Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INKLUSIF-MULTIKULTURAL ( Ikhtiar Untuk Harmoni dalam Kemajemukan ) Syarifuddin Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.804

Abstract

Konflik dan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bukti nyata bahwa anak bangsa belum mampu menerjemahkan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah Istilah yang “mengikat” yang membingkai seluruh entitas masyarakat-bangsa untuk menghargai kemajemukan. Padahal, yang membuat bangsa ini besar adalah mutlikulturalnya. Lantas, pertanyaannya adalah apa yang salah dengan bangsa ini? mungkinkah salah satu penyebabnya adalah faktor pendidikan? Atau kalau mau dikerucutkan adalah apakah Pendidikan Agama Islam yang diajarkan mulai SD-PT bersifat ekslusif yang syarat dengan normatif-dogmatis, kaku (rigid) serta intoleran? sehingga melahirkan peserta didik yang memiliki jiwa dan pengetahuan yang eksklusif. jika demikian adanya rekonstruksi adalah istilah yang tepat untuk membenahi proses pendidikan yang berjalan selama ini, dengan menampilkan Pendidikan Agama Islam yang inklusif-multikultural. Pada prinsipnya, pendidikan agama Islam yang inklusif merupakan media penyadaran umat melalui proses tranformasi pengetahuan yang menitikberatkan pada prinsip keterbukaan, egalitarianisme serta tidak diskriminatif terhadap golongan manapun. Oleh karena itu semangat pendidikan yang inklusif-multikultural patut diapresiasi demi lahirnya masyarakat Indonesia yang bermartabat serta sadar akan kekayaan Multikultural.