Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Sampah Bagi Masyarakat Desa Wisata Sepakung Menuju Desa Iklim Zulfa Falana Prihandani; Safnawati Khasanah; Yana Afian Nuraini; Irham Adhetya Sanggalangi; Klarensa Windy Asri; Kharisma Dewi; Muhammad Shaid Sangadji; Muhammad Auliyaa Syauqi Thoriq; Nina Widayati; Dwi Pamuji Sulistianto; Tiara Putri Ardiani; Slamet Supriyadi; Nur Amin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i4.265

Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang hingga saat ini masih menjadi pembahasan hangat di semua pihak. Dampak perubahan iklim telah dirasakan hampir di seluruh negara di dunia termasuk perubahan cuaca bumi. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dapat berupa kerugian ekonomi yang bernilai ratusan miliar dolar akibat bencana iklim maupun berupa kerugian yang meningkatkan tingkat morbiditas dan mortalitas masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat desa Wisata Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah untuk mengelola sampah lebih baik sehingga dapat meminimalisir dampak negatif perubahan iklim. kegiatan merupakan pelaksanaan kegiatan pelatihan yang terdiri dari tida kegiatan antara lain: a) workshop tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai jual; b) edukasi tentang bahaya sampah; dan c) bintek mengenai manajemen bank sampah. Kegiatan pelatihan, edukasi dan bintek ini diselenggarakan dan ditujukan bagi warga Desa Wisata Sepakung sebanyak 30 orang warga yang terdiri dari perangkat desa, pengurus BumDes, pengurus Karang Taruna dan warga. Kegiatan workshop, edukasi, dan bimbingan teknis tentang pengolahan sampah, bahaya sampah, dan manajemen bank sampah dapat meningkatkan pengetahuan warga Desa Sepakung secara signifikan (p=0,0001) yang ditunjukkan dengan antusiasme warga yang tinggi dan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah seluruh kegiatan selesai diselenggarakan. Selain itu warga Desa Sepakung juga memiliki minat dan komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan sampah melalui adanya bank sampah yang ditunjukkan dengan adanya kesepakatan pembentukan pengurus bank sampah serta kesepakatan lokasi tempat berdirinya bank sampah. Setelah diterapkannya kegiatan workshop, edukasi, dan bimbingan teknis tentang pengolahan sampah, bahaya sampah, dan manajemen bank sampah ini, diharapkan warga Desa Sepakung dapat menjadi Desa Wisata percontohan yang mempu mengintegrasikan konsep desa wisata dengan desa iklim yang siaga terhadap dampak negatif perubahan iklim.
Pelatihan Pelatih Renang Tentang Keselamatan Berenang Anak Penyandang Disabilitas di Klub Tirta Gemilang Semarang Ika Nilawati; Nur Amin; Risma Alifiani Putri; Atika Kurnia Wardani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.16 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1908

Abstract

Swimming sports activities, among others, are to maintain and improve body fitness, maintain body health, for personal safety, to form physical abilities such as endurance, muscle strength and are also beneficial for children's physical development and growth, for education, recreation, rehabilitation and achievement facilities. Swimming is one of the sports of choice for rehabilitation of physical disorders. Citizens who have physical, emotional, intellectual and or social disabilities have the right to obtain education and the same opportunities to develop as other children, children with disabilities have the potential to live life to the fullest and contribute to society. The purpose of this service activity is to provide training competencies to overcome the difficulties of trainers at the Tirta Gemilang Swimming Club Semarang in training children with special needs or children with disabilities. The target to be achieved in this Community Service is to increase the competence of trainers in the knowledge and ability of swimming coaches in swimming safety techniques for children with special needs or children with disabilities. The method of this activity is in the form of training for swimming club coaches at Tirta Gemilang Semarang. Swimming coaches are given theoretical material, hands-on practice. This Community Service Method with material presentation, question and answer, discussion, training was carried out 2 times in theory and practice, this was done so that participants not only understood the theory, but also received guidance in training directly in the swimming pool properly and correctlyABSTRAKAktivitas olahraga renang antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga kesehatan tubuh, untuk keselamatan diri, untuk membentuk kemampuan fisik seperti daya tahan, kekuatan otot serta bermanfaat pula bagi perkembangan dan pertumbuhan fisik anak, untuk sarana pendidikan, rekreasi, rehabilitasi serta prestasi. Olahraga renang merupakan salah satu olahraga pilihan untuk rehabiltasi kelainan fisik. Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelaktual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan dan kesempatan yang sama untuk berkembang sebagaimana anak-anak lainnya, anak-anak penyandang disabilitas berpotensi untuk menjalani kehidupan secara penuh dan berkontribusi pada masyarakat.Tujuan kegiatan Pengabdian ini adalah memberikan kompetensi melatih untuk mengatasi kesulitan pelatih di Klub Renang Tirta Gemilang Semarang dalam melatih anak berkebutuhan khusus atau anak disabilitas. Target yang ingin dicapai dalam Pengabdian kepada Masyarkat ini adalah meningkatan kompetensi pelatih dalam pengetahuan dan kemapuan pelatih renang dalam teknik keselamatan berenang bagi anak berkebutuhan khusus atau anak disabilitas. Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada para pelatih klub renang Tirta Gemilang Semarang. Pelatih renang diberikan materi teori, praktek langsung. Metode Pengabdian kepada Masyarakatini denganpemaparan materi, tanya jawab, diskusi, Pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali secarateori dan praktek, hal ini dilakukan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teorinya saja, akan tetapi akan mendapat bimbingan dalam melatih langsung di kolam renang dengan baik dan benar.
Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Cedera Pergelangan Tangan Cabor Bola Voli Putri PPLOP Jawa Tengah atikakurniawardani; Novita Nur Mauliana Zekha; Ika Nilawati; Nur Amin
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2289

