Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUZIUM MASJID SULTAN ABDULLAH PEKAN PAHANG DAN USAHA MEMPERKASAKAN PEMIKIRAN ISLAM DI MALAYSIA Ahmad Farid Abdul Jalal; Abdullah Yusuf; Ahmad Faisal Abd Hamid; Rahimin Affandi Abd Rahim
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 2, No 1 (2019): TEMALI Vol. 2 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v2i1.3753

Abstract

Tulisan ini membahas tentang masjid yang berfungsi juga sebagai museum. Hal ini disandarkan pada pemiikiran bahwa pendidikan Islam moden akan menjadi lebih berkesan apabila digunakan melalui mekanisme muzium. Pengkaji moden telah mengakui hal ini sehingga mereka menekankan peri pentingnya diterapkan  pedagogi pendidikan berasaskan muzium. Keberkesanan ini berpunca daripada kelebihan pendidikan berasaskan muzium yang memungkinkan pengunjung memahami sesuatu fakta melalui pembuktian objek/artifak dan bukannya secara teori absrak sepertimana dipelajari di sekolah. Jadi, berasaskan pada latarbelakang ini, kajian ini akan melihat sumbangan MMSAPP (Muzium Masjid Sultan Abdullah Pekan Pahang) yang dianggap sebagai semi institusi pendidikan dalam memperkasakan pemikiran Islam. Sifatnya agak unik memandangkan MMSAPP adalah satu-satunya institusi muzium Islam yang membawa konsep muzium–masjid.
Film Sebagai Pemankin Pembangunan Peradaban Melayu-Islam Modern Rahimin Affandi Abd Rahim; Abdullah Yusof; Nor Adina Abdul Kadir
Media Syari'ah Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jms.v14i1.1723

Abstract

This article discusses on the genre of Islamic film as a visual creative innovation that had played a significant role in the society. Film can be regarded as a effective platform in distributing an Islamic idealism propose by the Malaysian and Indonesian’s film director. Obviously the inclusion of Islamic point of view for the development of Malay-Muslim civilization can be done through the medium of film. Based on such background setting, the article had touched on several issues pertaining to the issues of contemporary Islamic problem and collective role needed to be played by both of Islamic scholar and film director. It is suggested that a mutual understanding between ulamak and film director will contributed toward the betterment of Islamic ummah at the modern time.