Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Tajam Penglihatan Pascaoperasi Fakoemulsifikasi Pada Pasien Katarak Dengan Diabetes Melitus dan Tanpa Diabetes Melitus Putu Gede Wirakusuma Putra; Ni Nyoman Sunariasih; Rima Kusuma Ningrum
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.054 KB)

Abstract

[The Differences of Visual Acuity After Phacoemulsification Surgery in Cataract Patients With Diabetes Mellitus and Without Diabetes Mellitus] Phacoemulsification surgery in cataract patients with diabetes mellitus is performed to improve visual acuity so as to improve patient’s quality of life. Phacoemulsification is one of the most efficient and widely used surgical techniques. The aim of this study was to determine the visual acuity after phacoemulsification surgery in cataract patients with diabetes mellitus and without diabetes mellitus. This research is an analytic observational with a cross sectional research design that used medical records of Bali Mandara Eye Hospital in 2019. The subjects were 59 cataract patients with diabetes mellitus and 59 cataract patients without diabetes mellitus. The collected data were analyzed by using the Mann Whitney test. The value of p<0.05 was significant. The results showed that cataract patients with diabetes mellitus (44,1%) had moderate visual acuity after phacomulsification surgery. Furthermore, the cataract patients without diabetes mellitus (55,9%) had good visual acuity after phacoemulsification surgery. There was a significant difference between visual acuity after phacoemulsification surgery in cataract patients with diabetes mellitus and without diabetes mellitus as indicated by the p value = 0.049. Cataract patients without diabetes mellitus had better visual acuity after phacoemulsification surgery compared to cataract patients with diabetes mellitus.
Hubungan Kedisiplinan Pemakaian Alat Pelindung Mata dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Las di Sukawati Ni Made Maharani Dwimarthaswari; A.A. Sri Agung Aryastuti; Ni Nyoman Sunariasih
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.157 - 164

Abstract

Pengelasan merupakan proses menyatukan beberapa logam, sehingga membentuk sambungan yang berkesinambungan. Para pekerja di bengkel las dapat terpapar radiasi sinar las dengan intensitas cahaya yang tinggi, sehingga berdampak bagi kesehatan mata yang salah satunya menimbulkan kelelahan mata. Menurut beberapa penelitian, penggunaan alat pelindung mata (APM) dapat mengurangi kelelahan mata namun kedisiplinan pekerja dalam penggunaan APM masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kedisiplinan pemakaian alat pelindung mata terhadap kelelahan mata di pekerja las di Sukawati. Penarikan sampel dilaksanakan dengan menggunakan metode total sampling yang melibatkan 105 partisipan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan kuisioner Visual Fatigue Index (VFI) dengan melihat gejala – gejala kelelahan mata pekerja. Hubungan antar variabel diuji dengan analisis data menggunakan analisis bivariat melalui sistem komputerisasi program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerja las mayoritas berusia >31 tahun (53,3%), bekerja >6 jam (64,8%), memiliki masa kerja >3 tahun (61,9%), dan tidak memakai APM (65,7%), kelelahan mata dialami oleh subjek (67,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi antara kedisiplinan penggunaan APM dengan kelelahan mata pada pekerja las di Kecamatan Sukawati dengan prevalensi ratio yang diperoleh sebesar 4,770 (p = 0,001; CI:2,445 - 9,305). Dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan pemakaian APM berhubungan terhadap kelelahan mata di pekerja las di Kecamatan Sukawati. Berdasarkan hasil penelitian, para pekerja las disarankan untuk mengistirahtkan mata dengan metode 20:20:20.