Fauzi Rachman
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN DARING SMK VETERAN 1 SUKOHARJO DI ERA COVID 19 Bima Adi Hatmoko; Dessy Tika Rahmadhani; Bekti Sumarni; Fauzi Rachman
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/.v2i2.1155

Abstract

Progam Pengalaman Lapangan ( PPL ) di FKIP dilakukan setiap tahun dan menjadi kurikulum wajib bagi mahasiswa FKIP. Progam pengalaman lapangan (PPL)  pada tahun ini dilakukan secara serentak untuk progam studi PGSD dan Non PGSD. Akan tetapi untuk progam Pengalaman Lapangan pada tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena pada tahun ini progam pengalaman lapangan ( PPL ) dilaksanakan ketika pandemi Covid-19. Covid -19 merupakan wabah penyakit yang pertama kali ditemukan dari Tiongkok,penyakit tersebut menyebar sangat cepat di seluruh penjuru dunia. Covid-19 menyabar ke Indonesia pada awal Maret 2020,penyebaran virus covid-19 menghambat beberapa faktor salah satunya pada bidang pendidikan. Ketika virus covid-19 masuk ke Indonesia pembelajaran yang biasanya di lakukan secara bertatap muka dengan pengajar dan dilaksanakan di sekolah diubah menjadi pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) atau pembelajaran daring. Pada proses Progam Pengalaman Lapangan ( PPL ) yang dilaksanakan secara dua bulan di SMK Veteran 1 Sukoharjo sudah berjalan efektif dengan memanfaatkan aplikasi atau LMS GoogleClassroom dan Googlemeet. Kendala dalam proses pembelajaran daring atau PJJ yaitu masalah koneksi Internet siswa yang kurang mendukung pada setiap tempat tinggal wilayah siswa tersebut. Kata kunci : Progam Pengalaman Lapangan ( PPL ), Covid 19 ,Pembelajaran daring
ANALISIS KEBIJAKAN PEMBELAJARAN SECARA LURING DI SMK VETERAN 1 SUKOHARJO Narani Agesti; Muhammad Nur Isdaryono; Fauzi Rachman
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/.v2i2.1156

Abstract

PPL merupakan salah satu mata kuliah di Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo  dengan menerjunkan mahasiswa ke lapangan untuk praktik secara langsung di sekolah. Penelitian ini mengguanakan metode kualitatif deskriptif. Pada bulan Agustus 2020, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan baru diantara kurikulum darurat dan perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning dan hijau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran secara luring sangat efektif dan efisien jika dilihat dari dampak negatif yang diberikan dari pembelajaran secara daring seperti diantaranya ancaman putus sekolah, penurunan capaian belajar dan kekerasan pada anak dan risiko eksternal dapat merusak sumber daya manusia yang ada di Indonesia.Kata Kunci: PPL, Luring, Daring, Covid- 19, Kebijakan.
TRACING THE EARLY EMERGENCE AND DEVELOPMENT OF THE CONCEPT OF HISTORICAL LITERACY IN THE 20TH CENTURY: Menelusuri Awal Kemunculan dan Perkembangan Konsep Literasi Sejarah Pada Abad ke-20 Wildhan Ichzha Maulana; I Made Ratih Rosanawati; Fauzi Rachman; Ira Pramudawardhani; Miskawi
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 2 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i2.7657

Abstract

Historical literacy studies have so far tended to focus on its implementation in schools, but the emergence and theoretical development of this concept in the 20th century have not been widely discussed. In fact, the conceptualization of historical literacy in the 20th century serves as a reference its implementation of historical literacy today in almost all schools worldwide, including in Indonesia. It adopts a qualitative library research method, then analyzes the data using Klaus Krippendorff's content analysis model, and strengthens the credibility of the data through source triangulation. The results illustrate that the concept of historical literacy was first formulated by Harry Scheiber in 1978, emphasizing the importance of in-depth knowledge of historical content. In 1989, Diane Ravitch also formulated a similar concept, emphasizing the importance of understanding and remembering the accumulation of historical facts (especially those related to official American history) to improve students' historical knowledge in America, which had declined drastically. In 1991, the concept of historical literacy was refined by Sam Wineburg, emphasizing the strengthening of historical methodological skills such as heuristics, verification, and contextualization. Meanwhile, in the context of current history learning in Indonesia, the concept of historical literacy formulated by Sam Wineburg is apparently relevant to the objectives of history learning in the ‘2013 Curriculum’ and the ‘Merdeka Curriculum’, which both emphasize historical thinking skills through research-based inquiry processes and strengthening historical literacy.