Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PENGAYAAN MIKORIZA DAN PUPUK MAJEMUK PADA LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA Syamad Ramayana; Suria Darma Idris; Rusdiansyah Rusdiansyah; Diah Nurul Faizin; Helda Syahfari
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.3710

Abstract

ABSTRAKLahan pasca tambang batubara merupakan lahan kritis yang berpotensi untuk dialih fungsikan menjadi lahan pertanian. Dampak utama pertambangan batubara adalah tanah menjadi kurang subur karena hilangnya tanah lapisan atas. Lahan pasca tambang batubara dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian bila telah dilakukan perbaikan kondisi lahan sehingga menjadi lahan yang produktif untuk produksi tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil jagung (Zea mays L.) terhadap pengayaan mikoriza dan aplikasi pupuk majemuk pada lahan pasca tambang batubara dan mengetahui komposisi  pupuk majemuk yang tepat.. Penelitian dilaksanakan di lahan pasca tambang batubara Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian beberapa pupuk majemuk (P) dengan pengayaan mikoriza, terdiri dari 5 taraf dan 5 ulangan yaitu m0 = tanpa pupuk dan mikoriza; m1 = 500 kg/ha NPK 20:10:10 setara 4.2 kg/petak + mikoriza; m2 = 500 kg/ha NPK 17:9:11 setara 4.2 kg/petak + mikoriza; m3 = 500 kg/ha 16:16:16 setara 4.2 kg/petak + mikoriza; dan 500 kg/ha setara 4.2 kg/petak 15:20:13 setara 4.2 kg/petak + mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk dengan pengayaan mikoriza berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman 15, 30 dan 45 hari setelah tanam (HST); diameter batang 15 dan 45 HST; jumlah daun 15, 30 dan 45 HST; panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah biji dalam baris, berat biji/tongkol, berat biji/100 butir, dan potensi hasil, tetapi tidak berbeda nyata terhadap diameter batang 30 HST dan jumlah baris biji. ABSTRACTPost-coal mining land is critical land that has the potential to be converted into agricultural land. The main impact of coal mining is that the soil becomes less fertile due to the loss of topsoil. Post-coal mining land can be used for agricultural cultivation if land conditions have been improved so that it becomes productive land for food crop production. This study aims to determine the response of growth and yield of maize (Zea mays L.) on mycorrhizal enrichment and application of compound fertilizers on post-coal mining land and determine the appropriate composition of compound fertilizers. The research was carried out in the post-coal mine area of Bangun Rejo Village, Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. The study used a randomized block design (RAK) with one factor, namely the application of several compound fertilizers (P) with mycorrhizal enrichment, consisting of 5 levels and 5 replications, namely m0 = without fertilizer and mycorrhizae; m1 = 500 kg/ha NPK 20:10:10 equivalent to 4.2 kg/plot + mycorrhizae; m2 = 500 kg/ha NPK 17:9:11 equivalent to 4.2 kg/plot + mycorrhizae; m3 = 500 kg/ha 16:16:16 equivalent to 4.2 kg/plot + mycorrhizae; and 500 kg/ha equivalent to 4.2 kg/plot 15:20:13 equivalent to 4.2 kg/plot + mycorrhizae. The results showed that the application of compound fertilizer with mycorrhizal enrichment was significantly different to plant height parameters 15, 30 and 45 days after planting (DAT); rod diameter 15 and 45 DAT; number of leaves 15, 30 and 45 DAP; cob length, ear diameter, number of seeds in rows, weight of seeds/cob, weight of seeds/100 grains, and yield potential, but not significantly different with stem diameter 30 DAP and number of rows of seeds. 
RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PEMBERIAN PUPUK KOMPOS PADAT LIMBAH SAWIT DAN PUPUK ORGANIK CAIR DI PEMBIBITAN Syamad Ramayana; Yetti Elidar; Dewi Arafah Mulyadi
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.5068

Abstract

ABSTRAKPepaya (Carica papaya L.) merupakan komoditas buah tropika utama di Indonesia yang bernilai ekonomi dan memiliki potensi produksi yang tinggi. Tanaman pepaya sudah dibudidayakan secara intensif di Kalimantan Timur, namun produksinya masih mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan penggunaan bibit yang kurang bermutu sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas bibit pepaya. Salah satu faktor penting dalam pembibitan adalah ketersediaan unsur hara. Pemberian pupuk organik baik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga baik untuk pertumbuhan bibit pepaya. Beberapa jenis pupuk organik yang dapat digunakan adalah kompos padat limbah sawit dan pupuk organik cair (POC). Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pupuk organik selain berguna untuk menambah hara tanaman juga berfungsi mengurangi pencemaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi perlakuan dosis kompos padat limbah sawit dan dosis POC terhadap pertumbuhan bibit pepaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 3x4 jumlah ulangan sebanyak lima kali. Faktor pertama adalah dosis kompos padat limbah sawit yang terdiri dari s1: 150 g/polibag; s2: 300 g/polibag; dan s3: 450 g/polibag. Faktor kedua POC yang terdiri dari p0: control; p1: 1 ml/polibag; p2: 2 ml/polibag; dan p3: 3 ml/polibag. Data dianalisa menggunakan analisa ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pupuk kompos padat (S) dan POC (P) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, berat basah/tanaman dan berat kering/tanaman. Hasil interaksi terbaik pada berat kering/tanaman terdapat pada perlakuan s2p0 dan s2p1 dengan nilai 9.85 g dan 9.39 gram.  ABSTRACTPapaya (Carica papaya L.) is the main tropical fruit commodity in Indonesia which has economic value and has high production potential. Papaya plants have been cultivated intensively in East Kalimantan, but the production is still experiencing fluctuations. This is due to the use of poor quality seedling, so efforts are needed to increase the quality and quantity of papaya seedling. One important factor in breeding is the availability of nutrients. Providing organic fertilizer is good for improving the physical, chemical and biological properties of the soil so that it is good for the growth of papaya seedlings. Several types of organic fertilizer that can be used are solid palm waste compost and liquid organic fertilizer (POC). The use of palm oil waste as organic fertilizer is not only useful for adding plant nutrients but also serves to reduce pollution. The aim of this research was to determine the interaction of solid palm waste compost dosage and POC dosage on the growth of papaya seedlings. This research used a 3x4 factorial completely randomized design (CRD) with five replications. The first factor is the dosage of solid palm waste compost consisting of s1: 150 g/polybag; s2: 300 g/polybag; and s3: 450 g/polybag. The second factor POC consists of p0: control; p1: 1 ml/polybag; p2: 2 ml/polybag; and p3: 3 ml/polybag. The data were analyzed using analysis of variance and continued with the least significant difference test (LSL) of 5%. The research results showed that the interaction between solid compost (S) and POC (P) had a significant effect on the parameters of plant height, stem diameter, number of leaves, root length, wet weight/plant and dry weight/plant. The best treatment interaction results on dry/plant weight were found in the s2p0 and s2p1 treatments with values of 9.85 g and 9.39 grams.