Abstract

BPPLOP is an abbreviation of Center for Student Sports Centering and Training, BPPLOP especially in Central Java Province is a strategic forum for fostering potential sportsmen at student age, the existence of PPLOP which is centered in Jatidiri Semarang is an integral part of the process of developing superior athletes at the Java Provincial Level Central Java which is packaged in stages or continuously, BPPLOP Central Java fosters 25 sports, one of which is the women's volleyball sport which consists of 13 athletes. Based on the situation analysis, it can be identified the problems that exist in athletes, namely: many volleyball athletes have experienced wrist injuries and most athletes also do not know how to treat and prevent wrist injuries because there is no material related to handling and preventing injuries at school and at BPPLOP there is no socialization related to Handling and Prevention of Injury itself. The target to be achieved from this activity is to increase the knowledge of athletes regarding how to handle and prevent wrist injuries, especially for PPLOP Volleyball Athletes in Central Java. The targets taken in this study were female volleyball athletes totaling 13 athletes with the method used in community service covering 3 stages, namely: The first stage is pre-implementation which includes coordination of implementation, site surveys, licensing, preparation of facilities and infrastructure. The second stage is the implementation of activities which include education/presentation of material related to the handling and prevention of injuries to the wrist and joint discussions. The third stage is after implementation which includes making a final report, writing scientific articles and long-term evaluation of changes in respondents' attitudes.   ABSTRAK BPPLOP adalah singkatan dari Balai Pemusatan dan Latihan Olahraga Pelajar, BPPLOP terutamanya di Provinsi Jawa Tengah ini merupakan wadah yang strategis untuk membina olahragawan potensi diusia pelajar, keberadaan PPLOP yang dipusatkan di Jatidiri Semarang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan proses pembinaan atlet unggulan di Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dikemas secara berjenjang atau berkelanjutan, BPPLOP Jawa Tengah membina cabang olahraga sebanyak 25 cabang olahraga salah satunya yaitu cabor bola voli putri yang terdiri dari 13 atlet. Berdasarkan analisis situasi dapat di ketahui permasalahan yang ada pada atlet yaitu: banyaknya atlet bola voli yang pernah mengalami cedera pergelangan tangannya dan kebanyakan juga atlet belum mengetahui bagaimana penanganan dan pencegahan cedera pada pergelangan tangan di karenakan belum adanya materi terkait penaganan dan pencegahan cedera di sekolah dan di BPPLOP belum adanya sosialisasi terkait Penanganan dan Pencegahan Cedera itu sendiri. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan atlet terkait bagaimana penanganan dan pencegahan cedera pergelagan tangan khususnya pada Atlet Cabor Bola Voli PPLOP Jawa Tengah. Sasaran yang diambil dalam penelitian ini yaitu atlet bola voli putri yang berjumlah 13 atlet dengan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini meliputi 3 tahap, yaitu: Tahap pertama adala pra pelaksanaan yang meliputi koordinasi pelaksanaan, survai lokasi, perizinan, persiapan sarana dan prasarana. Tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan yang meliputi edukasi/ pemaparan materi terkait penanganan dan pencegahan cedera pada pergelangan tangan dan diskusi bersama. Tahap ketiga adalah setelah pelaksanaan yang meliputi pembuatan laporan akhir, pembuatan artikel ilmiah dan evaluasi jangka panjang tentang perubahan sikap responden.
PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH MELALUI KONSUMSI SUPLEMEN, HERBAL DAN PELATIHAN SENAM LANSIA DI MASA NEW NORMAL COVID-19 Melati Aprilliana Ramadhani; Neli Diah Pratiwi; Nur Amin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15158

