Siti Nurbayti
Program Studi Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : VALENSI

Pembuatan produk biodiesel dari Minyak Goreng Bekas dengan Cara Esterifikasi dan Transesterifikasi Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Badrul Ulum
Jurnal Kimia Valensi JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.482 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i3.115

Abstract

Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial untuk menggantikan bahan bakar solar. Bahan bakunya dapat diperbaharui dan bersifat ramah lingkungan. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemak bebas yang tinggi dalam minyak goreng bekas memerlukan pretreatment (esterifikasi) dalam proses pembuatan biodiesel. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi dan dilanjutkan dengan tahap transesterifikasi. Pada tahap esterifikasi asam lemak bebas dapat diturunkan kadarnya dari 2,5 % menjadi 1,1%. Tahap transesterifikasi didapatkan yield biodiesel sebesar 88%. Karakteristik biodiesel yang dihasilkan yaitu: viskositas dan densitas pada suhu 40oC sebesar 3,2 cSt dan 0,85 g/mL, kadar air 0,002%, indeks setana 51, titik nyala 176oC, dan titik tuang 9oC. Kata kunci: Biodiesel, minyak goreng bekas, esterifikasi, transesterifikasi
Uji Karakteristik Biodiesel yang dihasilkan dari Minyak Goreng Bekas Menggunakan Katalis Zeolit Alam (H-Zeolit) dan KOH Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Arif Rahman Hakim
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.687 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i5.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaketristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng bekas menggunakan katalis H-Zeolit dan KOH. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak goreng bekas dan metanol dalam perbandingan 4:1 (volum) dan suhu 60 oC. Biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan katalis KOH mempunyai densitas 0,85 g/mL dan viskositas 3,09 cSt. Senyawa kimia yang dominan dalam biodiesel adalah metil heksadekanoat (29.90% area), 9-octadecenoic acid (Z)-metil ester (55.80% area). Sedangkan biodiesel yang menggunakan katalis H-zeolit mempunyai densitas 0,78 g/mL dan viskositas 0,35 cSt. Senyawa kimianya adalah metil heksadekanoat (10,85% area) dan 9-octanoic acid (Z)-metil ester (11,97% area). Biodiesel menggunakan katalis KOH memenuhi syarat kualitas biodiesel menurut SNI.
Esterifikasi Asam Lemak Bebas Dari Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Badrul Ulum
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.061 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.201

Abstract

Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemakbebas yang tinggi dalam minyak goreng bekas menyebabkan perlunya dilakukan pretreatmentterhadap bahan baku. Asam lemak bebas dapat diturunkan kadarnya dengan mereaksikan minyakgoreng bekas dengan metanol (reaksi esterifikasi). Pada reaksi esterifikasi didapatkan kondisi optimal: waktu reaksi 2,5 jam, suhu 60 oC dan konsentrasi katalis asam sulfat 0,25 %. Pada kondisi ini asamlemak bebas dapat diturunkan kadarnya dari 2,5 % menjadi 1,1%.
Penggunaan Zeolit Alam sebagai Katalis dalam Pembuatan Biodiesel Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Arif Rahman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.493 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.268

Abstract

Biodiesel merupakan energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar diesel. Biodiesel telahdibuat melalui reaksi transestrifikasi minyak goreng bekas dengan bantuan katalis. Penggunaan zeolitalam sebagai katalis dapat memudahkan separasi biodiesel dari produk samping (gliserol). Pembuatanbiodiesel dilakukan pada suhu 60oC, perbandingan minyak dan metanol 4:1 (volum) denganmemvariasikan waktu reaksi dan konsentrasi katalis zeolit. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktureaksi 5 jam dan konsentrasi katalis zeolit 1% memberikan yield biodiesel terbesar yaitu 12%.
Upgrading Crude Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas menggunakan Katalis H-Zeolit Isalmi Aziz; Muhammad Akbar Tafdila; Siti Nurbayti; Lisa Adhani; Wahyu Permata
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.983 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.10493

Abstract

Crude biodiesel hasil transesterifikasi minyak goreng bekas dapat ditingkatkan kualitasnya melalui proses catalytic cracking menggunakan zeolit alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum proses catalytic cracking dan sifat fisika dan kimia biofuel yang dihasilkan. Reaksi dijalankan dalam reaktor dengan memvariasikan waktu (1, 2 dan 3 jam), konsentrasi katalis (3, 5 dan 7 %), ukuran partikel katalis (180, 250 dan 630μm) dan suhu reaksi (325, 350 dan 375°C). Kondisi optimum proses catalytic cracking crude biodiesel didapatkan pada : waktu  3 jam, konsentrasi katalis 7%, ukuran partikel katalis 180 μm dan suhu reaksi 375°C. Biofuel yang dihasilkan mengandung 6,26% fraksi bensin(C5-C11); 17,6% kerosin (C12-C15), 47,73% biodiesel (C16-C20) dan asam lemak 28,4%. Analisis sifat fisik menunjukan densitas 0,9631g/mL, titik tuang 12°C, titik nyala  49°C dan angka oktan 72,6. Kata kunci: catalytic cracking, crude biodiesel, angka oktan, biofuel. Crude biodiesel from transesterification of used cooking oil can be improved in quality through catalytic cracking using natural zeolite. This study aims to determine the optimum conditions for catalytic cracking and the physical and chemical properties of biofuels produced. The reaction was carried out in the reactor by varying the time (1, 2 and 3 hours), catalyst concentration (3, 5 and 7%), catalyst particle size (180, 250 and 630 μm) and reaction temperature (325, 350 and 375°C) . The optimum conditions for the catalytic cracking crude biodiesel process were obtained at: 3 hours, 7% catalyst concentration, catalyst particle size 180 μm and reaction temperature 375 ° C. The resulting biofuel contains 6.26% gasoline fraction (C5-C11); 17.6% kerosene (C12-C15), 47.73% biodiesel (C16-C20) and fatty acids 28.4%. Physical properties analysis showed density of 0.9631g/mL, pour point 12°C, flash point 49°C and octane number 72.6. Keywords: Catalytic cracking, crude biodiesel, octane number, biofuel. 
Pembuatan Biodiesel dengan Cara Adsorpsi dan Transesterifikasi Dari Minyak Goreng Bekas Lisa Adhani; Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Christie Adi Octavia
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.3107

