Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA PSIKOLOGIS LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI JOMPO DAN IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN KONSELING ISLAM Alief Budiyono; Zaenal Abidin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 17, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2020.171-07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dinamika psikologis lansia yang tinggal di panti jompo dan implikasinya bagi layanan konseling Islam. Kajian teoritik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsep lansia, esensi panti jompo, serta tujuan dan fungsi layanan konseling Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh terkait dinamika psikologis lansia yang tinggal di panti jompo dan bagaimana implikasinya bagi layanan konseling Islam. Karakteristik lansia yang diteliti adalah berusia 60 tahun ke atas dan dapat berkomunikasi secara baik serta tidak ada gangguan pendengaran. Partisipan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian ini adalah penerima manfaat dari aspek PGOT, psikososial, disharmoi keluarga atau sebatang kara, mengamali peningkatan perkembangan psikologis, khususnya pada aspek spiritual setelah mengikuti program di panti sosial.
PENGENTASAN PERMASALAHAN SISWA DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI (STUDI KASUS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KABUPATEN BANYUMAS) Alief Budiyono
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.359 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.856

Abstract

The reason of implementation of counseling at school is to help students solving their problems. So that, students learning can be optimized. Several approaches that are often used in school counselors in helping students to solve problems often can not resolve the problems without delay. This is because the counselor is less to understand the character of the students in depth. Guidance and counseling Islam as alternative approaches that can be used to help solve the problems of students, especially students in MAN Kab. Banyumas all Muslim. So the model of Islamic Guidance and counseling is considered very appropriately carried out at MAN Kab. Banyumas, because this approach is in accordance with the norms implemented in the schools. The most fundamental goal of this approach is to help people in realizing himself to be fully human so they able to achieve happiness in this world and in the hereafter. Dasar pemikiran penyelenggaraan konseling di sekolah adalah membantu terentaskannya semua permasalahan siswa. Sehingga siswa dalam belajar bisa lebih optimal. Beberapa pendekatan yang sering digunakan konselor di sekolah dalam membantu memecahkan permasalahan siswa seringkali belum bisa menyelesaikan permasalahan secara tuntas. Hal ini dikarenakan konselor kurang begitu memahami karakter dari siswa secara mendalam. Bimbingan dan konseling Islam sebagai alternatif pendekatan yang bisa digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa, terlebih siswa di MAN Kab. Banyumas semuanya muslim. Sehingga model bimbingan dan konseling Islam ini dirasa sangat tepat dilaksanakan di MAN Kab. Banyumas, dikarenakan pendekatan ini sesuai dengan norma-norma yang keseharian dilaksanakan di sekolah-sekolah tersebut. Tujuan yang pa ling pokok dari pendekatan ini adalah membantu individu dalam mewujudkan dirinya menjadi manusia seutuhnya yang mampu meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Reduksi Tingkat Stress pada Komunitas Purbalingga Street Art melalui Graffiti dan Mural Eti Khusnul Khotimah; Alief Budiyono
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.3997

Abstract

Many things can be done to reduce stress, one of them is through Graffiti and Mural. Both are recognized to reduce stress levels in a person. The purpose of this study is to find out how to reduce stress levels and differences in stress levels before and after treatment in the form of drawing graffiti and murals in the Purbalingga Street Art (PUSAR) community. This type of research is a quantitative quasi experiment. To measure stress levels, the instrument used is the Depression Anxiety Stress Scale (DASS). The stress difference was analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results of the study stated that graffiti and murals can cause a sense of fun and calm when the artist holds a pilox (spray paint) on the object of the wall. Then, there is a point in making graffiti that makes a graffiti artist feel satisfied to express and express emotions from within himself. So that what makes graffiti and murals can overcome problems and cause pleasure is when all emotions can be overflowed into his work. Furthermore, every member of the Purbalingga Street Art (PUSAR) community with different stress levels get different results. Statistical test results show a significant difference or decrease in stress levels in the study subjects with the results of p value = 0.011 (p value 0.05), so the hypothesis is accepted.Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mereduksi stress, salah satunya melalui Graffiti dan Mural. Keduanya diakui dapat mengurangi tingkat stress pada seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara mereduksi tingkat stress dan perbedaan tingkat stress sebelum dan sesudah dilakukannya perlakuan berupa menggambar graffiti dan mural pada komunitas Purbalingga Street Art (PUSAR). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif quasi eksperimen. Untuk mengukur tingkat stress, instrumen yang digunakan adalah skala Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Perbedaan stress tersebut dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa graffiti dan mural dapat menimbulkan rasa senang serta ketenangan ketika artist memegang pilox (cat semprot) pada obyek tembok. Kemudian, ada sebuah titik dalam pembuatan graffiti yang membuat seorang artist graffiti merasa puas untuk mengungkapkan dan mengekspresikan emosi dari dalam dirinya. Sehingga yang membuat graffiti dan mural dapat mengatasi masalah dan menimbulkan rasa senang adalah saat semua emosi dapat diluapkan ke karyanya. Selanjutnya, setiap anggotakomunitas Purbalingga Street Art (PUSAR) dengan tingkat stress yang berbeda mendapatkan hasil yang berbeda pula. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan atau penurunan tingkat stress yang signifikan pada subjek penelitian dengan hasil p value = 0,011 (p value 0,05), sehingga hipotesis diterima.