Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Daya Terima dan Nilai Sensoris Steak Daging Kambing yang Direndam Dalam Ekstrak Asam Jawa dan Belimbing Wuluh Bunga Ajeng Fathonah; Muh Ichsan Haris; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5198

Abstract

Steak merupakan makanan yang berasal dari benua eropa. Bahan utama dari steak yaitu daging yang di potong seperti daging sapi, kambing, ayam dan ikan. Daging kambing memiliki kelemahan pada aromanya yang khas yaitu bau perengus, sehingga mempengaruhi pandangan masyarakat akan mengkonsumsi daging kambing, oleh karena itu perlunya perkembangan kuliner yang dapat memberikan berbagai produk atau inovasi baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada daging, meningkatkan daya terima serta cita rasa pada kualitas organoleptik.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman pada bulan Juni 2020. Metode yang digunakan terdiri dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan dengan faktor bahan perendam ekstrak buah asam jawa dan belimbing wuluh pada uji sensoris. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf 5%.Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman dengan esktrak buah asam jawa dan belimbing wuluh berpengaruh nyata terhadap nilai sensoris steak daging kambing  dengan skor rata rata 3 (agak suka). Hasil yang didapatkan dari nilai daya terima menunjukkan nilai berpengaruh nyata pada produk steak daging kambing menggunakan perendaman ekstrak belimbing wuluh lebih disukai dengan skor 74.40 % yang berarti sangat suka.Perlakuan dengan perendaman ekstrak buah belimbing wuluh merupakan perlakuan terbaik karena memiliki presentase daya terima 74.40 % dengan skor uji sensoris rataan 3.
Keragaman Genetik Berdasarkan Karakteristik Morfometrik Kambing Jawarandu Di Kecamatan Samarinda Utara Veby Wista Tandi Rerung; Surya Nur Rahmatullah; Muh Ichsan Haris
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i2.6431

Abstract

Keragaman Genetik Berdasarkan Karakteristik Morfometrik Kambing Jawarandu Di Kecamatan Samarinda Utara
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Peternakan Kandang Hijau Makmur Di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kalimantan Timur (Studi Kasus) Dinar Anindyasari; Muhammad Alfandi Gustiawan; Muh Ichsan Haris; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/9zcz0652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dari usaha peternakan kambing yang dijalankan oleh Peternakan Kandang Hijau Makmur di Jalan Purwodadi, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan parameter kelayakan finansial yaitu Revenue Cost Ratio, Payback Period, dan Return on Investment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ini layak untuk dijalankan secara finansial. Nilai R/C Ratio sebesar 18,7 mengindikasikan bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp1 menghasilkan penerimaan sebesar Rp18,7. Payback Period tercapai dalam waktu 2 tahun 7 bulan 29 hari, yang menunjukkan bahwa modal investasi dapat kembali dalam jangka waktu menengah. Namun, nilai Return on Investment yang diperoleh relatif rendah, yaitu sebesar 0,05%. Rendahnya Return On Investment ini terutama disebabkan oleh fluktuasi penjualan, dimana pada bulan Juli tidak terjadi penjualan kambing, sehingga pendapatan hanya bersumber dari penjualan feses. Kurangnya pemahaman finansial juga membuat peternak sulit melakukan diversifikasi produk, menghitung potensi keuntungan, dan merancang strategi pemasaran yang sesuai. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan finansial menjadi faktor penting agar calon peternak memiliki acuan yang jelas dalam memulai usaha ternak kambing secara rasional, efisien, dan berkelanjutan.
Pengaruh Serbuk Buah Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium Dc.) Pada Bumbu Terhadap Masa Simpan dan Nilai Organoleptik Dendeng Daging Sapi Muh Ichsan Haris; Wirawati Tinambunan
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/c1a8a861

Abstract

The study was conducted to determine the effects of andaliman Fruit Powder (Zanthoxylum acanthopodium dc.) on shelf life and organoleptic value of beef jerky. Organoleptic value include hedonic scale and hedonic quality of color, flavour, flavor, texture. Shelf life includes color,  and slime appearance stored from day zero to day twelve. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Mulawarman University from August to October 2023. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The data were analyzed using Anova and then Duncan Multiple Range Test (DMRT) to determine the difference between treatments. The study was showed the effect of andaliman fruit powder on jerky beef, the results of shelf life research showed that the longer the storage, the changes in color, flavour and appearance of slime experienced significant changes in the bad direction. Prolonged storage of beef jerky at room temperature resulted in deterioration (Eber test). The P0 treatment experienced decay on the second day and the P3 treatment experienced decay on the third day. The results of the organoleptic study showed that the organoleptic was significantly different (P<0.05) on the hedonic scale and hedonic quality of color, flavour, taste and texture..