Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : APCP Journal

Analisis Perbandingan Pengukuran Pergerakan Tanah Secara Horizontal di Area Penambangan Petea dan Sorowako PT. VALE Indonesia, Tbk Ni Nyoman Fitriani; Suaedi Suaedi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisis perbandingan pergerakan tanah secara horizontal di area penambangan Petea dan Sorowako PT. Vale Indonesia, Tbk, serta mengetahui cara menentukan tingkat keamanan lereng. Data yang diperoleh dari hasil tes laboratorium kemudian diolah menggunakan software SLOPE/W© 2007 untuk mendapatkan nilai FK. Hasil dari pengolahan tersebut didapatkan nilai FK Petea D1C1 adalah 1,162 artinya lereng dinyatakan tidak aman dan lakukan redesign sehingga nilai FK menjadi 1,252. Pada Sorowako Debbe Dam diperoleh FK adalah 1,911 artinya lereng dinyatakan aman, untuk kasus ini tidak perlu dilakukan redesign lagi karena sudah memenuhi standar. Akusisi data pergerakan tanah menggunakan inclinometer, data yang diperoleh diolah menggunakan software Digipro sehingga menghasilkan grafik displacement. Berdasarkan grafik cumulative displacement diketahui bahwa Petea D1C1 mengalami pergerakan tanah pada A axis sebesar 3 mm dan B axis mengalami pergerakan hingga 2 mm sedangkan Sorowako Debbe Dam mengalami pergerakan pada A axis hanya 0,1 mm dan B axis sebesar 2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petea D1C1 mengalami pergerakan tanah lebih besar dibandingkan Sorowako Debbbe Dam. Hal ini dikarenakan struktur tanah Sorowako lebih kohesif dibandingkan Petea, selain itu Petea juga merupakan lokasi penambangan yang dekat dengan sesar Matano, sehingga kerapatan struktur tanah di wilayah tersebut sangat mempengaruhi tingkat kerentanan pergerakan tanah.
Identifikasi Bidang Gelincir Longsor di Jalan Lingkar Barat Kota Palopo Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Erin Safitri Gawing; Suaedi Suaedi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan struktur lapisan bawah permukaan dan memvisualisasikan kedalaman bidang gelincir tanah longsor pada pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di proyek Jalan Lingkar Barat Kota Palopo, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yakni melakukan pengukuran menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Penelitian ini menggunakan tiga lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 70 meter dan spasi 5 meter. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv untuk memperoleh inversi 2D yang menggambarkan struktur lapisan bawah permukaan serta kedalaman bidang gelincir dan software Surfer untuk mengetahui volume material/batuan yang akan terlepas dari bidang gelincir saat terjadi longsor dalam tampilan 3 dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lintasan memiliki penyusun lapisan batuan yang sama, yaitu: pasir, kerikil, lempung, batu pasir, serpihan, kuarsit, konglomerat, basalt, dan kuarsit. Kedalaman bidang gelincir yang diperoleh pada setiap lintasan berbeda-beda, lintasan 1 berada pada kedalaman 3,5 meter dengan nilai resistivitas 207–688 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir dan basal, lintasan 2 berada pada kedalaman 3,14 meter dengan nilai resistivitas 404–755,5 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir, basal, dan pasir, serta lintsan 3 berada pada kedalaman 5,32 meter dengan nilai resistivitas 404–755,5 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir, basal, dan pasir serta volume batuan/material yang dapat terlepas pada bidang gelincir saat terjadi longsor sebesar 31.843 m3 dengan ketebalan 12 meter.