Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi ncRNA dan lncRNA Dalam Diagnosis Kanker kandung Kemih Non Invasif Lathifah Dzakiyyah Zulfa; Dessyani Salim; Abigail Tirza Melia Silalahi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.919 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i4.52

Abstract

Biomarker pada kanker memiliki daya tarik besar sebagai alat tes diagnostik non invasif dengan alasan kenyamanan pasien dan spesifisitas maupun sensitivitas yang tinggi. RNA, DNA, maupun protein dapat dimanfaatkan sebagai kanker namun penggunaan RNA ekstraseluler memberikan gambaran yang lebih jelas dalam proses yang terjadi pada suatu sel abnormal. Menimbang seluruh kelemahan dan kelebihan pada macam – macam alat tes diagnostik terdahulu serta mencari literatur yang mejelaskan keterlibatan sebuah biomarker dalam proses onkogenesis membantu penulis menyajikan potensi – potensi terbaik dari RNA dalam diagnosis kanker kandung kemih. RNA terbagi menjadi berbagai macam jenis yang keterlibatannya pun berbeda dalam setiap onkogenesis. Dua jenis RNA berbeda seperti miR-211 yang mampu menghindari jaras kaspase 8 dan H19 yang menginhibisi gen Rb sama – sama membantu mencegah apoptosis. Dengan target yang berbeda miR-145, miR133a, miR-200b, dan H19 mampu menginduksi transisi epithelium-mesenkim. Proliferasi, metabolisme, dan metastasis sel juga dapat dipengaruhi oleh beberapa RNA sehingga penentuan derajat, jenis, dan stadium dari kanker kandung kemih mampu ditentukan pula. Berbagai jaras dalam pertumbuhan sel dipegang erat oleh RNA maka tepat bila RNA dijadikan biomarker dalam diagnosis kanker kandung kemih serta ketersediaannya dalam cairan tubuh yang juga melimpah.
Potensi Anti-Kanker Biji Durio Zibethinus Yang Telah Diolah: Brine Shrimp Lethality Test Lathifah Dzakiyyah Zulfa; Lawrent Ernts Sumilat; Hanny Hadinata Wiranegara; Belencia Monike Naami; Angela Lady Kezia
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 01 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i01.77

Abstract

Biji buah durian mengandung senyawa tanin dan amilosa yang masing-masing memiliki potensi anti kanker dengan cara menurunkan jumlah sel kanker dan mengubah ekspresi gen sehingga menyebabkan sel kanker rentan mati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah BSLT untuk mencari LC50 dari biji durian mentah, ekstrak biji durian yang telah diolah menjadi kolak biji durian, dan tepung biji durian yang dihomogenisasi dengan air suling. Hasil pengujian menunjukkan LC50 biji durian yang telah diolah menjadi kolak > tepung biji durian > biji durian mentah, dengan hasil masing-masing sebesar 27,16203 ppm, 50,36486 ppm, dan 4510,493 ppm. Dapat disimpulkan biji durian yang telah melalui proses pembuatan kolak dan tepung biji durian mempunyai aktivitas antikanker, sedangkan biji durian mentah tidak. Penelitian lebih lanjut seperti pada sel kanker secara in vitro masih perlu dilakukan untuk mendukung pembuktian efektivitas antikanker dari masing-masing olahan biji durian.