Muhammad Elmy
Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kesadaran Moral Hidup Berhukum Warga Negara Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Banjarmasin Akhyar, Zainul; Kiptiah, Mariatul; Elmy, Muhammad; Fahlevi, Reja
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10273

Abstract

Kesadaran moral dalam hidup berhukum merupakan salah satu pilar dari kriteria hukum yang baik dan efektif dalam suatu kehidupan bernegara. Jika kesadaran hidup berhukum warga negara rendah, maka akan berdampak pada tingkat kepatuhan terhadap hukum itu sendiri. Kesadaran moral dalam hidup berhukum ini tampaknya terjadi pada fenomena kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor sebagaimana hasil penelitian ini. Sebagian besar informan masih rendahnya terkait dengan pengetahuan dan pemahaman kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, demikian juga aspek keyakinan dan sikap masih sangat rendah. Sebagai akibatnya perilaku mreka cenderung kurang positif terhadap kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Rendahnya kesadaran moral dalam hidup berhukum ini tampaknya perlu perlu disikapi oleh segenap pihak terkait guna dicarikan solusi yang yang tepat untuk memperbaikinya; karena hal itu akan brdampak signifikan terhadap Pembangunan bangsa dan negara.
Peningkatan Kesadaran Terhadap Pentingnya Memahami Kontrak Kerja Bagi Para Pencari Kerja Dalam Perspektif Yuridis Akhyar, Zainul; Elmy, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v4i2.1876

Abstract

Pada awalnya sistim kontrak kerja diterapkan dalam sector swasta formal; namun sekarang ini sudah menjalar dan dipraktikkan di smua sektor/ bidang pekerjaan; termasuk sector pemerintahan juga dikenal dengan istilah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dengan demikian persoalan perjanjian kerja penting dipahami bagi pencari kerja sebelum perjanjian itu ditandatangani agar mereka lebih dapat memahami tentangapa saja konsekwensi hukum dari suatu perjanjian. Untuk itu peningkatan kesadaran pentingnya memahamai kontrak kerja merupakan sebuah kebutuhan bagi pencari kerja. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dalam bentuk workshop dan pelatihan yang didalamnya disertai dengan ceramah serta diskusi kasus. Kegiatan dihadiri sebanyak 40 peserta. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada pencari kerja dinilai oleh para peserta sangat penting dan memberikan manfaat yang berarti dalam pemahaman mereka mengenai proses dan isi perjanjian kerja secara yuridis. Karena itu mereka memandang perlu kegiatan seperti ini dilanjutkan dan diperluas sasarannya. Selanjutnya dengan adanya kegiatan penyuluhan yang diberikan, peserta semakin menyadarkan diri mereka betapa pentingnya penguasaan, pemahaman dan kesadaran hukum agar apa yang dilakukan dan disepakati dalam perjanjian kerja tidak bertentangan dengan hukum.
CIVIC CHARACTER SOCIAL RELATIONS TOWARDS A STRONG NATIONAL UNITY BASED ON BROTHERHOOD Akhyar, Zainul; Elmy, Muhammad; Kiptiah, Mariatul; Huda, Nurul; Hiliadi, Wardiani
International Conference On Social Science Education Vol 2 (2024): 2nd International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j0wt1m66

Abstract

Social relations between citizens need to be developed to the level of "friendship between citizens" or, with another proverb, "brotherly relations" among humans, and brotherhood among citizens. At the governmental level, the basic principle of the formation of friendly relations and brotherhood among citizens must start from the state's legal policies that are fair to all citizens without discriminating against ethnic groups, sects and population groups in all fields of life; then strengthened and encouraged by the example of "goodness" from community leaders and national leaders. Furthermore, at the level of citizen life, the principle of mutual respect between fellow citizens is also an important part of the life of a pluralistic society; and most importantly, each citizen develops an "attitude of doing good things", and it is done to everyone despite different ethnicities, sects and population groups. Social relations between citizens based on togetherness, friendship and maintaining unity among the diversity of tribes, sects and population groups is a fundamental value recommended by the Pancasila philosophy, which in one of its syllables emphasizes "Indonesian Unity", meaning that the Indonesian nation, which has different backgrounds and conditions of its citizens, must unite as a nation, because this unity will encourage the achievement of the goals of life.
Eksistensi Nilai Kewarganegaraan Ekologis Berbasis Kearifan Lokal di Masyarakat Pesisir Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Kiptiah, Mariatul; Wahyu, Wahyu; Akhyar, Zainul; Elmy, Muhammad; Huda, Nurul
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11364

