Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA PSIKOLOGIS LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI JOMPO DAN IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN KONSELING ISLAM Alief Budiyono; Zaenal Abidin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 17, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2020.171-07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dinamika psikologis lansia yang tinggal di panti jompo dan implikasinya bagi layanan konseling Islam. Kajian teoritik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsep lansia, esensi panti jompo, serta tujuan dan fungsi layanan konseling Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh terkait dinamika psikologis lansia yang tinggal di panti jompo dan bagaimana implikasinya bagi layanan konseling Islam. Karakteristik lansia yang diteliti adalah berusia 60 tahun ke atas dan dapat berkomunikasi secara baik serta tidak ada gangguan pendengaran. Partisipan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian ini adalah penerima manfaat dari aspek PGOT, psikososial, disharmoi keluarga atau sebatang kara, mengamali peningkatan perkembangan psikologis, khususnya pada aspek spiritual setelah mengikuti program di panti sosial.
BILA KECEMASAN MENDERA TUGAS KONSELING MENCARI SOLUSINYA Zaenal Abidin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.714 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i2.952

Abstract

Everyone in treading life at certain times will be faced with psychological events such as feeling threatened or feel there is a danger that threatens them is an inner anxiety, especially when man faces severe constraints it thinks could harm themselves both physically and psychologically even at death. If the anxiety level is allowed to whack someone, then so can interfere psychological stability as the inner pressure (stress) on the last level, can even lead to depressed levels of a mental shock which is very dangerous for the human identity. Departing from the description of the development and the negative psychological events in question, may be brought as a result of the very bad for one’s mental health. Then the movement counseling services into one of the gods helper for those with impaired intended in part to find a solution as urgent in order to save the stability of mental health / psychological for individuals who are experiencing problems in question. Setiap orang dalam menapaki kehidupannya pada saat saat tertentu akan dihadapkan pada peristiwa psikologis berupa perasaan terancam atau merasa ada bahaya yang akan mengancam, di antaranya adalah kecemasan batin terutama saat manusia menghadapi hambatan berat yang dianggapnya bisa merugikan diri, baik secara fisik maupun psikologis bahkan pada tingkat kematian. Apabila tingkat kecemasan ini dibiarkan terus mendera seseorang,maka bisa jadi akan menimbulkan gangguan stabilitas psikologis seperti tekanan batin (stress) pada tingkat terakhir, bahkan bisa menuju pada tingkat depresi suatu kegoncangan jiwa yang sangat berbahaya bagi identitas diri manusia. Berangkat dari deskripsi perkembangan dan peristiwa psikologis negatif dimaksud, bisa jadi akan membawa akibat yang sangat buruk bagi kesehatan mental seseorang. Maka gerakan layanan konseling menjadi salah satu dewa penolong bagi mereka yang mengalami gangguan dimaksud dalam mencarikan solusinya sebagai bagian yang urgen dalam upaya menyelamat  kan stabilitas kesehatan mental/psikologis bagi individu yang sedang mengalami gangguan dimaksud.
Upaya Terapi Depresi Secara Islami Zaenal Abidin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.618 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1280

Abstract

Many people see that depression is an ordinary inner disorder, it could heal itself as time goes by. But according to health and psychic expert, depression is a disorder which focused on thoughts and feeling which makes a person experiencing mental shock, depression wil bring a very negative impact as losing orientation of life if it lasts for some period of time and does not helped by experts. Depression also weakens the physical and mental potential, destroying the future and even erasing an identity. Referencing these impacts, surely psychotherapist need to provide sufficient information to the public: (1) about the risk of experiencing mental pressure without being able to cope with it that could leads to depression, risking his mental health and threatened his future. (2) The need of alternative solution through various approaches as physiologically, psychologically, socially and spiritually. With holistic approaches and intensively accompanied, hopefully these patients could be helped from mental suffer, and it could give society to be more aware and alert. Banyak orang awam memandang bahwa depresi merupakan suatu gangguan batin yang biasa biasa saja, seiring berjalannya waktu maka bisa sembuh sendiri. Padahal menurut para ahli kesehatan badan dan jiwa, depresi justru suatu gangguan yang berfokus pada pikiran dan perasaan yang tentunya membuat diri si penderita mengalami kegoncangan jiwa, yang apabila berlangsung lama tidak segera mendapat pertolongan dari ahlinya akan dapat membawa dampak sangat negatif berupa kehilangan orientasi kehidupannya, melemahkan sisi potensi fisik dan kondisi potensi mentalitasnya, menghancurkan masa depan, bahkan dapat kehilangan identitas kemanusiaannya. Dengan mencermati dampak yang ditimbulkan tersebut tentunya para psikoterapis perlu memberikan informasi yang tegas kepada masyarakat: (1) tentang bahaya tindaklanjut seseorang yang terkena tekanan batin tanpa mampu untuk mengatasinya, justru akan meningkat menjadi depresi dan mengancam kesehatan mentalnya dan berakhir mengancam raga dan jiwanya, dunia dan akhiratnya. (2) perlunya menawarkankan alternatif solusi melaui berbagai pendekatan terapi secara fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual. Dengan pendekatan secara holistik dan pendampingan yang intensif diharapkan mereka para penderita depresi terbantu membebaskan diri dari penderitaan batin, sekaligus membuka cakrawala dan kesadaran masyarakat pada umumnya agar bisa mengantisipasi, sehingga memiliki kemampuan dan upaya menghindarinya.