Yusraini Dian Inayati Siregar
Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Produksi Gas Hidrogen Dari Limbah Alumunium Yusraini Dian Inayati Siregar
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.697 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.236

Abstract

Penelitian mengenai produksi gas hidrogen dari limbah alumunium telah dilakukan. Fokuspenelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah alumunium yang belum termafaatkan secaraoptimal menjadi gas hidrogen yang dibutuhkan sebagai sumber fuel cell, sumber energi yangramah lingkungan. Penelitian ini diawali dengan mencari katalis (H2SO4, NaOH, KOH dan NaCl),yang optimal untuk produksi gas hidrogen dari limbah alumunium foil. Tahap selanjutnya adalahmempelajari pengaruh konsentrasi katalis dan jumlah limbah alumunium foil dan limbahalumunium dari kaleng minuman untuk produksi gas hidrogen. Hasil penelitian menunjukkahbahwa gas hidrogen dapat diproduksi dengan menggunakan limbah alumunium foil dan limbahalumunium dari kaleng minuman pada suasana basa (NaOH). Semakin tinggi konsentrasi NaOH,semakin cepat waktu reaksi tetapi produksi gas hidrogennya cenderung tetap.Semakin besar massa limbah alumunium foil semakin cepat waktu reaksi dan produksi gashidrogennya juga semakin besar. Semakin besar massa limbah alumunium kaleng minumansemakin lambat waktu reaksi dan produksi gas hidrogennya semakin besar. Kesimpulannya adalahdari 0,05 gram limbah alumunium (alumunium foil) dihasilkan 0,006 gram hidrogen.
Identifikasi Komposisi Kimia dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Biji Kurma (Phoenix dactylifera) Yusraini Dian Inayati Siregar; Tarso Rudiana; Windi Riyadi
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.978 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.8818

Abstract

Dates are a component of dates that have 6.10-11.47% of all dates. In some countries, dates are a major problem in the processing industry because the seeds currently only become waste. This research was conducted to determine the solvent that produces the largest yield using the soxhletation method and determine its antioxidant activity. Dates are disoxletasion with a variety of solvents n-hexane, diethyl ether, and ethanol. Also carried out the variation of extraction time for 1.5; 2; and 2.5 hours. Based on the results of the study showed that the results of the largest date seed extract were obtained using ethanol of 4.93% for 2.5 hours. Antioxidant activity of date palm seed extract (IC50) using DPPH ethanol extract method has IC50 of 2.27 ppm; n-hexane extract 8396.56 ppm; and diethyl ether extract 9826.88 ppm. Inhibition of date palm seed extract using the TBA method derived from ethanol extract of 98.22% at a concentration of 250 ppm. The results of the analysis using LC-MS showed that ethanol extract was thought to contain 13-hydroxyabscisic acid compound, 1-ethylidene-4-methylidene-2oxo-7-(propan-2-il)-tocahydro-1H-indent-5-il- 3-methylpent-2-enoate, 12-hydroxy-acid (8,10,14) -eicosatrienoic and 1-hydroxy-3- (pentadecanoiloxy) propan-2-il (5,8,11,14) -icosa-5, 8,11,14-tetraenoate. The results of the analysis using GC-MS on n-hexane extract showed 2,4-di-tert-butylphenol and 9-octadecenoic acid. Diethyl ether extract contains 9-octadecenoic acid and mono (2-ethylhexyl) benzocarboxylic acid.  
Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) Yusraini Dian Inayati Siregar; Nurlela Nurlela
Jurnal Kimia Valensi JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i3.117

Abstract

Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengekstraksi bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan mencari temperatur dan konsentrasi yang optimum untuk mendapatkan pigmen dari bunga kembang sepatu dan bunga rosella dengan pelarut air dan etanol, selain itu dilakukan juga uji stabilitas zat warna. Analisa kadar zat warna dilakukan dengan metode spektrofotometri. Hasil ekstrasi optimum menggunakan metode maserasi dengan pelarut air  adalah pada temperatur 90°C dan dengan pelarut etanol pada konsentrasi 96 %.Uji stabilitas warna memberikan hasil sebagai berikut: a) Kondisi penyimpanan, sinar matahari dan sinar lampu dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan meningkatnya nilai absorbansi pada kedua ekstrak. b) Penambahan oksidator, H2O2 dapat mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan dari ekstrak berwarna menjadi ekstrak tidak berwarna karena menghasilkan turunan asam benzoat. c) Nilai pH yang semakin meningkat, dari pH 4 ke pH 5, mempengaruhi stabilitas zat warna ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L dan Hibiscus sabdariffa L dengan perubahan ekstrak berwarna menjadi tidak berwarna karena terbentuknya basa kuinodal.   Kata Kunci: Ekstraksi, Hibiscus rosa-sinensis L, Hibiscus sabdariffa L, Spektrofotometri UV-Vis
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Melinjo Merah (Gnetum gnemon) Sebagai Pewarna Alami Pembuatan Lipstik Yusraini Dian Inayati Siregar
Jurnal Kimia Valensi Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3607

