makmur makmur
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAM PEREKAT SUKU BANGSA INDONESIA : JEJAK ULAMA PERINTIS AGAMA ISLAM DAN INTEGRASINYA TERHADAP MASYARAKAT DI DAERAH MAJENE SULAWESI BARAT makmur makmur
WalennaE Vol 17 No 2 (2019)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.731 KB) | DOI: 10.24832/wln.v17i2.392

Abstract

The Indonesian nation consists of 1,340 tribes spread over 17,504 islands framed by "Bhinneka Tunggal Ika". One that knits neatly with the ethnic diversity in the archipelago is Islam. The purpose of this study is to trace the actors who spread Islam since hundreds of years ago in the Mandar tribe, especially in Majene districts. To achieve these objectives using a descriptive qualitative approach with a survey method of archeological objects to see the shape, space, and time, then classify and interpret the findings of artifacts related to the topic. In the pattern of the distribution of the tombs of the Ulama in Banggae, the tombs of the Ulama Sheikh Abd. Manan and Tuan Dicolang, in the Pamboang area, there are Suryodilogo and Sheikh Muhammad Ali's tombs, while in Sendana there are the tombs of Sheikh Zakaria, Tuan Dimelayu, and Tosalama in Salobulo named Sheikh Syain. The pioneers of the Islamic religion succeeded in becoming the glue of the tribe and made Islam a communal identity of the Mandar tribe, as well as being a driving force in socioeconomic and cultural life. Bangsa Indonesia terdiri dari 1.340 suku yang tersebar di 17.504 pulau yang dibingkai oleh “Bhinneka Tunggal Ika”. Salah satu yang merajut dengan apik keberagaman suku bangsa di Nusantara ialah Islam. Tujuan penelitian ini ialah mencari jejak aktor yang menyebarkan agama Islam sejak ratusan tahun yang lalu di suku Mandar khususnya di Kabupaten Majene. Untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode survei benda-benda arkeologi untuk melihat bentuk, ruang, dan waktu, kemudian mengklasifikasi dan menginterpretasikan temuan artefak yang terkait dengan topik. Di dapat pola persebaran makam para ulama di Banggae yakni makam ulama Syekh Abd. Manan dan Tuan Dicolang, di wilayah Pamboang terdapat makam Suryodilogo dan Syekh Muhammad Ali, sedangkan di Sendana ada makam Syekh Zakaria, Tuan Dimelayu, dan Tosalama di Salobulo yang bernama Syekh Syain. Para ulama perintis agama Islam berhasil menjadi perekat suku bangsa dan menjadikan Islam sebagai identitas komunal bagi suku Mandar, serta menjadi motor penggerak dalam kehidupan sosial ekonomi dan budaya.
Ragam Hias dan Inskripsi Makam di Situs Dea Daeng Lita Kabupaten Bulukumba. Makmur Makmur
KALPATARU Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v26i1.88

Abstract

Ragam hias makam di Nusantara memperlihatkan percampuran, kaligrafi yang dibawah Islam dengan unsur budaya lokal pada pemberian gunungan (meru) dan ragam hias floralistik di makam. Penelitian ini, bertujuan mengungkap kebudayaan Islam pada masa lampau melalui ragam hias dan inskripsi makam. Agar dapat memberikan gambaran, bagaimana kebudayaan dan ajaran Islam terintegrasi dan menyatu kedalam budaya lokal masyarakat. Dalam pencapaiannya digunakan teknik observasi dan analisis dari segi keanekaragaman bentuk, fungsi serta makna ragam hias dan inskripsi. Di kompleks Makam Dea Daeng Lita memperlihatkan paduan jirat gunungan yang terbentuk dari ragam hias sulur-sulur dengan nisan menhir serta inskripsi lafadz zikir dan ketahuidan sebagai refleksi ajaran tasawuf mengambarkan harmonisasi ajaran Islam dengan kebudayaan lokal dalam membentuk peradaban di Kabupaten Bulukumba.Kata kunci : Ragam hias, inskripsi, jirat, nisan.