p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal APCP Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL SEBARAN POTENSIAL DIRI BATUAN KAWASAN MATA AIR PANAS Rahma Hi. Manrulu; Aryadi Nurfalaq
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v2i1.85

Abstract

A research has been carried out with the title Spatial Analysis of the Distribution of Rock Self Potential in the Hot Springs Area which aims to determine the potential distribution of rocks in the Pincara hot spring area and to determine the subsurface rock structure of the Pincara hot spring area based on the potential properties of the rock. This study uses a Self Potential (SP) tool, by measuring the potential value at each measurement point, the potential value of the surface temperature and pH of hot water as supporting data. Data collection for each measurement point uses a fixed base technique, namely by positioning one fixed electrode as a reference point, while the other electrode moves from one measuring point to another. Potential data retrieval for daily correction is done by measuring the potential value at the same point repeatedly in a certain time interval. The SP data collection points are 50 with a grid spacing of 5 meters. The results on map 1 show that the characteristics of Pincara hot springs 1 have a surface temperature of 65oC, smell of sulfur, there are gas bubbles, pH is 7, while in map 2 the surface temperature of hot springs is 69oC, clear, steamy, smells sulfur, gas bubbles can be seen, the measured pH is 8. The highest self-potential value is 69.2 mV, the lowest self-potential data is 1.2 mV. The average self-potential in the study area has a value of 17,245 mV. The research area is the conductive zone. This is indicated by the low value of the self-measured potential, which is numerically positive in the tens order. The lowest potential anomaly zone was found in the northern area of the study area with a self-potential value of 1.2 mV. The self-potential value is on the order of tens of millivolts. This indicates the presence of igneous rocks that cause the anomaly. Igneous rock is a conductive rock.
Analisis Perbandingan Pengukuran Pergerakan Tanah Secara Horizontal di Area Penambangan Petea dan Sorowako PT. VALE Indonesia, Tbk Ni Nyoman Fitriani; Suaedi Suaedi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisis perbandingan pergerakan tanah secara horizontal di area penambangan Petea dan Sorowako PT. Vale Indonesia, Tbk, serta mengetahui cara menentukan tingkat keamanan lereng. Data yang diperoleh dari hasil tes laboratorium kemudian diolah menggunakan software SLOPE/W© 2007 untuk mendapatkan nilai FK. Hasil dari pengolahan tersebut didapatkan nilai FK Petea D1C1 adalah 1,162 artinya lereng dinyatakan tidak aman dan lakukan redesign sehingga nilai FK menjadi 1,252. Pada Sorowako Debbe Dam diperoleh FK adalah 1,911 artinya lereng dinyatakan aman, untuk kasus ini tidak perlu dilakukan redesign lagi karena sudah memenuhi standar. Akusisi data pergerakan tanah menggunakan inclinometer, data yang diperoleh diolah menggunakan software Digipro sehingga menghasilkan grafik displacement. Berdasarkan grafik cumulative displacement diketahui bahwa Petea D1C1 mengalami pergerakan tanah pada A axis sebesar 3 mm dan B axis mengalami pergerakan hingga 2 mm sedangkan Sorowako Debbe Dam mengalami pergerakan pada A axis hanya 0,1 mm dan B axis sebesar 2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petea D1C1 mengalami pergerakan tanah lebih besar dibandingkan Sorowako Debbbe Dam. Hal ini dikarenakan struktur tanah Sorowako lebih kohesif dibandingkan Petea, selain itu Petea juga merupakan lokasi penambangan yang dekat dengan sesar Matano, sehingga kerapatan struktur tanah di wilayah tersebut sangat mempengaruhi tingkat kerentanan pergerakan tanah.
Identifikasi Bidang Gelincir Longsor di Jalan Lingkar Barat Kota Palopo Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Erin Safitri Gawing; Suaedi Suaedi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan struktur lapisan bawah permukaan dan memvisualisasikan kedalaman bidang gelincir tanah longsor pada pembangunan Jalan Lingkar Barat Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di proyek Jalan Lingkar Barat Kota Palopo, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yakni melakukan pengukuran menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Penelitian ini menggunakan tiga lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 70 meter dan spasi 5 meter. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv untuk memperoleh inversi 2D yang menggambarkan struktur lapisan bawah permukaan serta kedalaman bidang gelincir dan software Surfer untuk mengetahui volume material/batuan yang akan terlepas dari bidang gelincir saat terjadi longsor dalam tampilan 3 dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lintasan memiliki penyusun lapisan batuan yang sama, yaitu: pasir, kerikil, lempung, batu pasir, serpihan, kuarsit, konglomerat, basalt, dan kuarsit. Kedalaman bidang gelincir yang diperoleh pada setiap lintasan berbeda-beda, lintasan 1 berada pada kedalaman 3,5 meter dengan nilai resistivitas 207–688 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir dan basal, lintasan 2 berada pada kedalaman 3,14 meter dengan nilai resistivitas 404–755,5 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir, basal, dan pasir, serta lintsan 3 berada pada kedalaman 5,32 meter dengan nilai resistivitas 404–755,5 Ωm yang diduga merupakan jenis batuan/material batu pasir, basal, dan pasir serta volume batuan/material yang dapat terlepas pada bidang gelincir saat terjadi longsor sebesar 31.843 m3 dengan ketebalan 12 meter.
Rancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMEGA328P dengan Sensor Kelembaban Tanah V1.2 Indira Namora; Fitri Jusmi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler arduino dan sensor kelembaban tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Songka Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari perancangan alat, persiapan alat dan bahan, perakitan rangkaian alat elektronika dan uji kinerja alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler ATMega328P. Dalam alat ini terdapat mikrokontroler ATMega328P dan sensor kelembaban V1.2 yang berfungsi sebagai komponen utamanya. Pada saat sensor dibenamkan pada tanah kering sensor membaca nilai kelembaban tanah yaitu berkisar antara 0-30% RH, kemudian mengirimkan sinyal pada arduino untuk mengaktifkan pompa air. Sedangkan, pada saat sensor dibenamkan pada tanah lembab maupun basah, sensor membaca nilai kelembaban tanah berkisar antara 31-100% RH, sehingga sensor mengirimkan sinyal pada arduino untuk mengaktifkan relay untuk menghentikan laju pompa air. Hal ini menunjukkan bahwa alat penyiram tanaman otomatis ini sangat efisien dalam budidaya tanaman pada ruangan tertutup.