Abstract

Karakterisasi Karbon Aktif Asal Tumbuhan dan Tulang Hewan Menggunakan FTIR dan Analisis Kemometrika Yusraini Dian Inayati Siregar; Rudy Heryanto; Nur Lela; Tri Heny Lestari
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.966 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3146

Abstract

Activated carbon is widely used as an adsorbent in gas purification, refining pulp, and also for the purification of food products, among others, oil purification, refining cane sugar, beet sugar, corn sugar, eliminate the taste and odor of drinking water. Carbon active can be derived from plant and animal bone. This study aims to analyze the differences in spectral profile of activated carbon from plants and animal bones by using FTIR. The data combined with the results of FTIR analysis chemometrics to classify and categorize the data, so it is clear where the activated carbon from plants and animal bones. FTIR analysis methods combined with chemometrics analysis through modeling PCA (Principal Component Analysis) and PLS-DA (Partial Least Squares-Discriminant Analysis) is able to distinguish between activated carbon derived from plants (coconut shell) and animal bones (beef and pork). PCA with total diversity of 89% were able to classify the samples of activated carbon plant and animal bones. PLSDA models successfully predicted the test sample is based on a sample group of activated carbon raw material. Manufacture of activated carbon predictive models with PLS calibration generates R2, R2 predictions, RMSEC, and RMSEP respectively by 0.9787389, 0.9662152, 0.0687364 and 0.0928362. The results showed that FTIR spectra and can be used to distinguish chemometrics activated carbon derived from plant and animal bonesDOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3146.
Peningkatan Kemurnian dan Toksisitas Ekstrak Pigmen C-Fikosianin dari Sianobakteria Laut Jaaginema sp. BTM-11 dengan menggunakan Kitosan dan Arang Aktif Swastika Praharyawan; Tri Setyaningsih; Dwi Susilaningsih; Yusraini Dian Inayati Siregar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v14i1.569

Abstract

AbstrakC-fikosianin adalah senyawa pigmen-aksesori fotosintetik berwarna biru yang terkandung dalam sianobakteria. Jaaginema sp. BTM-11 merupakan sianobakteria laut yang memiliki potensi sebagai penghasil pigmen C-fikosianin karena kandungannya yang tinggi. Nilai ekonomis pigmen C-fikosianin sangat ditentukan oleh rasio kemurnian yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian pigmen C-fikosianin dari ekstrak sianobakteria laut Jaaginema sp. BTM-11 dengan menggunakan kitosan dan arang aktif. Variabel independen pada penelitian ini adalah konsentrasi kitosan (0,075-3,750 g/L) dan konsentrasi arang aktif (2,5-10 g/L). Toksisitas C-fikosianin diuji dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk mendapatkan nilai Konsentrasi Letal-50 (LC50). Penggunaan kitosan konsentrasi 0,3 g/L yang dilanjutkan dengan penggunaan arang aktif konsentrasi 5,0 g/L berhasil meningkatkan rasio kemurnian pigmen C-fikosianin sebesar 57,5 dan 167,5%, secara berturut-turut. Kapasitas pengikatan kitosan dan kapasitas penjerapan arang aktif secara signifikan berhasil meningkatkan kemurnian C-fikosianin dari awalnya 0,900±0,067 menjadi 2,408±0,171. Peningkatan rasio kemurnian C-fikosianin juga diikuti dengan peningkatan toksisitas fraksi C-fikosianin sianobakteria laut Jaaginema sp. BTM-11. Nilai LC50 ekstrak Jaaginema sp. BTM-11 sebelum pemurnian yang sebesar 15,75 ppm meningkat menjadi 12,06 ppm setelah dimurnikan dengan kitosan dan arang aktif. Enhancement of Purity and Toxicity of C-Phycocyanin Pigment Extracted from Marine Cyanobacteria Jaaginema sp. BTM-11 Using Chitosan and Activated CarbonAbstractC-phycocyanin is a blue colored accessory photosynthetic pigment found in cyanobacteria. Jaaginema sp. BTM-11 is marine cyanobacteria which is potential to be used as C-phycocyanin producer due to its high contents. The economical value of the blue pigment, C-phycocyanin, is determined by its purity. This research aimed to enhancing the purity of C-phycocyanin extracted from marine cyanobacteria of Jaaginema sp. BTM-11 using chitosan and activated carbon. The independent variables of this research were chitosan concentration (0.075-3.750 g/L) and activated carbon concentration (2.50-10.0 g/L). The toxicity test of C-phycocyanin was carried out using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method to obtain the Lethal Concentration-50 (LC50) value. The application of 0.3 g/L chitosan continued by of 5.0 g/L activated carbon was successfully increased the purity of C-phycocyanin by 57.5 and 167.5%, respectively. Binding capacity of chitosan and adsorption capacity of activated carbon succeed to significantly increase the purity ratio of C-phycocyanin from 0.900±0.067 to 2.408±0.171. The enhancement of purity ratio of C-phycocyanin fraction extracted from Jaaginema sp. BTM-11 was also followed by the enhancement of its toxicity. LC50 of C-phycocyanin extract before purification (15.75 ppm) was lower compared to the C-phycocyanin fraction (12.06 ppm) after being treated with chitosan and activated carbon.