Dwi Retno Sulistyaningsih
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS TRAINING EFIKASI DIRI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP INTAKE CAIRAN Dwi Retno Sulistyaningsih
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Masalah  umum yang banyak  dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisis adalah  ketidakpatuhan terhadap regimen terapiutik.  Ketidakpatuhan  ditemukan pada semua aspek akan tetapi ketidakpatuhan terhadap pembatasan intake cairan adalah aspek yang paling sulit untuk sebagian besar pasien. Di salah satu rumah sakit di Jakarta masih banyak pasien yang tidak patuh terhadap intake cairan.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas training efikasi diri dalam meningkatkan kepatuhan terhadap intake cairan. Metode penelitian adalah merupakan penelitian experimen, menggunakan desain  quasi experiment dengan rancangan pretest-posttets, jumlah sampel 10 orang. Analisis statistik menggunakan t test.Hasil penelitian menunjukkan nilai p adalah 0,008 ( < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa training efikasi diri efektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap intake cairan pada pasien penyakit ginjal kronik.Keyword : training efikasi diri, kepatuhan, intake cairan, penyakit ginjal kronik
Pengalaman pasien myasthenia gravis yang menjalani therapeutic plasma exchange Catur Wijayanti; Dwi Retno Sulistyaningsih; Erna Melastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2643

Abstract

Background: Myasthenia gravis is a rare autoimmune neuromuscular disorder that significantly impacts patients' quality of life due to fluctuating muscle weakness and the risk of myasthenic crisis. Therapeutic plasma exchange is one of the primary therapies used to manage acute exacerbations by removing pathogenic antibodies from the circulation. Purpose: To explore the lived experiences of patients with myasthenia gravis undergoing therapeutic plasma exchange from physical, psychological, social, cultural, and spiritual perspectives. Method: A qualitative study using a phenomenological approach was conducted involving nine participants diagnosed with myasthenia gravis who had undergone therapeutic plasma exchange more than once. Data were collected through in-depth face-to-face interviews and analyzed using Husserlian phenomenological analysis. Results: Participants reported physical symptoms including ptosis, diplopia, dysphagia, dyspnea, dysphonia, and limb weakness. During the procedure, common complaints were a sensation of coldness and fatigue, while post-therapy improvements included reduced shortness of breath, clearer voice, improved eyelid function, and increased muscle strength. Conclusion: The experiences of patients with Myasthenia Gravis undergoing Plasma Exchange Therapy are multidimensional. Holistic nursing care that addresses physical, psychological, social, cultural, and spiritual aspects is crucial to support treatment success and improve patient outcomes.   Keywords: Holistic Nursing Care; Myasthenia Gravis; Phenomenology; Patient Experience; Therapeutic Plasma Exchange.   Pendahuluan: Miastenia Gravis adalah gangguan neuromuskular autoimun langka yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien karena kelemahan otot yang berfluktuasi dan risiko krisis miastenia. Pertukaran Plasma Terapeutik adalah salah satu terapi utama yang digunakan untuk mengelola eksaserbasi akut dengan menghilangkan antibodi patogen dari sirkulasi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien Miastenia Gravis yang menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik dari perspektif fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dilakukan yang melibatkan sembilan partisipan yang didiagnosis dengan Miastenia Gravis yang telah menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik lebih dari sekali. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka mendalam dan dianalisis menggunakan analisis fenomenologis Husserlian. Hasil: Partisipan melaporkan gejala fisik termasuk ptosis, diplopia, disfagia, dispnea, disfonia, dan kelemahan anggota tubuh. Selama prosedur, keluhan umum adalah sensasi dingin dan kelelahan, sementara perbaikan pasca-terapi meliputi berkurangnya sesak napas, suara yang lebih jernih, peningkatan fungsi kelopak mata, dan peningkatan kekuatan otot. Simpulan: Pengalaman pasien dengan Myasthenia Gravis yang menjalani Terapi Pertukaran Plasma bersifat multidimensional. Perawatan keperawatan holistik yang menangani aspek fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan hasil pasien.   Kata Kunci: Fenomenologi; Myasthenia Gravis; Pengalaman Pasien; Perawatan Keperawatan Holistik; Terapi Pertukaran Plasma.