Rahimin Affandi Abdul Rahim
University of Malaya, Kuala Lumpur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Museums and Agenda of the Civilization Dialogue: A Functional Approach Ahmad Farid Abdul Jalal; Rahimin Affandi Abdul Rahim; Awang Pawi Awang Azman; Ahnaf Wafi Alias
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 3, No 2 (2020): TEMALI Vol. 3 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v3i2.9513

Abstract

Artikel ini menganalisis peran museum sebagai perantara budaya dalam dialog peradaban. Seperti kita ketahui bahwa ada perjalanan penting dalam sejarah Malaysia pada umumnya setelah berinteraksi dengan pendudukan Inggris. Kajian literature ini menegaskan kembali peran museum sebagai harta karun budaya dalam kehidupan sosial saat ini. Adapun contoh kasus museum sebagai mediator dialog antar peradaban dalam tulisan ini adalah Museum Pahang. Di museum ini ditemukan berbagai obyek atau aktivitas yang mendukung dialog antar peradaban tersebut.
Faktor Pendukung dan Tantangan Menuju Kesetaraan Gender Rijal Pahlevi; Rahimin Affandi Abdul Rahim
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i2.26766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi diskriminasi berbasis gender dan faktor pendukungnya, serta tantangan yang dihadapi dalam mencapai kesetaraan gender. Diskriminasi berbasis gender terus menjadi masalah yang signifikan di berbagai aspek kehidupan, termasuk di tempat kerja, pendidikan, dan dalam hubungan sosial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis akar masalah diskriminasi berbasis gender dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diskriminasi berbasis gender diindikasikan oleh stereotipe gender yang berlaku dalam masyarakat, perbedaan perlakuan terhadap individu berdasarkan jenis kelamin, dan ketidakadilan dalam akses terhadap sumber daya dan kesempatan. Beberapa faktor pendukung yang memperkuat diskriminasi berbasis gender termasuk norma sosial yang patriarkal, kurangnya kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, dan ketidaksetaraan kekuasaan antara pria dan wanita. Selain itu, media massa juga memainkan peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap gender dan dapat memperkuat stereotipe yang ada. Tantangan dalam mencapai kesetaraan gender meliputi resistensi terhadap perubahan yang dilakukan oleh kelompok yang memperoleh manfaat dari ketimpangan gender, kurangnya dukungan kebijakan yang kuat, dan kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam memperjuangkan kesetaraan gender.