Penelitian ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk implikatur konversasional pada verbalitas dalam komik Si Juki karya Faza Meonk. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik menurut perspektif Grice. Implikatur konversasional atau penyimpangan terhadap maksim kerja sama (kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara) terdiri atas implikatur deklaratif, asertif, ekspresif, direktif, dan komisif. Komik ini dipilih sebagai objek material karena mengandung konstruksi-konstruksi verbal yang menunjukkan implikatur dalam komik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian ialah tuturan-tuturan yang mengandung implikatur yang terdapat dalam sumber data, yaitu komik Si Juki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implikatur deklaratif meliputi tuturantuturan yang bermaksud melarang pergi, melarang merokok, dan mengumpat; (2) implikatur asertif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menegaskan dan menyalahkan kebijakan pemerintah, menyindir kemacetan Jakarta, serta mengkritik perokok sembarangan; (3) implikatur ekspresif meliputi tuturan-tuturan yang menyiratkan ekspresi keheranan, kekecewaan terhadap pemerintah, dan kekesalan; (4) implikatur direktif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud meragukan dan mempertanyakan peringatan, menantang orang lain, dan menuntut seseorang menyelesaikan kewajibannya; (5) implikatur komisif meliputi tuturan-tuturan yang bermaksud menyatakan kesanggupan, menawarkan bantuan, dan menerima ajakan. Tuturan-tuturan dalam komik menyimpang dari maksim kerja sama yang terdiri atas maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penyimpangan dalam suatu tuturan bukanlah kesalahan berbahasa karena secara pragmatis, penyimpangan mengimplikasikan berbagai maksud yang ditujukan penutur kepada petutur sehingga menimbulkan terjadinya bentuk-bentuk implikatur konversasional dalam komik.