Abstract

Kebudayaan Indonesia adalah seluruh budaya lokal yang ada di setiap daerah di Indonesia. Eksistensi berarti adanya sesuatu yang ada, sesuatu yang mempunyai kenyataan, sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada untuk menjadi sempurna. Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki potensi pariwisata, pertanian, perikanan, dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan mendalami fenomena alam dan keberadaan sumber daya alam dalam mengkonstruksi nilai kewarganegaraan ekologis berbasis kearifan lokal di masyarakat pesisir. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir mempraktikkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan pemanfaatan limbah menjadi penghasilan tambahan. Kearifan lokal tercermin dari penggunaan alat tradisional seperti sampan dan jaring, memastikan eksploitasi sumber daya alam tidak merusak lingkungan. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai identitas moral masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pemerintah, masyarakat dan para ilmuwan terus berupaya menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat pesisir yaitu gotong-royong dan kerjasama dengan melibatkan generasi muda dalam menciptakan dan memelihara kearifan lokal melalui pendidikan untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga kesadaran terhadap lingkungan hidup.
The Influence of Senior Mentoring on the Adaptation Process of New Students: A Case Study at the Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University Elmy, Muhammad; Maftuh, Bunyamin; Kiptiah, Mariatul; Hakam, Kama Abdul
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.4451-4460

Abstract

This study examines the relationship between senior mentoring programs and the adaptation process of first-year university students. Using a qualitative phenomenological approach, in-depth interviews were conducted with first-year students who participated in a structured senior mentoring program. The findings reveal that consistent interactions, effective communication, and role modeling from senior mentors significantly enhance both academic and social integration among new students. Mentoring not only helps students understand academic systems and manage learning challenges but also fosters self-confidence, a sense of belonging, and emotional attachment to the campus environment. However, the effectiveness of the program is strongly influenced by the quality of the mentor–mentee relationship, the mentor's empathy, and institutional support through training and monitoring systems. The study recommends that higher education institutions design mentoring programs with clear structures, provide communication and leadership training for mentors, and ensure appropriate mentor–mentee matching to optimize adaptation outcomes. These findings contribute to the growing body of literature on peer mentoring and student retention, offering practical insights for improving student engagement and reducing dropout rates in the first year.
Strategi Guru dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di SMPN 3 Pulau Petak Anzhari, Dicky Rahmadian; Elmy, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 3 Pulau Petak, pelaksanaannya dalam pembelajaran dan pembiasaan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai religius dalam pembelajaran, motivasi dan nasihat, serta pembinaan dan pengawasan. Keteladanan dan pembiasaan menjadi strategi dominan melalui doa, budaya salam, tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, pembacaan Surah Yasin, serta contoh perilaku religius dari guru. Strategi tersebut berkontribusi terhadap kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Namun, sebagian peserta didik masih bergantung pada arahan dan pengawasan guru sehingga internalisasi nilai religius belum sepenuhnya berkembang menjadi kesadaran intrinsik. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen kepala sekolah, kerja sama guru, budaya sekolah religius, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan fasilitas, pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, serta keterlibatan orang tua yang belum optimal. Penguatan karakter religius memerlukan pelaksanaan yang konsisten, terpadu, dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga untuk mendorong internalisasi nilai secara lebih berkelanjutan. Teacher Strategies in Strengthening Students' Religious Character at SMPN 3 Pulau Petak Abstract This study aims to describe teachers’ strategies for strengthening students’ religious character at SMP Negeri 3 Pulau Petak, their implementation in learning and habituation activities, and supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative case study. Informants included the principal, Pancasila and Civic Education teachers, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing or verification. Data credibility was examined through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that religious character strengthening was carried out through role modeling, habituation, integration of religious values into learning, motivation and advice, as well as guidance and supervision. Role modeling and habituation were the dominant strategies, implemented through prayers, greeting practices, Qur’anic recitation, congregational prayers, Surah Yasin recitation, and teachers’ religious behavior. These strategies contributed to discipline, politeness, responsibility, participation in religious activities, and compliance with school regulations. However, some students remained dependent on teachers’ guidance and supervision, indicating that religious values had not yet been fully internalized into intrinsic awareness. Supporting factors included the principal’s commitment, teacher collaboration, a religious school culture, and parental support, while inhibiting factors included limited facilities, social media influence, peer environments, and insufficient parental involvement. Strengthening religious character requires consistent, integrated, and collaborative implementation between schools and families to promote sustainable value internalization.