Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PUSAT LAYANAN KONSELING MAHASISWA (PLKM) / COUNSELING CENTER UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA Makin Makin; Eko Perianto; Taufik Agung Pranowo; Ari Wibowo
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i2.595

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan Universitas PGRI Yogyakarta ini diantaranya 1) mengetahui kebutuhan akan layanan konseling bagi mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, 2) mengetahui problematika mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, 3) menemukan model Pusat Layanan Konseling Mahasiswa di Universitas PGRI Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall diantaranya (1) Penelitian dan pengumpulan informasi data (research and information collecting), (2) Perencanaan (planning), (3) Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product), (4) Uji coba lapangan awal (preliminary field testing), (5) Merevisi hasil uji coba (main product revision), (6) Uji coba lapangan utama (main field testing), (7) Penyempurnaan produk hasil uji lapangan(operasional product revision), (8) Uji pelaksanaan lapangan(operasionalfield testing), (9) Penyempurnaan produk akhir (final product revision), (10) Desiminasi dan Implementasi (dissemination and implementation). Hasil dari penelitian ini yaitu 1) mahasiswa membutuhkan dari layanan konseling untuk mengatasi permasalahan dan pengembangan diri, 2) problematika yang dialami mahasiswa UPY sangat beragam, 3) model telah ditemukan sesuai dengan kebutuhan dari mahasiswa sebagai calon konseli.
School Counselors Strategies in Promoting Psychological Well-Being and Addressing Bullying Related Trauma Eko Perianto; Anis Anggraini; Cinta Marsela Valensia Iban Saputri; Eko Perianto; Anis Anggraini; Cinta Marsela Valensia Iban Saputri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i3.2026.5

Abstract

This study aims to describe how school counselors help students achieve psychological well-being and how to overcome trauma caused by bullying at school. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The subjects or informants in this study were school counselors, students, students who were bullies, and students who were victims of bullying. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity used triangulation of sources, techniques, and time. The results of the study indicate that student psychological well-being at school is achieved through several activities carried out by school counselors. Services include individual counseling, group counseling, classical guidance, thematic counseling programs, career guidance, and crisis intervention. School counselors also play a strategic role in fostering student psychological well-being through structured, responsive, and collaborative services. School counselors address the impact of trauma caused by bullying at school through several strategies, including prevention and mitigation. Prevention strategies include counseling services on the dangers of bullying, education on communication ethics, wise use of social media, and routine patrols in the school environment. Mitigation strategies include individual counseling for both perpetrators and victims to prevent trauma and mediation to resolve conflicts. Both prevention and intervention strategies are effective in restoring victims' emotional well-being, increasing motivation to learn, and raising awareness among perpetrators to prevent repeat bullying.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN TRAUMA PADA SISWA MENENGAH KEJURUAN DI YOGYAKARTA Nisa Ainul Fatimah; Eko Perianto
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8091

Abstract

Trauma merupakan cedera psikologis yang muncul akibat respons individu terhadap peristiwa luar biasa yang mengancam dan melebihi batas pengalaman manusia sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan profil gejala trauma pada siswa sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 291 siswa kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket gejala trauma yang mencakup empat aspek: fisik, kognitif, afektif, dan perilaku. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, persentase, skor minimum, skor maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 291 siswa teridentifikasi 61 siswa (20,96%) memiliki gejala trauma kategori tinggi dengan rentang skor 93-124. Temuan ini mengindikasikan bahwa lebih dari seperlima siswa SMK mengalami gangguan psikologis signifikan yang berpotensi mengganggu fungsi akademik maupun sosial mereka. Identifikasi fenomena trauma ini menjadi landasan penting bagi pengembangan strategi intervensi yang tepat di lingkungan sekolah, khususnya melalui layanan bimbingan dan konseling.