Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINJAUAN BUKU COVID-19 DAN PERJALANANNYA: DARI KRISIS KESEHATAN HINGGA DINAMIKA KEBIJAKAN DAN TATA KELOLA Riqko Nur Ardi Windayanto
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i2.900

Abstract

IMPLIKATUR KONVERSASIONAL DALAM KOMIK SI JUKI KARYA FAZA MEONK: ANALISIS PRAGMATIK GRICEAN Riqko Nur Ardi Windayanto; Inas Alimaturrahmah; Alifnisla Firdausi Putuwarsi
Kadera Bahasa Vol 13, No 2 (2021): KABA Vol 13 No. 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v13i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk implikatur konversasional pada verbalitas dalam komik Si Juki karya Faza Meonk. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik menurut perspektif Grice. Implikatur konversasional atau penyimpangan terhadap maksim kerja sama (kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara) terdiri atas implikatur deklaratif, asertif, ekspresif, direktif, dan komisif. Komik ini dipilih sebagai objek material karena mengandung konstruksi-konstruksi verbal yang menunjukkan implikatur dalam komik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian ialah tuturan-tuturan yang mengandung implikatur yang terdapat dalam sumber data, yaitu komik Si Juki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implikatur deklaratif meliputi tuturantuturan yang bermaksud melarang pergi, melarang merokok, dan mengumpat; (2) implikatur asertif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menegaskan dan menyalahkan kebijakan pemerintah, menyindir kemacetan Jakarta, serta mengkritik perokok sembarangan; (3) implikatur ekspresif meliputi tuturan-tuturan yang menyiratkan ekspresi keheranan, kekecewaan terhadap pemerintah, dan kekesalan; (4) implikatur direktif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud meragukan dan mempertanyakan peringatan, menantang orang lain, dan menuntut seseorang menyelesaikan kewajibannya; (5) implikatur komisif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menyatakan kesanggupan, menawarkan bantuan, dan menerima ajakan. Tuturan-tuturan dalam komik menyimpang dari maksim kerja sama yang terdiri atas maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penyimpangan dalam suatu tuturan bukanlah kesalahan berbahasa karena secara pragmatis, penyimpangan mengimplikasikan berbagai maksud yang ditujukan penutur kepada petutur sehingga menimbulkan terjadinya bentuk-bentuk implikatur konversasional dalam komik.
CERPEN “ISTANA TEMBOK BOLONG” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: TINJAUAN POSMODERNISME Riqko Nur Ardi Windayanto
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.364 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.975

Abstract

This study aims to reveal historical facts, irony, and parody, the opposition between the center and the periphery, and contextualization of the short story "Istana Tembok Bolong" by Seno Gumira Ajidarma with the postmodernism theory of Linda Hutcheon. Methodologically, this research consists of data collection and data analysis. Data are collected by listening and noting the lingual units of short stories and literature studies. Data are analyzed by linking textual and contextual coherently. The results show that this short story uses two social historical facts about prostitution in Yogyakarta in 1970, namely ciblek, which is combined with Bong Suwung's prostitution. This amalgamation makes historical facts ironic and parody, not nostalgic. This is done to show the opposition between Mbak Tum (PSK) as the periphery and the community as the center. Mbak Tum is voiced, while society is deconstructed. Contextually, it is related to space hierarchy, resistance to street sex workers, and criticism of the state. For future researchers, it is recommended to explore the role and implications of social historical facts in this short story, considering that Seno often uses historical facts in his other short stories.Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fakta sejarah, ironi, dan parodi, oposisi antara pusat dan pinggiran, serta kontekstualisasi cerpen “Istana Tembok Bolong” karya Seno Gumira Ajidarma dengan teori posmodernisme Linda Hutcheon. Secara metodologis, penelitian ini terdiri atas pengumpulan data dan analisis data. Data dikumpulkan dengan menyimak-mencatat satuan-satuan lingual dari cerpen dan studi pustaka. Data dianalisis dengan mengaitkan antara yang tekstual dan yang kontekstual secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menggunakan dua fakta sejarah sosial mengenai prostitusi di Yogyakarta pada 1970, yaitu Ciblek, yang digabungkan dengan prostitusi Bong Suwung. Penggabungan itu menjadikan fakta sejarah bersifat ironis dan parodis, bukan nostalgis. Hal itu di-lakukan untuk menunjukkan oposisi antara Mbak Tum (PSK) sebagai pinggiran dan masyarakat sebagai pusat. Mbak Tum disuarakan, sedangkan masyarakat didekonstruksi. Secara kontekstual, hal itu berkaitan dengan hierarki ruang, resistansi PSK jalanan, dan kritik terhadap negara. Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk mengeksplorasi peran dan implikasi fakta sejarah sosial dalam cerpen ini mengingat Seno kerap menggunakan fakta-fakta sejarah dalam cerpen-cerpennya yang lain.
Komparasi Muatan Gaya Bahasa dalam Iklan Minuman Kemasan Siap Minum: Kajian Stilistika Riqko Nur Ardi Windayanto
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v9i3.112901

Abstract

Advertising is the most effective media for promoting the products. Through advertising, the product marketing uses the language that is very likely to contain language styles with specific functions. This study aims to reveal the content and function of language style and its comparison in advertisements of three groups of drinks, namely tea, fruit juice, and milk, with a stylistic approach. The data is obtained by digital ethnography method and note-taking technique that is used to classify visual data and verbal data. Data analysis is carried out by interpreting verbal data and visual data based on a stylistic approach that is explored by using multimodal analysis. The results show that the tea advertisements contain idioms, rhetoric, figures of speech, language style based on structure and tone, and diction. Fruit juice advertisements contain denotative, rhetorical, figurative, and stylistic meanings based on tone. Milk advertisements contain rhetoric, figures of speech, figurative language based on structure and tone, as well as diction. Although they have their own quantity and quality, the language styles in the three products have the same functions, namely informing excellence; suggesting consumers; and branding the product.