Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Klaim Sepihak Donald Trump Terhadap Kota Yerusalem Sebagai Ibukota Israel Dalam Perspektif Konstruktivisme Fariz Ruhiat; Akim -
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.705 KB) | DOI: 10.26593/jihi.v16i1.3361.19-30

Abstract

Konflik Palestina-Israel merupakan salah satu konflik global yang tidak berujung hingga saat ini. Kota Yerusalem merupakan kawasan yang diperebutkan dan sebagai pemicu konflik sepanjang masa antara Palestina-Israel. Kota ini dianggap merupakan tempat yang begitu sakral bagi umat Islam dan kaum Yahudi sehingga terus menjadi perebutan dua negara tersebut. Kemudian di penghujung tahun 2017, Donald Trump telah memicu konflik memanas kembali dengan pernyataan keberpihakannya terhadap Israel dengan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan klaim sepihak Amerika Serikat dibawah pemerintahan Trump terhadap kota Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan menggunakan perspektif konstruktivisme. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Dalam studi kepustakaan, data dan informasi dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami fenomena yang dikaji. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data, bahwa klaim sepihak dilakukan berdasarkan unsur identitas (identity) dan kepentingan (interest), sehingga Amerika Serikat menganggap Israel sebagai ‘kawan’ dan Palestina sebagai ‘lawan’.Kata kunci: Perspektif Konstruktivisme; Kota Yerusalem; Klaim Sepihak Donald Trump.