat is the final topic. The findings of this study can be deduced from the planning of learning, the application of knowledge, and the facilitating and impeding elements of character education performance. Researchers claim that because many character education values, including religious, social, moral, responsible, environmental, creative, and social values like commitment and tolerance, are ingrained in students, the implementation of student character education in civics learning is quite good. 
MENINGKATKAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA: MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Faznuhal; Dewi Yulianawati; Nurlidah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6124

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu: mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dan menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berbicara peserta didik kelas V di SDN 1 Pasalakan. Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini ialah guru dan siswa kelas V SDN 1 Pasalakan. Data yang digunakan berupa kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi penerapan model pembelajaran Role Playing terhadap hasil tes keterampilan berbicara siswa kelas V pada siklus I dalam skala deskriptif terkategorikan Kurang (D) sebanyak 19 siswa dengan persentase 54,29%, kategori Cukup (C) sebanyak 11 siswa dengan persentase 28,57%, kategori Baik (B) sebanyak 6 siswa dengan persentase 17,14%, sedangkan kategori Sangat Baik (A) sebanyak 0 siswa dengan persentase KKTP sebanyak 16 siswa dengan persentase 45,72% dalam kategori tuntas dan 19 siswa dengan persentase 54,28% dalam kategori tidak tuntas. Sedangkan hasil tes keterampilan berbicara siswa kelas V pada siklus II dalam skala deskriptif terkategorikan Kurang (D) sebanyak 12 siswa dengan persentase 34,28%, kategori Cukup (C) sebanyak 15 siswa dengan persentase 42,86%, kategori Baik (B) sebanyak 8 siswa dengan persentase 22,86%, sedangkan kategori Sangat Baik (A) sebanyak 0 siswa dengan persentase KKTP sebanyak 23 siswa dengan persentase 77,14% dalam kategori tuntas dan 12 siswa dengan persentase 22,86% dalam kategori tidak tuntas. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model Role Playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN 1 Pasalakan tahun ajaran 2024/2025.
PENGEMBANGAN SAINS WORKSHEET (SAWS) UNTUK MENGUBAH KONSEPSI SISWA DI SEKOLAH DASAR Dewi Yulianawati
JoISE : Journal of Intergratet Science Education Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/joise.v1i1.5499

Abstract

Proses pembelajaran abad 21 diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar siswa dapat menerapkan kemampuan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity) dalam memecahkan masalah. Kualitas solusi dalam pemecahan masalah khusunya bidang sains dipengaruhi oleh pemahaman siswa terhadap suatu konse. Oleh karena itu, peran siswa harus dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan sains worksheet (SaWs) yang berbasis PDEODE. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangakan SaWs sebagai media untuk mengubah konsepsi siswa menuju konsepsi ilmiah. Pengembangan SaWs melalui model 4D, terdiri dari empat tahapan yaitu defining, designing, developing, dan disseminating. Melalui keempat tahapan tersebut diperoleh bahwa SaWa dapat digunakan sebagai media untuk memfasilitasi siswa mengubah konsepsinya menuju konsepsi ilmiah. Perbaikan pada aspek tata bahasa dan konstruksi pertanyaan dilakukan untuk memperoleh hasil penilaian proses pengubahan konsepsi siswa yang komprehensif.