Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STABILISASI SISTEM NONLINIER DENGAN PENGENDALI SWATALA Nur Alif Mardiyah
Jurnal Gamma Vol. 2 No. 1 (2006): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research studied the design of a adaptive control for nonlinier systemthat is reactor process which has multiple steady states, two stable steady states and one unstable steady state. The study is based on a simulation of adaptif pole placement control system using MATLAB ver 5.3. The pole placement adaptive controller can only control the reactor process at range of 330.90K up to 3500K in the range of 3900K up to 404.90K.
Desain Battery Management System Dari Sumber Panel Surya Menggunakan Metode 4-Stage Charging Muhamad Adam Alkhaidir; Khusnul Hidayat; Nur Alif Mardiyah
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTS off grid merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang yang berdiri sendiri atau tidak terhubung ke jaringan listrik PLN dimana energi listrik yang dihasilkan disimpan ke baterai. Dengan manajemen pengisian baterai yang kurang baik menyebabkan daya dari sumber kurang tersimpan secara maksimal serta, waktu pengisian lebih lama dan mempercepat kerusakan baterai. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem pengisian baterai jenis lithium-ion dengan spesifikasi tegangan nominal 120V 150Ah dengan menggunakan sumber listrik yang dihasilkan panel surya. Terdapat dua bagian utama dalam system yang akan didesain, yaitu MPPT dengan converter buck untuk memaksimalkan daya dari panel surya dengan daya 20kW. Keluaran dari MPPT akan diolah lagi untuk proses pengisian baterai. Metode untuk pengisian baterai yang digunakan adalah 4-stage charging, yaitu terdapat 4 tahapan dalam proses pengisian yaitu PWM, constant current, constant voltage dan float charge menggunakan converter buck untuk menurunkan tegangan . Metode pengisian 4-stage charging bertujuan untuk mempercepat proses pengisian baterai dan mengurangi resiko overcharge. Performa desain sistem pengisian baterai dengan metode 4-stage charging dibandingankan dengan metode konvensional menggunakan bantuan simulasi SIMULINK MATLAB yang dijalankan selama 3000 detik menunjukkan bahwa metode 4-stage charging lebih cepat dari segi waktu pengisian dengan kapasitas baterai 97,58% sedangakan metode konvensional hanya mencapai kapasitas 93.94%.
SF21 Implementasi Sensor IMU MPU6500 dan Panel Surya untuk Kestabilan Navigasi dan Kemandirian Energi Robot Line Follower Khodijah Selobright; Nur Insani Kamilya; Muhamad Reza Pahlawan; Nur Alif Mardiyah; Basri Noor Cahyadi
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak —Robot line follower konvensional sering mengalami ketidakstabilan navigasi akibat keruntuhan torsi motor dan pengaruh mematikan permukaan, sementara ketergantungan pada pengisian daya eksternal yang mengganggu operasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan sistem navigasi hybrid yang mengintegrasikan Inertial Measurement Unit (IMU) MPU6500 dengan sistem pengisian baterai berbasis tenaga surya. Kebaruan penelitian ini terletak pada transmisi umpan balik sudut yaw secara real-time dengan navigasi berbasis sensor garis untuk koreksi gerakan secara antisipatif, yang dikombinasikan dengan subsistem fotovoltaik guna meningkatkan kemandirian energi. Sistem dikembangkan melalui desain perangkat keras, implementasi pengontrol menggunakan algoritma PID, serta validasi eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan mampu meningkatkan sinkronisasi gerakan dan akurasi navigasi. Rata-rata selisih kecepatan antar motor berkurang sebesar 65,86%, error navigasi pada lintasan lurus sepanjang 3 m menurun dari 54,87% menjadi 16,40%, atau mengalami penurunan sebesar 70,12% menjadi 16,40%, dan rata-rata error manuver belok 90° berkurang menjadi 0,63° tanpa overshoot maupun undershoot yang signifikan. Sistem pengisian daya berbasis tenaga surya menghasilkan tegangan keluaran sebesar 7,3 V dan arus pengisian hingga 0,221 A pada kondisi intensitas radiasi matahari optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi umpan balik orientasi berbasis MPU6500 dan teknologi energi terbarukan efektif dalam meningkatkan stabilitas navigasi serta kemandirian energi pada robot pendidikan.