Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN ASAM SITRAT SEBAGAI ACIDIFIER DALAM PAKAN STEPDOWN PROTEIN TERHADAP PERKEMBANGAN USUS HALUS DAN PERTUMBUHAN BROILER Imam S; L. D. Mahfudz; N. Suthama
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v13i2.394

Abstract

The study aimed was to evaluate the utilization of citric acid (CA) as an acidifiers in dietary protein stepdown (SDN) on the development of small intestine and growth of broiler. Dietary treatment was initiated when the broiler was 8-day-old with an initial body weight was 186.23±0.68 g. Sources of acidifier were synthetic citric acid (SCA) and lime citric acid (LCA). Protein and metabolizable energy contents of starter period feed was 21.41% and 2856.91 kcal/kg, respectively, for control, and 19.25% and 2884.12 kcal/kg, for SDN, while those of finisher period was similar to those of SDN feed of starter period, for control, and 17.37% and 2882.13 kcal/kg, respectively, for SDN. The treatment consisted of T0 (control without SDN and CA), T1 (SDN without CA), T2 (SDN+0.8% LCA), T3 (SDN+ 0.4% SCA), T4 (SDN+0.8% SCA), T5 (SDN+1.2% SCA) and T6 (SDN+1.6% SCA). Parameters observed were development of of the small intestine (weight and length) and final body weights. The study was assigned in a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and 4 replicates (6 birds each). The results showed that inclusion of citric acid as an acidifiers in dietary protein stepdown of starter and finisher periods significantly (p<0.05) increased the weight and length of the small intestine (duodenum, jejunum and ileum) with the highest value were T4 (16,72; 32,52; and 26,98 g and 36,22; 83,62; and 78,95 cm) and T5 (15,28; 29,70; and 22,95 g and 35,38; 79,88; and 77,10 cm), while the lowest was T1 (11,00; 22,85; and 16,60 g and 31,50; 70,95; and 65,05 cm) and the highest final body weights were T5 (1048,97 g) and T6 (1074,36 g), while the lowest was T1 (938,43 g). Conclusion of the study is that dietary inclusion of citric acid as an acidifiers in protein stepdown for starter and finisher periods at the level of 0.8 to 1.2% effectively increase weight and length of small intestine, especially duodenum and final body weight of broilers.
PENGGUNAAN PROTEIN PADA AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) FERMENTASI P. Wardaya; L. D. Mahfudz; N. Suthama
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v13i2.395

Abstract

The research was aimed to analyze the effect of feeding fermented water hyacinth on protein utilization in broiler chicken. The experimental animals were 144 broiler chickens of 14 days old with an average body weight 355,91 ± 16,95 g. The experiment was assigned in a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications (6 birds each). The treatment applied were fermentated water hyacinth in the ration as follows : 0% (T0), 5% (T1), 10% (T2); 15% (T3). The parameter observed were protein consumption, protein digestibility, body weight again and protein efficiency. The results showed that feeding fermented water hyacinth significantly decreased protein consumption, protein digestibility and body weight again, but not for protein efficiency on the level of trust 5%. The conclusion of the research is that feeding fermented water hyacinth in broiler chicken can be applied at the level of 10% because it produces protein efficiency similar with the ration without water hyacinth.
PERKEMBANGAN MIKROBIA USUS AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN STEPDOWN PROTEIN DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT SEBAGAI ACIDIFIER Shokhirul Imam; L. D. Mahfudz; N. Suthama
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas penambahan asam sitrat (AS) sebagai acidifier dalam pakan stepdown protein periode starter dan finisher terhadap perkembangan bakteri asam laktat (BAL) dan Escherichia coli (E. coli). Perlakuan dimulai pada saat broiler berumur 8 hari dengan rata-rata bobot badan 186,23±0,68 g. Bahan pakan terdiri dari jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak nabati, CaCO3, asam sitrat sintetik (ASS) dan asam sitrat jeruk nipis (ASJN). Kandungan protein dan energi metabolis pada pakan periode starter masing-masing 21,41% dan 2.856,91 kkal/kg untuk pakan kontrol dan masing-masing 19,25% dan 2.884,12 kkal/kg untuk pakan stepdown protein. Kandungan protein dan energi metabolis pada pakan periode finisher sama dengan pakan periode starter stepdown protein, sedangkan pakan stepdown protein masing-masing mengandung 17,37% dan 2.882,13 kkal/kg. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (4 ulangan) yaitu T0 (kontrol tanpa stepdown dan AS), T­1 (stepdown tanpa AS), T2 (stepdown + 0,8% ASJN), T3 (stepdown + 0,4% ASS), T4 (stepdown + 0,8% ASS), T5 (stepdown + 1,2% ASS) dan T6 (stepdown + 1,6% ASS). Parameter penelitian meliputi potensial hidrogen (pH) digesta, BAL dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan stepdown protein dengan penambahan AS sebagai acidifier nyata (p<0,05) menurunkan pH dan jumlah E. coli dan meningkatkan jumlah BAL. Simpulan penelitian adalah penggunaan ASS pada taraf 0,8% sebagai acidifier dengan pakan stepdown pada periode starter dan finisher efektif menurunkan pH dan jumlah E. coli dan meningkatkan populasi BAL.
Potensi Bawang Putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus sebagai Sinbiotik untuk Meningkatkan Performans Ayam Broiler T. Puspitaningrum; L. D. Mahfudz; M. H. Nasoetion
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.210-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kombinasi ekstrak bawang putih (Alium sativum) dengan Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik yang diberikan pada ayam broiler untuk meningkatkan performans ayam broiler. Percobaan dilakukan menggunakan 144 ekor ayam broiler unsexed strain Cobb 500, umur 7 hari dengan bobot awal 218,49±8,87 g. Ransum basal yang digunakan terdiri dari jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, dedak, dan premix. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Data dianalisis ragam (ANOVA) dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan nyata dilanjutkan uji berjarak Duncan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0=(ransum basal), T1= (ransum basal + sinbiotik 2 ml/kg), T2= (ransum basal + sinbiotik 4 ml/kgParameter  yaitu; konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 4ml sinbiotik (T2) kombinasi bawang putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi ransum dan PBB, sementara konversi ransum semakin menurun (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4ml (T2) sinbiotik dari kombinasi ekstrak bawang putih dan Lactobacillus acidophilus meningkatkan performans ayam broiler.