Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Daya Dukung Lingkungan Lahan Tanaman Pangan Berdasarkan Pendekatan Telapak Ekologis Di Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Helmi Rahman; Rizky Sunandar Ahmad; Ariyaningsih Ariyaningsih; Cut Keumala Banaget
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 2, No 2 (2020): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 2 Nomor 2 Februari 2020
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.2.2.2020.2799.71-78

Abstract

Abstrak. Laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur mendorong bertambahnya permintaan berbagai kebutuhan sumberdaya terutama bahan pangan yang dihasilkan oleh lahan pertanian. Pembangunan yang cenderung mengarah pada pertumbuhan ekonomi,, lahan pertanian terutama pertanian tanaman pangan terus mendapatkan tekanan dari perluasan lahan pertambangan dengan laju pertumbuhan lahan rata-rata tahun 2012 – 2016 sebesar 2,18%. Tekanan dari penggunaan lahan pertambangan mempengaruhi kondisi ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Timur di masa mendatang karena terus berkurangnya lahan pertanian yang ada saat ini. Dengan kondisi tersebut, diperlukan arahan untuk mengoptimalkan lahan pertanian tanaman pangan dengan mempertimbangkan kondisi ekologisnya. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan metode optimalisasi lahan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pendekatan telapak ekologis. Telapak ekologis merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengukur total biaya ekologis (dalam area lahan) dari aktivitas manusia. Pendekatan ini dipilih karena merupakan salah satu pendekatan yang memperhatikan daya dukung lingkungan sebagai tolok ukur keseimbangan dan keberlanjutan. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan ialah analisis biokapasitas, analisis telapak ekologis, dan analisis daya dukung ekologis. Hasil analisis biokapasitas secara keseluruhan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 267.013,96 gha dengan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi yang paling besar biokapasitasnya dengan persentase 44,03% dari total biokapasitas provinsi. Hasil analisis telapak ekologis terhadap konsumsi tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Timur yaitu 204.719,06 gha dengan Kota Samarinda menjadi yang paling besar telapak ekologisnya dengan persentase 21,78% dari total telapak ekologis provinsi. Hasil analisis daya dukung ekologis menunjukkan kondisi keseimbangan antara ketersediaan pasokan tanaman pangan di alam dengan konsumsi penduduk terhadap tanaman pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara agregat Provinsi Kalimantan Timur memiliki kondisi ekologis yang surplus pasokan tanaman pangan, namun secara parsial Kota Balikpapan, Bontang, dan Samarinda berada pada kondisi ekologis defisit pasokan tanaman pangannya.
Aplikasi Campuran Ekstrak Kulit Nanas dan Biji Pepaya sebagai Biokoagulan untuk Penurunan Fe, Mn, dan Kekeruhan pada Air Asam Tambang dengan Metode Jar Test Ismi Khairunnissa Ariani; Rina Noor Hayati; Riza Hudayarizka; Cut Keumala Banaget; Krisma Nabilla
SPECTA Journal of Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v9i3.8481486

Abstract

Acid mine drainage can pollute the environment if not treated properly. Acid mine drainage can be treated using the coagulation-flocculation jar test method with pineapple peel and papaya seed biocoagulants to reduce the contaminants contained therein. The purpose of this study was to determine the characteristics of acid mine drainage, analyze the effect of biocoagulant dosage and analyze the variation of slow stirring time in reducing Fe, Mn, Turbidity parameters in Acid Mine Drainage. The research variables used were biocoagulant dosage of 0.5 - 2.5 gr/500 mL and slow mixing time of 10 - 30 minutes. Based on the characteristic test, acid mine drainage has content that exceeds the quality standard. The optimum biocoagulant dose was 0.5 gr/500 mL with Fe parameter removal efficiency of 66.56% with a concentration of 18.3 mg/L, Mn of 8.71% with a concentration of 12.78 mg/L, and Turbidity of 78.87% with a concentration of 5.33 NTU. The optimum stirring time is 10 minutes with Fe removal efficiency of 61.71%, Mn of 71.18%, and Turbidity of 63.12%.
OPTIMALISASI UNIT PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT DI TPA MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Noor Hayati, Rina; Basransyah; Chandra S. Rahendaputri; Cut Keumala Banaget; Ismi Khairunnissa Ariani; Putri, Nadya Misdiana; Ayu, Ieke Wulan
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i1.8481642

Abstract

The problem of organic waste management in Balikpapan City is increasing, with a total of 193,038 tons/year, 70.3% of which comes from household waste. One solution implemented at Manggar Municipal Solid Waste (MSW) Landfill in Balikpapan is the processing of organic waste using maggots (BSF larvae). This study aims to analyze the current conditions, analyze the factors influencing waste processing, and formulate strategies for optimizing the processing facility. The methods used include quantitative and qualitative approaches, as well as best practice analysis as a basis for improvement. The research findings highlight several issues, such as the absence of BSF egg weighing, predator disturbances in the fly cages, biopon systems without drainage channels, and the manual process of separating maggots from casings. Optimization was carried out through the redesign of the BSF fly enclosure, improvement, and addition of 21 biopon units, which can produce 35.7 liters of liquid organic fertilizer (POC) and decompose 1,0878 tons of organic waste per cycle, the design of a sieving machine, and the reorganization of the maggot house layout. These efforts are expected to enhance processing efficiency and capacity to 1,0878 tons per cycle, supporting more sustainable and environmentally friendly waste management.