Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN MAROS Andi Atrianingsi; Andi Muhammad Idul Fitri
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 8, No 4 (2021): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.191 KB) | DOI: 10.31604/justitia.v8i4.899-911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana tingkat kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah Kabupaten Maros dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah,Upaya-upaya apa yang perlu dilakukan dalam mengantisipasi, mengidentifikasi dan meningkatkan pendapatan asli daerahnya dalam rangka implementasi otonomi daerah yang nyata, dinamis dan bertanggungjawab di Kabupaten Maros. Hasil Penelitian Menunjukkan Data menunjukkan juga bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat masih tinggi, karena lebih banyak bantuan dan subsidi dari pemerintah pusat dibandingkan dengan PAD dalam pembiayaan pembangunan daerah, sehingga memungkinkan terjadinya campur tangan atau pengontrolan yang tinggi oleh pemerintah pusat terhadap proses pembangunan daerah dalam realitas hubungan antara pusat dan daerah. Selama periode pengamatan Nampak bahwa rata-rata kontribusi bantuan dan sumbangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar 82,75 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa peranan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Maros masih sangat dominan, atau dengan kata lain kemampuan atau kemandirian pemerintah daerah sangat rendah.
PENYULUHAN POLA KOMUNIKASI DAN LITERASI KESEHATAN SEKSUAL REMAJA DI KOTA MAKASSAR Zulkarnain Hamson; Andi Maryam; Andi Atrianingsi; Rahmawati Rahmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.199 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1499

Abstract

Abstrak: Istilah pola  komunikasi biasa  disebut  juga  sebagai model tetapi maksudnya sama,  yaitu  sistem yang  terdiri atas  berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Pola komunikasi dalam komunitas dapat digunakan sebagai cara untuk meneliti penerapan komunikasi yang terbangun dan berjalan, juga menjadi ciri berlangsungnya kehidupan organisasi itu. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi terkait bagaimana pola komunikasi bisa diterapkan dalam komunitas. Diperlukan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan komunitas. Defenisi komunitas adalah sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah atau organisasi yang memiliki tujuan tertentu karena latar belakang minat yang sama. Dalam komunitas terjadi proses interaksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pengetahuan juga arahan, kepada remaja yang tergabung dalam Komunitas Pecandu Aksara Kota Makassar, agar dapat membantu mereka mengenali literasi kesehatan, yang selama ini menjadi bacaan, juga mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terbentuk di dalam komunitas itu. Abstract:  The term communication pattern is commonly referred to as a model but the intention is the same, namely a system consisting of various components related to each other to achieve goals. Communication patterns in the community can be used as a way to examine the application of communication that is built and running, also characterizes the life of the organization. Many activities are carried out to identify how communication patterns can be applied in the community. An understanding of what is meant by the community is needed. Community definition is a group of people who are members of a forum or organization that has a specific purpose because of the same background of interest. In the community there is an interaction process. Community Service Activities (PKM) aims to provide knowledge as well as direction, to adolescents who are members of the Makassar Literacy Addict Community, in order to help them recognize health literacy, which has been a reading, and also know how communication patterns are formed within the community. 
PERAN PEMERINTAH DALAM MENGEMBANGKAN WISATA MALINO SEBAGAI ” BEAUTIFUL MALINO” DI KABUPATEN GOWA Andi Atrianingsi; Beddu Lahi; Sitti Mirsa
Jurnal Ilmiah Pranata Edu Vol 1 No 1 (2019): Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.548 KB) | DOI: 10.36090/jipe.v1i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah dalam mengembangkan daerah wisata Malino sebagai destinasi wisata yang popular dengan istilah Beautiful Malino. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam yang dilengkapi dengan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah Kabupaten Gowa dalam mengembangkan Malino sebagai daerah wisata di Kabupaten Gowa telah terlaksana dengan baik. Dimana hasil yang dicapai karena pemerintah telah melaksanakan perannya sebagai motivator, fasilitator, dinamisator.p
Kepercayaan Publik (Public Trust) Terhadap E-Government : Studi Kasus Penggunaan E-Mobile BPJS Kesehatan Di Kota Makassar Sitti Mirsa Sirajuddin; A . Atrianingsi
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.273 KB) | DOI: 10.31314/pjia.9.1.80-88.2020

Abstract

The general objective of the study was to analyze the level of public trust (citizen trust) of e-government based health insurance services, namely the e-mobile National Health Insurance (JKN) BPJS in Makassar City.The design of this research is a quantitative descriptive type. The population in this study were people who used the National Health Insurance (JKN) e-mobile application with 167 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire instrument. Data analysis uses multiple linear regression.The results showed that first there was a high level of public trust in JKN e-mobile applications. This means that the application gives satisfaction to the community and is considered beneficial for them. Secondly, the level of public trust is high in the government, where the public considers the government to be serious in providing health insurance services.Tujuan umum penelitian adalah untuk menganalisis tingkat kepercayaan publik (citizen trust) terhadap pelayanan jaminan kesehatan berbasis e-government yaitu e-mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan di Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah kuantitatif tipe deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan aplikasi e-mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan jumlah responden sebanyak 383 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat tingkat kepercayaan tinggi masyarakat terhadap aplikasi e-mobile JKN. Hal ini berarti aplikasi memberi kepuasan kepada masyarakat dan dianggap bermanfaat bagi mereka. Kedua tingkat kepercayaan publik tinggi terhadap pemerintah tinggi, dimana masyarakat menilai pemerintah serius dalam memberikan pelayanan jaminan kesehatan.
REVITALISASI TUDANG SIPULUNG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VERTIKAL ANTARA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DI KABUPATEN BONE Yunda, Andi Atrianingsi; Mirsa, Sitti; Wardah, Wardah
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 6 No 2 (2018): December
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.254 KB) | DOI: 10.24252/profetik.v6i2a8

Abstract

Tudang sipulung is a routine farmer meeting held in Bone. The meeting is held twice a year, namely rendengan season (i.e.Aapril-October month and Gadu Season (i.e September-March). The implementation of Tudang Sipulung begans from the village and the sub district level and up to the district level. The aim of this research is was to observe the revitalization of the tudang sipulung as a vertical communication media between the goverment and the community in Bone Regency.  The result of this research indicated that tudang sipulung as a media of vertical communication between the goverment and the community has not shown maximun result because of the communication distortion  between the goverment and the community that is still  lack of openness in communication.  It is Expected though the implemantation of the Tudang sipulung management in the future can be even better, especially for vertical ccommunication between the goverment and the community, to be more open considering this meeting is held for the common good.
Interpersonal Communication in Digital Simulations: Dynamics of Self-Disclosure, Trust, and Persuasion Andi Atrianingsi
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4670

Abstract

This study explores the use of digital simulation projects as learning practice spaces to strengthen interpersonal communication competencies in the context of lobbying, presentations, and negotiations. The study used a descriptive qualitative approach with reflexive thematic analysis to understand students' experiences during the implementation of simulation-based Project-Based Learning. Data were obtained through participant observation, documentation of communication performance, and in-depth interviews. The results showed that digital simulations encouraged improved message articulation, argumentation structure, and persuasion strategies in complex communication situations. The collaborative process also facilitated self-disclosure, emotional regulation, and the formation of interpersonal trust. Significant transformations were observed in verbal and nonverbal communication, reflecting the development of students' professional communicative identities. These findings confirm that digital simulations can function as communication laboratories that support reflective and adaptive learning in the digital era.