Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Muhammad Fahrurrozi
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2022): TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v5i1.7061

Abstract

Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting dalam memajukan dan memperkuat suatu bangsa, karena melalui pendidikan dapat melahirkan anak bangsa yang berwawasan, yang dapat menjadi generasi penerus dalam memimpin bangsa. Melalui pendidikan pula suatu bangsa akan mudah mendapat pengakuan dan sulit untuk digulingkan, dibodohi dan dijajah oleh bangsa lain, karena bangsa tersebut memiliki kemampuan untuk berjuang secara intelektual, karena memiliki anak bangsa yang dididik melalui pendidikan. Belakangan ini nampaknya pendidikan tidak memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan mental dan perilaku anak bangsa. Banyaknya tawuran, pencurian, narkoba, pembunuhan dan perilaku asusila lainnya menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sedang bermasalah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah multidisiplin dan fenomenologis. Data diperoleh melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan adalah: 1) prinsip-prinsip pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan karakter meliputi aspek teosentris, kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, kolektivitas dan sebagainya. 2) strategi dan metode dalam mengembangkan pendidikan karakter terdiri dari metode keteladanan, pembiasaan, nasehat, motivasi, dan cerita. 3) pelaksanaan pendidikan karakter di lingkungan pondok pesantren dilakukan melalui kegiatan formal dan informal.
Analysis of Critical Thinking Ability, Motivation and Achievement of Students In The Department of Islamic Religious Education Muhammad Fahrurrozi; Nurul Yakin
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 14 No 1 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i1.4253

Abstract

The quality of education in Indonesia still needs improvement, especially for educators to improve critical thinking skills and problem solving. The role of education is synonymous with the quality of human resources (HR) in society. To form human resources that have good quality, Indonesia needs to improve the concept of education because good education will also form good human resources. This study aims to determine (1) critical thinking skills, (2) learning motivation, and (3) student learning outcomes majoring in Islamic Religious Education at the State Islamic University of Mataram. This research is a type of quantitative research. Sampling was conducted on 40 students, consisting of 20 male and 20 female students in Islamic religious education courses. Research data collection techniques are divided into two types: data in the form of critical thinking skills and learning outcomes are obtained using test question instruments. In contrast, research data on learning motivation is obtained using non-test instruments in the form of questionnaires. All the data obtained in the research was then analyzed descriptively, and a comprehensive description of the data obtained in the research was provided. The results of the study show that (1) the critical thinking skills of students in Islamic religious education courses are in the moderately critical category but have different averages between male and female students; (2) the learning motivation of students in Islamic religious education courses is equally in the high category but has different averages between male and female students; and (3) the learning outcomes of Islamic religious education students are in the very good category for college students and good for female students.
Hadits-Hadits Pendidikan Islam Miftahul Nurul Dzulhijjah; Hafizatul Aziz; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2893

Abstract

Hadits menjadi salah satu pegangan dan pedoman bagi umat Islam selain Al-Qur’an. Dari masa Rasulullah SAW. hingga saat ini hadits mengalami perkembangan yang terbagi ke dalam beberapa periode. Periodesasi ini memudahkan kita dalam memahami bagaimana sejarah periwayatan, pembukuan, dan perkembangan hadits dari masa Rasulullah SAW., para sahabat, tabi’in, sampai saat ini hingga munculnya studi hadits kontemporer. Kajian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah kajian hadits dari masa ke masa mengalami perkembangan yang sangat signifikan, mulanya kajian hadits dari lisan ke lisan berkembang menjadi tulisan, perubahan tersebut tidak lain sebagai bentuk kekhawatiran akan hilangnya hadits-hadits Nabi Muhammad SAW., perkembangan hadits mencapai puncaknya ketika memasuki periode tabi’in tepatnya pemerintahan Khalifar Umar bin Abdul Aziz, di mana hadits pada masa ini resmi dikodifikasi guna menanggulangi tersebarnya hadis-hadis palsu yang dipelopori oleh para pelaku bid’ah. Kemudian, setelah hadits dikodifikasi perkembangannya menjadi sangat pesat, dengan lahirnya kitab-kitab kanonik hadits hingga muncul term-term keilmuan hadits yang berorientasi sebagai penyeleksi hadits (kritik sanad hadits) serta muncul pula kitab-kitab syarh hadits sebagai penjelas hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. hingga periode selanjutnya kajian hadits beralih tidak hanya berkutat pada kritik sanad melainkan sudah memasuki kritik terhadap matan. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman yang sudah memasuki era digital, hadits mulai dikemas di dalamnya menghadirkan pengkajian hadits dengan lebih mudah.
PERSEPSI DOSEN TERHADAP PENGARUH KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS KOMPETENSI Muhammad Fahrurrozi; Suparmanto Suparmanto; Yaumul Ihsan; Lalu Ridho Alif Triyatma
Lughoti (Jurnal Pendidikan Bahasa Arab) Jurnal program studi PBA Vol 8 No 02 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/lughoti.v8i02.567

