Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SISTEM COMPUTER VISION BERBASIS METODE POSITION AVERAGING POINT UNTUK PEMILAH IKAN LELE Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
invotek Vol 17 No 1 (2017): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.987 KB) | DOI: 10.24036/invotek.v17i1.31

Abstract

Pada penelitian ini dibuat aplikasi machine vision yang menggunakan algoritma averaging point untuk mengatasi kesalahan pengukuran panjang ikan lele secara visual dikarenakan posisi tubuh (lengkungan) objek ukur yang bervariasi.algoritma ini bekerja dengan cara menentukan titik tengah, batas kiri dan kanan objek, serta menarik sebuah garis lurus yang melewati titik tengah untuk mengukur panjang objek. Rata rata akurasi pengukuran dengan menggunakan algoritma ini adalah 96.5 %. Simpangan / error terbesar adalah 2.5 mm pada lengkungan dengan penyusutan dari ujung ke ujung sebesar 30%. Berdasarkan perhitungan Pearson Correlation, disimpulkan bahwa lengkungan memiliki hubungan sebab akibat yang kecil terhadap error dalam pengukuran panjang ikan dengan konstanta pearson sebesar 0.26.
Pengaruh Isolated Neighborhood-Averaging Filters Pada Kinect Structural Noise Sebagai Sistem Navigasi Robot Wild Thumper Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 3, No 1 (2017): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v3n1.49-56

Abstract

Sensor kinect akan dikondisikan untuk mengambil sebuah benda hitam berbentuk persegi berukuran 10cm x 10cm secara tegak lurus pada sebuah background homogen (warna putih dengan RGB 255,255,255). Hasil data sensor kinect akan diambil menggunakan program visual basic 6.0 secara berkala sebanyak 10 kali tiap tahap dengan frekuensi satu kali / menit. Total tahap yang dilaksanakan adalah sebanyak 4 tahap. Sensor kinect diprogram untuk mengambil gambar objek tanpa proses blurring, dengan 1x blurring, 2x blurring dan 3x blurring menggunakan teknik Localized Neighbourhood-Averaging Filter. Hasil penginderaan sensor dari keempat sesi tersebut akan dianalisa berdasarkan tebal shadow (noise) pada tepi objek menggunakan statistik Pearson Correlation. Selanjutnya, mekanisme preprocessing sensor akan diujikan pada robot Wild Thumper. Pengaruh Isolated Neighbourhood-Averaging Mask terhadap banyaknya pixel noise yang dihasilkan oleh kinect memiliki pengaruh dengan tingkat medium dengan koefisien Pearson bernilai 0,4, dan Layer titik jenuh Neighbourhood-Averaging filter pada pixel noise yang dihasilkan oleh kinect adalah dua layer.
Dagu RS003B75 Chassis Mobile Robot Platform sebagai Purwarupa MINION Mobile Mines & Intelligent Remote Detonator Robot Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.120-133