Abstract

Used cooking oil can be used as raw material for biodiesel, but the levels of free fatty acids (Free Fatty Acid, FFA) is quite high. It is necessary for pretreatment in the form of the adsorption process to reduce levels of FFA. This study aims to determine the optimal conditions of adsorption process and determine the quality of biodiesel produced from adsorption processes and transesterification. Natural zeolites are used as adsorbents activated beforehand using ammonium chloride, calcined and heated to obtain H-zeolite. Furthermore, the adsorption process optimization includes the time, the adsorbent concentration, temperature and particle size. The oil that is already in the adsorption catalyst is reacted with methanol and KOH to obtain biodiesel. The optimum adsorption conditions obtained at the time of 90 minutes, the concentration of H-zeolite 12%, temperature 90 ° C, and a particle size of 0.2 mm that can lower FFA levels from 3.2% to 1.1%. Biodiesel produced meets the quality requirements of SNI 04-7182-2006 with a water content of 0.02%, a density of 857.60 kg / m3, the acid value of 0.29 mg-KOH / g, iodine number 15.71, saponification 168 , 02 and cetane index of 75.62. Compounds contained in biodiesel are methyl 9-octadecanoic (49.45%), methyl heksadekanoat (20.79%), and methyl 9,12oktaekanoat 9.12 (18.87%). Keywords: Biodiesel, used cooking oil, adsorption, transesterification, H-zeolitDOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3107
Penghambatan Enzim Pemecah Protein (Enzim Papain) Oleh Ekstrak Rokok, Minuman Beralkohol Dan Kopi Secara In Vitro La Ode Sumarlin; Siti Nurbayti; Syifa Fauziah
Jurnal Kimia Valensi JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.888 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i3.116

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak rokok, kopi dan minuman beralkohol terhadap aktivitas enzim papain.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak rokok, kopi dan minuman beralkohol terhadap aktivitas enzim pencernaan terutama enzim protease dimana papain digunakan sebagai model.  Enzim papain menghidrolisis substrat dihambat dengan mencegah interaksi antara gugus –SH dari Sis25 dengan atom N imidazol dari His159 dari papain untuk membuat sisi aktif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rokok, ekstrak kopi dan minuman beralkohol masing-masing menunjukkan penghambatan terhadap aktivitas enzim papain sebesar 27,3%, 35%, dan 22,3%. Kata Kunci: Rokok, kopi, alkohol, inhibitor, papain
Pemurnian Gliserol Dari Hasil Samping Pembuatan Biodiesel Menggunakan Bahan Baku Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Fira Luthfiana
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.896 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.226

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memisahkan gliserol dari pengotornya untukmendapatkan kadar yang lebih tinggi. Pemisahan gliserol dilakukan dengan penambahan asamphospat diikuti penambahan karbón aktif untuk menarik sisa kotoran dan warna. Terakhirdigunakan rotary evaporator untuk menarik air. Gliserol yang digunakan dalam penelitian iniberasal dari hasil samping pembuatan biodiesel. Minyak goreng bekas dan katalis KOHdigunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan biodiesel. Hasilnya menunjukkan kadartertinggi gliserol sebesar 76,43 % dihasilkan pada kondisi : pH 6; karbón aktif 5 % dan waktuadsorbsi 24 jam.
Synthesis and Antibacterial Activity of 1,3,5,7-Tetrahydroxy-9,10-Anthraquinone and Anthrone Derivatives Siti Nurbayti; Didin Mujahidin; Yana Maolana Syah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v8i2.25279

Abstract

In this research, the synthesis of 1,3,5,7-tetrahydroxy-9,10-anthraquinone (1) and two anthrone derivatives, 1,3,5,7-tetrahydroxy-10H-anthracene-9-one (2) and 1-hydroxy-3,5,7,9-tetramethoxyanthracene (3) has been done. Compound 1 was synthesized by a symmetrical condensation reaction of 3,5-dihydroxybenzoic acid in concentrated sulfuric acid. Reduction of the carbonyl group in compound 1 with SnCl2/HCl-HOAc affords compound 2. Compound 3 was prepared by modifying the hydroxy groups of compound 2 by a methylation reaction. The synthesized compounds were identified using nuclear magnetic resonance spectroscopy (NMR) and a high-resolution mass spectrometry (HR-ESI-MS). The antibacterial activity test of the synthesized compounds against four pathogenic bacteria, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Salmonella typhi, was carried out using the microdilution method. Compound 3 showed moderate activity against B. subtilis, E. coli and S. typhi with a MIC value of 37.5 µg/mL. Moderate activity was also shown by compound 2 against S. aureus, while compound 1 showed weak activity with a MIC value of 75 µg/mL against the four test bacteria.