Trauma merupakan cedera psikologis yang muncul akibat respons individu terhadap peristiwa luar biasa yang mengancam dan melebihi batas pengalaman manusia sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan profil gejala trauma pada siswa sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 291 siswa kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket gejala trauma yang mencakup empat aspek: fisik, kognitif, afektif, dan perilaku. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, persentase, skor minimum, skor maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 291 siswa teridentifikasi 61 siswa (20,96%) memiliki gejala trauma kategori tinggi dengan rentang skor 93-124. Temuan ini mengindikasikan bahwa lebih dari seperlima siswa SMK mengalami gangguan psikologis signifikan yang berpotensi mengganggu fungsi akademik maupun sosial mereka. Identifikasi fenomena trauma ini menjadi landasan penting bagi pengembangan strategi intervensi yang tepat di lingkungan sekolah, khususnya melalui layanan bimbingan dan konseling.
Copyrights © 2026