Abstract

The independent curriculum is implemented to deal with the Indonesian education crisis. The application of the curriculum in the field of education is an important basis for an effective and quality learning process. This research aims to determine lecturers' perceptions of the influence of the independent curriculum on competency-based Arabic language learning. The method used is qualitative research. The research results show that the independent curriculum has a positive impact on Arabic language learning.
PERSEPSI DOSEN TERHADAP PENGARUH KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS KOMPETENSI Muhammad Fahrurrozi; suparmanto Suparmanto; Yaumul Ihsan; Lalu Ridho Alif Triyatma
Lughoti (Jurnal Pendidikan Bahasa Arab) Jurnal program studi PBA Vol 6 No 2 (2024): jun-2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/lughoti.v5i2.636

Abstract

The independent curriculum is implemented to deal with the Indonesian education crisis. The application of the curriculum in the field of education is an important basis for an effective and quality learning process. This research aims to determine lecturers' perceptions of the influence of the independent curriculum on competency-based Arabic language learning. The method used is qualitative research. The research results show that the independent curriculum has a positive impact on Arabic language learning.
PENERAPAN METODE AL-MIFTAH LIL ULUM DALAM PEMBELAJARAN ILMU NAHWU DI YAYASAN DARUL FURQON LABUAPI LOMBOK BARAT Wahyu Ramdani; Baehaqi Baehaqi; Muhammad Fahrurrozi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12234

Abstract

ABSTRACT The learning of Nahwu (Arabic grammar) is one of the essential components of Islamic boarding school education, as it serves as the foundation for understanding the kitab kuning (classical Islamic texts), which are the primary sources of Islamic studies. However, Nahwu learning is often perceived as challenging by students due to the numerous grammatical rules that must be understood and memorized. This study aims to describe the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method in teaching Nahwu at Darul Furqon Foundation, Labuapi, West Lombok, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method consists of three stages: planning, implementation, and evaluation of the learning process. During the implementation stage, instruction is conducted through the gradual presentation of materials, memorization of nadzam (didactic Arabic verses), practice exercises, and Arabic sentence analysis. The supporting factors include teachers' competence, the availability of the Al-Miftah Lil 'Ulum textbook, students' learning motivation, institutional support from the foundation, and a conducive learning environment. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students' abilities, insufficient memorization of the nadzam, and the lack of muroja'ah (review) activities outside the classroom. Therefore, the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method has proven effective in helping students understand Nahwu rules in a more systematic, practical, and comprehensible manner. ABSTRAK Pembelajaran ilmu nahwu merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan pesantren karena berperan sebagai dasar dalam memahami kitab kuning yang menjadi sumber utama kajian keislaman. Namun, pembelajaran nahwu sering dianggap sulit oleh santri karena banyaknya kaidah yang harus dipahami dan dihafal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dalam pembelajaran ilmu nahwu di Yayasan Darul Furqon Labuapi Lombok Barat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi secara bertahap, hafalan nadzam, latihan, dan praktik analisis kalimat bahasa Arab. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan kitab Al-Miftah Lil ‘Ulum, motivasi santri, dukungan yayasan, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kurangnya hafalan nadzam, dan kurangnya kegiatan murojaah di luar kelas. Dengan demikian, metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri terbukti membantu santri memahami kaidah nahwu secara lebih sistematis, praktis, dan mudah dipahami.
Urgensi Belajar Dalam Perspektif Al Qur-An Surat Al Alaq Ayat 1-5 Menurut Tafsir Al Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir Abdul Kadir Jaelani; Fatma Muji Safitri; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4220

Abstract

Belajar merupakan pilar utama dalam Islam yang pertama kali ditegaskan melalui wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap urgensi perintah belajar dalam ajaran Islam serta menganalisis bagaimana Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir memberikan pemahaman mendalam tentang makna ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap kedua kitab tafsir sebagai sumber primer, serta literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah menekankan aktivitas membaca (iqra') tidak hanya untuk memperoleh pengetahuan objektif, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan niat yang ikhlas. Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir menyoroti bahwa ilmu merupakan anugerah Allah yang disampaikan kepada manusia melalui media pena (qalam), yang mendokumentasikan serta menyebarkan pengetahuan secara lintas generasi. Kesimpulannya, Surah Al-Alaq menegaskan bahwa belajar bukan sekadar aktivitas intelektual duniawi, melainkan sebuah bentuk ibadah dan wujud pengabdian kepada Allah SWT yang secara integral mampu membentuk akhlak mulia sekaligus meningkatkan kualitas spiritual dan kehidupan umat manusia.
Tujuan Pendidikan Islam Dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 30 dan Qs. Al-Zariyat Ayat 56 Ulan Susilawati; Muh. Hirkan; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4341

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber utama dalam konsep Pendidikan Islam yang mengatur tujuan, nilai, dan arah pembentukan manusia. Salah satu ayat yang menjadi landasan filosofis pendidikan Islam adalah QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makna ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 serta mengaitkannya dengan tujuan dasar pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memiliki makna yang luas dan menyeluruh, mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Pendidikan Islam tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ketuhanan, akhlak mulia, dan pengamalan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memberikan dasar filosofis bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang memiliki karakter ibadiyah, memahami fungsi penciptaannya, serta mampu mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupannya.