Andi Rizal
Universitas Muhammadiyah Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TIME COST QUALITY TRADE OFF PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Ngelo) Andi Rizal
Siimo Engineering Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/siimo.v2i1.446

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi waktu, biaya dan kualitas, umumnya dibatasi pada proses pelaksanaannya. Dikarenakan pembiayaan yang sesuai dengan anggaran, waktu yang yang harus dicapai sesuai dengan jadwal. Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang penting agar proyek konstruksi dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan antara waktu, biaya dan kualitas dalam proyek konstruksi dengan menggunakan metode Time Cost Quality Trade-Off. Time Cost Quality Trade-Off merupakan metode optimasi yang diformulasikan untuk memberikan kemampuan untuk meminimalkan waktu dan biaya sekaligus memaksimalkan kualitas konstruksi. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Jembatan Ngelo dengan menggunakan metode Time Cost Quality Trade-Off, kemudian ditentukan solusi terbaik dari hasil yang telah dihitung. Solusi terbaik untuk proyek Pembangunan Jembatan Ngelo adalah solusi satu (181 hari, Rp 7,880,718,610.00, 91%) dan solusi lima (180 hari, Rp 7,696,460,823.00, 89%). Hubungan antara waktu, biaya dan kualitas yang didapat dari hasil penelitian ini adalah semakin besar kualitas yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi maka biaya proyek konstruksi akan mengalami peningkatan yang artinya biaya proyek tersebut semakin besar. sedangkan waktu proyek konstruksi akan mengalami penurunan yang artinya semakin cepat proyek tersebut diselesaikan.                           Kata Kunci : Proyek Konstruksi, Time Cost Quality Trade-Off
Studi Komparasi Desain Bangunan Tahan Gempa pada Variasi Resiko Gempa Sulawesi Tengah Arzal M Zain; Andi Rizal; Dewi Ayu Setiawati
Siimo Engineering Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/siimo.v3i1.956

Abstract

Sulawesi Tengah terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota dengan luas wilayah 61.841,29 km2. Ibu kota 13 kabupaten kota ini tersebar di seluruh Sulawesi Tengah dengan berbagai variasi resiko gempa sesuai dengan SNI 1726:2012. Variasi resiko gempa ini memberikan perbedaan yang akan memberikan pengaruh pada kebutuhan dimensi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan desain struktur beton bertulang sesuai SNI 2847:2013 akibat variasi tingkat resiko gempa di Sulawesi Tengah sesuai SNI 1726:2012. Model yang akan digunakan adalah bangunan komersial berlantai 5 dengan 1 bentangan arah x dan y berjarak 5 m dan tinggi lantai seragam sebesar 4 m dan akan dimodelkan 3 dimensi. Material digunakan adalah beton bertulang dengan mutu beton f’c 20 MPa dan tulangan fy 400 MPa. Pengaruh pada volume beton pada balok pengaruhnya tidak ada, baik yang berlokasi di Palu atau Banggai memerlukan volume beton 8 m3. Pada kolom volume beton naik meskipun tidak cukup besar, pada daerah Banggai hanya diperlukan volume 7.2 m3 akan tetapi pada wilayah Palu kebutuhannya naik sampai 8.32 m3. Pengaruh paling besar ada pada kebutuhan tulangan, pada daerah Banggai balok memerlukan volume tulangan 323 kg sedangkan di Palu memerlukan 515.5 kg. Kolom untuk Banggai memerlukan 583.8 kg sedangkan Palu memerlukan 1516.1 kg.