Percobaan dilakukan di persawahan umum Kelurahan Sendang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2012.Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan masing-masing diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu faktor dosis pupuk P, yang terdiri dari SP-36 90 kg/ha = 32,4 kg P2O5/ha, SP-36 120 kg/ha = 43,2 kg P2O5/ha dan SP-36 150 kg/ha = 54,0 kg P2O5/ha. Faktor kedua yaitu faktor jarak tanam, yang terdiri dari jarak tanam 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm. Kultivar padi yang ditanam adalah Inpari 13Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh interaksi antara pupuk P dan jarak tanam terhadap volume akar, serapan hara P tanaman, bobot gabah kering panen per rumpun dan bobot gabah kering panen per petak. Pupuk P dan jarak tanam secara mandiri berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun dan jumlah anakan produktif, (2) takaran pupuk P 120 kg SP-36/ha pada jarak tanam 25 cm x 25 cm, memberikan pengaruh baik terhadap volume akar (260,78 ml), serapan hara P tanaman (0,74% P2O5), bobot gabah kering panen per rumpun (62,39 g) dan bobot gabah kering panen per petak (6,24 kg), dan bobot gabah kering giling per petak (4,49 kg atau setara dengan 7,98 ton per hektar), dan (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara tinggi tanaman umur 56 hari setelah tanam, jumlah anakan produktif dan volume akar dengan hasil gabah kering giling per petak.