Abstract

Dilihat dari jenis alutsista dan jumlah komponen peralatan pertahanan, Matra Darat Republik Indonesia memiliki komposisi 61% armored vehicles, 15% towed artillery, 14% tanks, 6.5% self-propelled guns dan sisanya adalah rocket projectors. Dilihat dari jenis alutsista yang dimiliki oleh matra darat, keseluruhanya adalah jenis alutsista yang sudah digunakan sejak jaman perang dunia kedua, sehingga untuk alutsista yang memiliki teknologi kendali jarak jauh atau otonom masih belum terlihat dalam data tersebut. Oleh karen itu pengembangan dalam alutsista jenis ini adalah hal strategis untuk dilakukan. Robot mobile kendali jarak jauh yang semi otonom MINION (Mobile mINes Intelligent remOte detoNator) adalah sebuah mobile robot yang dikendalikan jarak jauh dengan jaringan telekomunikasi nirkabel yang berfungsi sebagai mobile mines atau komponen alutsista berbahan peledak yang memiliki daya gempur massif. Robot mobile ini diharapkan menjadi sebuah prototipe alutsista kendali jarak jauh yang akan menambah daya gempur Angkatan Darat Republik Indonesia. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah sebuah prototipe mobile robot (MINION) dengan level TKT 5 dengan kesimpulan pengembangan yaitu 1) Material chassis yang digunakan untuk Minion adalah anodized aluminium yang tahan korosif berbentuk braket modular dengan tebal 2mm, 10mm pitch grid dengan lubang 4mm. 2) roda menggunakan material rubber dan didesain memiliki individual damper / shock absorber pada setiap roda dengan ukuran roda 120 mm x 60 mm untuk meningkatkan traksi pada tanah jenis entisol dan inceptisol 3) catu daya menggunakan baterai lithium polymer 5000mAh tipe 2S 1P 20C dengan kapasitas discharge current sebesar 100A yang akan di charge oleh Polycrystalline solar panel 20wp yang mampu melakukan pengisian baterai Minion sebesar 20% per hari. Judging from the type of defense equipment and the number of components of defense equipment, TNI has a composition of 61% armored vehicles, 15% towed artillery, 14% tanks, 6.5% self-propelled guns and the rest are rocket projectors. Types of defense equipment owned by the ground forces, all of them are types of defense equipment that have been used since the era of the second world war, thus equipment that has remote control or autonomous technology is still not visible in the data. Therefore, the development of this type of defense equipment is strategic and crucial. The semi-autonomous remote-controlled mobile robot MINION (Mobile Mines Intelligent Remote Detonator) is a remote-controlled mobile robot with a wireless telecommunications network that functions as mobile mines or components of explosive defense equipment that have massive firepower. This mobile robot is expected to become a prototype of a remote control defense system that will increase the fighting power of TNI. The results of this study include a prototype mobile robot (MINION) with TKT level 5 with development conclusions as follows 1) Chassis material used for Minion is a modular bracket corrosive resistant anodized aluminum with 2mm thick, 10mm pitch grid and 4mm holes. 2) the wheels are rubber material and designed to have individual dampers / shock absorbers on each wheel with a wheel size of 120 mm x 60 mm to increase traction on entisol and inceptisol soils 3) 5000mAh lithium polymer battery type 2S 1P 20C with discharge capacity current of 100A is used for power supply system charged by a 20wp Polycrystalline solar panel capable of charging the Minion battery by 20% per day.
Smart Helmet First Person View (Set-fpv) sebagai Perangkat Teknologi Pembelajaran Tatap Muka Virtual Semi Realistik pada Kelas Praktikum Elektropneumatik Jarak Jauh Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani; Ilham Penta
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.108-119

