Tetty Suciaty
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Lama Uap Panas dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu Fisik dan Kimia Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica L.) Dalam Penyimpanan Mohamad Ropai; Rochanda Wiradinata; Tetty Suciaty
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.784

Abstract

Masalah yang membatasi perdagangan internasional buah mangga adalah selain daya simpannya yang relatif singkat juga karena besarnya variasi tingkat kematangan sehingga mutunya tidak seragam. Ketidakseragaman buah mangga sering terjadi karena kurangnya kendali dalam proses penanganan pascapanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu, dan (2) perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu. Penelitian  dilaksanakan di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBOPT) Jatisari Karawang, dari bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2011.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu lama uap panas (S) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu : s0 (0 menit), s1 (10 menit), s2 (20 menit), dan s3 (30 menit). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (T) terdiri dari tiga taraf yaitu : t1 (75% atau umur 100 hsbm), t2 (85% atau umur 108 hsbm), dan  t3 (95% atau umur 116 hsbm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan terhadap  kadar Vitamin C dan lama simpan. Perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kekerasan dan total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna buah mangga gedong gincu. dan (2) perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 95% memberikan pengaruh baik terhadap kadar vitamin C buah mangga gedong gincu tertinggi yaitu sebesar 17,27 mg dan perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 75% memberikan lama simpan buah mangga gedong gincu yang lama yaitu sebesar 21,21 hari (21 hari 5 jam).
Pengaruh Pupuk P dan Jarak Tanam terhadap Volume Akar, Serapan Hara P, dan Pertumbuhan Tanaman serta Hasil Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Inpari 13 Nunuy Ratnawulan; Tadjudin Surawinata; Tetty Suciaty
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i2.792

Abstract

Percobaan dilakukan di persawahan umum Kelurahan Sendang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2012.Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan masing-masing diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu faktor dosis pupuk P, yang terdiri dari SP-36 90 kg/ha = 32,4 kg P2O5/ha, SP-36 120 kg/ha = 43,2 kg P2O5/ha dan SP-36 150 kg/ha = 54,0 kg P2O5/ha. Faktor kedua yaitu faktor jarak tanam, yang terdiri dari jarak tanam 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm. Kultivar padi yang ditanam adalah Inpari 13Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh interaksi antara pupuk P dan jarak tanam terhadap volume akar, serapan hara P tanaman, bobot gabah kering panen per rumpun dan bobot gabah kering panen per petak. Pupuk P dan jarak tanam secara mandiri berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun dan jumlah anakan produktif, (2) takaran pupuk P 120 kg SP-36/ha pada jarak tanam 25 cm x 25 cm, memberikan pengaruh baik terhadap volume akar (260,78 ml), serapan hara P tanaman (0,74% P2O5), bobot gabah kering panen per rumpun (62,39 g) dan bobot gabah kering panen per petak (6,24 kg), dan bobot gabah kering giling per petak (4,49 kg atau setara dengan 7,98 ton per hektar), dan (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara tinggi tanaman umur 56 hari setelah tanam, jumlah anakan produktif dan volume akar dengan hasil gabah kering giling per petak.