Elvira Elvira
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Birokrasi dan Korupsi dalam Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah pada Tahun 2013-2015 Elvira Elvira
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 16 No 1: Januari 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v16i1.1588

Abstract

Dalam era otonomi pendidikan, daerah perlu membangun pendidikan secara  baik agar sektor ini mampu dijadikan penggerak bagi kemajuan daerah. Pergeseran struktur kewenangan sistem administrasi pendidikan ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan reformasi sistem pengelolaan pendidikan. Ekspektasi pelaksanaan Dana Bos Daerah (BOS) daerah pendidikan oleh pemerintah kabupaten/kota adalah terwujudnya demokrasi pendidikan, artinya pendidikan dilaksanakan dari, oleh, dan untuk rakyat. Selain alasan demokrasi, kebijakan pendidikan dalam Dana Bos Daerah (BOS) pendidikan secara konkret dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat lokal dibidang pendidikan. Pengelolaan dana BOS harus dilakukan secara sistematis mulai dari perencanaan sampai pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Kedisiplinan oleh Kepala Desa di Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala pada Tahun 2017 Elvira Elvira
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 16 No 2: Juli 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v16i2.1601

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kedisiplinan perangkat desa di Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Berdasarkan kondisi obyektif yang ditemukan pada saat penjajagan, peneliti menemukan beberapa masalah yaitu perangkat Desa datang dan pulang tidak sesuai dengan aturan jam kerja, selalu mengesampingkan absensi, dan kurangnya keprofesionalan perangkat desa dalam bekerja. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa disiplin kerja oleh Kepala Desa di Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala secara umum telah dilaksanakan dengan cukup baik, karena dari 14 (empat belas) indikator dalam penelitian ini, ada sepuluh indikator yang telah dilaksanakan dengan baik, sedangkan indikator lainnya belum dilaksanakan dengan baik, hal tersebut dikarenakan Kepala Tonggolobibi tidak memberikan motivasi yang berwujud, misalnya berupa pemberian hadiah atau bonus kepada bawahan, tidak mampu menciptakan kondisi kerja yang menarik yang dapat meningkatkan semangat kerja bawahan dan bidang-bidang tentang disiplin tidak diimplementasikan dengan baik serta pemeriksaan buku daftar hadir tidak dilakukan secara rutin, sehingga bawahan menjadi kurang disiplin, karena masih ada pegawai yang datang dan pulang tidak sesuai dengan aturan jam kerja. Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran pegawai dalam mentaati peraturan serta tidak adanya orang yang bisadipercaya oleh Kepala Desa untuk mengawasi kedisiplinan pegawai apabila Kepala Desa sedang bertugas di luar kantor. Selanjutnya kepala desa tidak ada tindak  tegas dalam pelaksanaan perdes.
Faktor Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan dan Cara Mengatasinya (Studi pada : Sekolah Dasar di Desa Tonggolobibi) Elvira Elvira
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 16 No 2: Juli 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v16i2.1602

Abstract

Pendidikan merupakan penentu bagi perkembangan dan perwujudan individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu kebudayaan bergantung pada cara kebudayaan tersebut mengenali, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadi dan masyarakatnya (Utami Munandar, 2002 : 4). Pendidikan bermutu lahir dari sistem perencanaan yang baik (good planning system) dengan materi dan sistem tata kelola yang baik (good governance system) dan disampaikan oleh guru yang baik (good teachers) dengan komponen yang bermutu, khususnya guru. Pendidikan bermutu lahir dari guru yang bermutu. Guru yang bermutu paling tidak harus menguasai materi ajar, metodologi, sistem evaluasi, dan psikologi belajar. Guru yang baik bukan sekedar pintar, tetapi guru yang mampu memintarkan peserta didik. Guru yang baik bukan sekedar guru yang berkarakter, tetapi guru yang mampumembentuk karakter yang baik bagi peserta didiknya. Bukan sekedar guru yang mempunyai teladan dan integritas, tetapi guru yang mampu menjadikan peserta didik memiliki teladan dan patut diteladani oleh siswa. Tugas utama guru bukan hanya sekedar mengajar, tapi adalah membantu kesulitan belajar peserta didiknya. Permasalahan yang muncul, yang disebabkan oleh banyak faktor ini harus tetap dicari jalan keluarnya. Hal ini perlu dilakukan agar permasalahan tersebut tidak makin membesar yang pada akhirnya hanya akan makin memperburuk keadaan dunia pendidikan di Indonesia. Ada banyak upaya yang bisa dilakukan, namun semua memerlukan keterpaduan dan tekad yang nyata dari semua unsur, terutama semua unsur penyelenggara pendidikan, baik pendidikan maupun pendidikan informal. 1.        Rajaloa NI, Hasyim R, Hajuan MA. TANGGAPAN TENAGA KEPENDIDIKAN TERHADAP PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 4 KOTA TERNATE. J Geocivic. 2019;2(2). 2.        Syafe’i I. Tujuan Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah J Pendidik Islam. 2015;6(2):151–66. 3.        Mardiharto M. Pembangunan Sumber Daya Manusia Melalui Bidang Pendidikan Agama Kristen. PASCA J Teol dan Pendidik Agama Kristen. 2019;15(2):28–32. 4.        Yusuf M. PENDIDIKAN HOLISTIK MENURUT PARA AHLI. 2021; 5.        Hermino A. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologis Siswa Sekolah Menengah Pertama di Era Globalisasi dan Multikultural. J Perad. 2015;8:19–40. 6.        Robiah S. Keterampilan Abad 21 dalam Kurikulum Pendidikan Nasional. Pros SNTP. 2018;1. 7.        Agung I. Perspektif Multidimensional Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan: Pemikiran Awal Konsep dan Penerapan. J Pendidik dan Kebud. 2010;16(4):453–68. 8.        Munandar U. Pendidikan dan Agama Akhlak bagi Anak dan Remaja. Jakarta PT Logos Wacana Ilmu. 2002; 9.        Dalyono B, Lestariningsih ED. Implementasi penguatan pendidikan karakter di sekolah. Bangun Rekaprima Maj Ilm Pengemb Rekayasa, Sos dan Hum. 2016;3(2, Oktober):33–42. 10.      Ernita N, Harjono A, Sridana N. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Laboratorium dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA Negeri 8 Mataram. Lensa J Kependidikan Fis. 2013;1(2):103–8. 11.      Hidayat A, Machali I. Pengelolaan pendidikan: konsep, prinsip, dan aplikasi dalam mengelola sekolah dan madrasah. Kaukaba; 2012. 12.      Asy’ari MS. Implementasi UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 dalam pengembangan kurikulum Madrasah Diniyah di Madrasah Miftahul Ulum Sidogiri Pasuruan. UIN Sunan Ampel Surabaya; 2011. 13.      Al-Jawi MS. Pendidikan di Indonesia: Masalah dan Solusinya. In: Makalah dalam Seminar Nasional Potret Pendidikan Indonesia: Antara Konsep Realiti dan Solusi, diselenggarakan oleh Forum Ukhwah dan Studi Islam (FUSI) Universitas Negeri Malang. 2006. 14.      Bab I V. Kebijakan pendidikan. Anal Kebijak Pendidik. 2018;133.