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 membuat dibatasinya aktivitas pembelajaran dalam bentuk pertemuan fisik. Kondisi tersebut mempengaruhi pembelajaran pada sekolah vokasi, termasuk politeknik, yang aktivitas praktiknya memerlukan pertemuan tatap muka. Agar kegiatan praktik dapat tetap  dilaksanakan dengan baik, perlu dikembangkan metode praktikum jarak jauh yang memanfaatkan teknologi. Penelitian ini mengembangkan alat yang memadukan teknologi Internet of Things dan kamera berbasis Internet Protocol yang disebut Smart Helmet First Person View (Set-fpv). Perangkat Set-fpv yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sebuah helm yang dimodifikasi dengan IP cam nirkabel, dan headphone Bluetooth yang tersambung ke Smartphone atau komputer praktikum. Penelitian dilakukan selama satu semester di Politeknik Kota Malang, Program Studi Teknik Mekatronika. Responden penelitian sebanyak 29 mahasiswa konsentrasi Otomasi Industri, dan 24 mahasiswa Konsentrasi Alat Berat yang mengikuti mata kuliah Elektro Pneumatik. Sebelum dan sesudah mengikuti praktik seluruh responden diberikan soal pretest dan posttest secara daring, kemudian hasil test antara kelompok kontrol yang menggunakan perangkat lunak simulasi FluidSim dengan kelompok eksperimen yang menggunakan Set-fpv diperbandingkan nilai reratanya. Penggunaan bandwidth tertinggi pada perangkat Set-fpv sebesar 102,43 Mbps untuk melakukan streaming selama satu semester dengan resolusi 1080p terhadap delapan perangkat. Validasi perangkat dilakukan oleh ahli teknologi dengan indikator tujuh poin. Berdasarkan penilaian ahli teknologi nilai rerata penerimaan produk sebesar 88,5 persen yang tergolong baik, sedangkan hasil penilaian ahli materi dan ahli media sebesar 82,6 persen dengan penerimaan tergolong baik. Hasil penelitian menunjukan terjadi kenaikan nilai posttest dari pretest yaitu dengan peningakatan sebesar 9,59% dengan nilai rerata sebesar 8,1 terhadap kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 7,9. The Covid-19 pandemic has restricted learning activities in the form of physical meetings. These conditions affect learning experience in vocational schools, including polytechnics. In order for the practical course to be carried out properly, it is necessary to develop a remote practical course method that utilizes technology. This research develops a tool that combines Internet of Things technology and Internet Protocol-based camera called Set-fpv (Smart Helmet First Person View). The Set-fpv device used in this study consisted of a modified helmet with a wireless IP cam, and Bluetooth headphones connected to a Smartphone or a computer. The research was conducted for one semester at the Politeknik Kota Malang, Mechatronic Engineering Program. The research respondents were 29 students of Industrial Automation concentration, and 24 students of Heavy Equipment Concentration who took the Electrical Pneumatics course. Before and after participating in the practical course, all respondents were given online pretest and posttest questions, the test results between the control group using the FluidSim simulation software and the experimental group using Set-fpv were compared with the mean values. The highest bandwidth usage on Set-fpv devices is 102.43 Mbps to stream for one semester with 1080p resolution on eight devices. Device validation is carried out by experts based on seven-point indicators. The results shows that (1) the validation results from tech experts, materials experts, and media experts with seven indicator points, reached 88.5% of validity by tech experts meaning a good acceptance conclusions and 82.6% by material and media experts meaning a good acceptance conclusions. (2) The highest total internet bandwidth usage (while using 1080p streaming) and 8 IoT smart switch devices is 102.43 Mbyte for 1 semester, and (3) Grades that are taken from a homogeneous student groups shows an increased in their practical performances. The results showed an increase of 9.59% with the the pretest value of 8.1 to the experimental group, while in the control group it was 7.9.
Sistem Computer Vision Berbasis Metode Position Averaging Point untuk Pemilah Ikan Lele Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.10-17

Abstract

Pada penelitian ini dibuat aplikasi machine vision yang menggunakan algoritma averaging point untuk mengatasi kesalahan pengukuran panjang ikan lele secara visual dikarenakan posisi tubuh (lengkungan) objek ukur yang bervariasi.algoritma ini bekerja dengan cara menentukan titik tengah, batas kiri dan kanan objek, serta menarik sebuah garis lurus yang melewati titik tengah untuk mengukur panjang objek.  Rata rata akurasi pengukuran dengan menggunakan algoritma ini adalah 96.5 %. Simpangan / error terbesar adalah 2.5 mm pada lengkungan dengan penyusutan dari ujung ke ujung sebesar 30%. Berdasarkan perhitungan Pearson Correlation, disimpulkan bahwa lengkungan memiliki hubungan sebab akibat yang kecil terhadap error dalam pengukuran panjang ikan dengan konstanta pearson sebesar 0.26.
Pemantauan Kondisi Kepadatan Jalan Kelurahan Sawojajar dengan menggunakan Image Processing Berbasis Visual Basic 6.0 Kholilatul Wardani; Aditya Kurniawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.62-29

Abstract

Pada penelitian ini dibuat suatu implementasi sistem transportasi cerdas dalam manajemen trafik di perempatan jalan menggunakan compiler visual basic 6.0. Sistem ini menjadikan kamera sebagai alat pemantau yang dipasang sebagai sensor kepadatan jalan. Hasil yang ditangkap oleh kamera akan diproses menggunakan algoritma image processing, untuk dapat menghitung jumlah mobil yang terekam. Dari jumlah mobil yang didapatkan dapat mennjukkan status kepadatan jalan. Akurasi dari analisa pendeteksian jumlah kendaraan pada kondisi jalan sepi/lengang 100%, kondisi jalan ramai tapi tidak padat dengan akurasi sebesar 97,06% dan  kondisi jalan padat dengan akurasi sebesar 92,06%.