Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komoditas Unggulan Pada Kawasan Subsektor Perkebunan Di Kecamatan Balikpapan Timur Nur Annadia Safitri; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Mega Ulimaz
Jurnal Planologi Vol 17, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v17i2.11214

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Balikpapan Tahun 2012-2032 bahwa Kecamatan Balikpapan Timur berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa agro skala kota yang memiliki potensi kawasan peruntukkan pertanian. Subsektor perkebunan memiliki luasan wilayah paling besar dibandingkan yang lain dengan persentase sebesar 50,35% dan menjadi salah satu sektor pertanian yang potensial. Pada nilai produktivitas mengalami penurunan dari tahun 2017 ke 2018 sehingga tujuan dalam penelitian ini menentukan komoditi unggulan pada subsektor perkebunan di Kecamatan Balikpapan Timur menggunakan kriteria komoditi unggulan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis LQ, Shift-Share, dan survei primer. Sehingga berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa dari analisis LQ yang termasuk sektor basis adalah komoditi karet, kelapa dalam, kopi robusta, lada, kakao dan kemiri. Dari hasil analisis shift-share komoditi lada termasuk komoditi yang progresif atau pertumbuhan yang maju serta dari hasil bobot kriteria komoditi unggulan dan survei primer bahwa komoditi karet menjadi komoditi unggulan di Subsektor Perkebunan Kawasan Pertanian di Kecamatan Balikpapan Timur. Kata kunci: Subsektor Perkebunan, Kriteria Komoditi Unggulan, Komoditi Unggulan
ANALISIS KARAKTERISTIK INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR KAMPUNG NELAYAN MANGGAR Mega Ulimaz; Nadia Almira Jordan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.236 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7321

Abstract

Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.