Nur Afni Afrianti
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI HERBISIDA TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) MUSIM TANAM KE-4 DI GEDONG MENENG Nur Afni Afrianti; Ainin Niswati; Arif Wicaksono; Henrie Buchari
Jurnal WACANA PERTANIAN Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Wacana Pertanian
Publisher : STIPER Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37694/jwp.v15i1.26

Abstract

Soil respiration is the process of releasing CO2 from the soil into the atmosphere, mainly produced by soil microorganisms and plant roots. Soil respiration is influenced by biological factors (vegetation, microorganisms), environmental factors (temperature, humidity, pH) and also human factors (tillage and herbicides). This research aims to determine: (1) the effect of soil treatment systems on soil respiration in cassava cultivation; (2) the effect of herbicide application on soil respiration in cassava cultivation; (3) the effect of interaction between tillage systems and application of herbicides on soil respiration in cassava cultivation. The treatment was designed as a factorial in Randomized Block Design with 2 factors and 4 replications. The first factor is the soil tillage system (Minimum Tillage, Intensive Tillage) and the second factor is the application of herbicides (non-herbicides, herbicide applications). The results showed that the tillage system and herbicide application had no significant effect on soil respiration and there was no interaction between the tillage system and herbicide application on cassava (Manihot esculenta Crantz.). Soil respiration at 3 months after planting is higher than 6 and 11 months after planting. Soil water content are higher in non-herbicide application at 11 months after planting. Soil temperature is significantly correlated with soil respiration at 3 months after planting. Soil water content, soil temperature and soil C-organic did not affect soil respiration.
SOSIALISASI PEMUPUKAN TEPAT BERBASIS ANALISIS TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN CAMPANG RAYA, KECAMATAN SUKABUMI, BANDARLAMPUNG Afandi; Hery Novpriansyah; Nur Afni Afrianti; Dedy Prasetyo
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FP Unila, Edisi Maret 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v5i1.11923

Abstract

Pemupukan merupakan bagian kegiatan budidaya tanaman yang harus mendapatkan perhatian khusus karena berkaitan erat dengan efisiensi dan efektifitas pemupukan, serta kualitas tanah dan lingkungan. Fenomena yang sering terjadi yaitu petani seringkali tidak menggunakan pemupukan sesuai dosis rekomendasi namun berdasarkan kebiasaan, pengalaman turun menurun, atau informasi yang belum tentu akurat. Padahal pemupukan sebaiknya direkomendasikan berdasarkan kondisi tanah dan tanaman yang dibudidayakan. Pendekatan ini dikenal dengan istilah pemupukan tepat. Pemupukan tepat tidak hanya mencakup penggunaan pupuk kimia, tetapi juga pupuk organik yang berperan meningkatkan kesuburan tanah berkelanjutan. Namun, informasi pentingnya pemupukan tepat seringkali tidak tersampaikan pada petani dan menyebabkan minimnya pengetahuan dan pemahaman petani terkait praktik ini. Tujuan kegiatan adalah peningkatan pemahaman dan kesadaran petani tentang pemupukan tepat, analisis tanah untuk penentuan kebutuhan pupuk tepat, dan pengaruh pemupukan tepat terhadap tanah dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman petani terkait pemupukan tepat dari 33% (awal kegiatan) menjadi 84% (akhir kegiatan). Rekomendasi pemupukan tepat lahan sawah di Kelurahan Campang Raya, Sukabumi, Bandarlampung yaitu pupuk N sebesar 240,87 kg urea ha-1, sedangkan untuk pupuk P dan pupuk K telah tercukupi dari tanah. Pupuk organik direkomendasikan untuk selalu ditambahkan setiap musim tanam.