Abstract

ABSTRAKDunia saat ini sedang terjadi krisis kesehatan dan sosial-ekonomi global yang belum pernah dialami sebelumnya. Hal ini terjadi karena diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19. Covid 19 ini terutama dapat menyerang masyarakat yang memiliki imunitas tubuh yang rendah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap Covid 19 adalah dengan mengkonsumsi suplemen, herbal, dan senam. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan kepada lansia dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh melalui konsumsi suplemen, obat herbal, dan pelatihan senam. Metode pengabdian ini adalah penyuluhan kepada lansia di Desa Kemetul, kemudian pengisian kuisioner pretest dan posttest. Hasil kuisioner pretest dan posttest yaitu rata-rata pengetahuan peserta pretest dan posttest masing-masing adalah 68,2% dan 93,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang cara yang tepat untuk meningkatkan imunitas seperti konsumsi obat herbal, suplemen, serta senam lansia. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini yaitu pengabdian berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan manfaat kepada peserta tentang cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas dengan baik, mudah dan sederhana untuk lansia. Kata kunci : covid-19; imunitas; lansia ABSTRACTThe world is currently experiencing a global health and socio-economic crisis that has never been experienced before. This happened due to the Covid-19 pandemic. Covid 19 can especially attack people who have low body immunity. Several things that can be done to strengthen the immune system against Covid 19 are by taking supplements, herbs, and exercising. The purpose of this community service is to provide knowledge to the elderly in an effort to increase body immunity through consumption of supplements, herbal medicines, and exercise training. This community service method is counseling for the elderly in Kemetul Village, then filling out pretest and posttest questionnaires. The results of the pretest and posttest questionnaires is the average knowledge of the pretest and posttest participants were 68.2% and 93.5%, respectively. It shows that this activity can increase participants' knowledge about the right method to increase immunity such as taking herbal medicines, supplements, and exercising for the elderly. The conclusion of this community service activity is that service goes well and smoothly, as well as providing benefits to participants about method that can be done to increase immunity properly, easily and simply for the elderly. Keywords : covid-19; immunity; elderly
LATIHAN ABC RUNNING BERPENGARUH TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET KARATE INKANAS KABUPATEN JEPARA Wawan Agus Budiawan; Nur Amin; Aristiyanto; Ika Nilawati
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3805

Abstract

Self-defense is a form of one's self-defense or a way for someone to defend themselves from anything that they feel threatens one's personal safety. With the development of the times, self-defense itself has developed into an activity that can make the body healthy, namely karate self-defense, one of which is found in Inkanas, Jepara Regency. The aim of this research was to find out whether ABC running training had an effect on the leg muscle power of Inkanas karate athletes in Jepara district. The research used a total sample of 15 people with the sampling technique being total sampling. The research uses quantitative methods with a quasi-experimental design. The instruments in this research consist of scale boards, chalk, paper, whistles, cones and markers with the collection of information obtained by researchers in the form of pre-test, treatment, and post-test. The results of the research showed that the leg muscle power of Jepara Regency Inkanas Karate Athletes during the pre-test had an average leg muscle power result of 43.93. After being given treatment in the form of ABC Running exercises, the post-test showed an increase with an average of 62.46, and there was an increase in leg muscle power by 42.1%. This conclusion is supported by the results of the T - test which shows the Sig value. (2-tailed) of .000 < 0.05. This shows that there is a significant influence, so that H0 is rejected, and H1 is accepted at the 95% confidence level.   Abstrak Bela diri merupakan salah satu bentuk pertahanan diri seseorang atau sebagai cara seseorang untuk mempertahankan diri dari segala sesuatu yang dirasa mengancam keselamatan diri seseorang. Dengan perkembangan zaman, bela diri sendiri berkembang menjadi sebuah aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh yaitu bela diri karate yang salah satunya terdapat di Inkanas Kabupaten Jepara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah latihan abc running berpengaruh terhadap power otot tungkai atlet karate inkanas kabupaten jepara, Dalam penelitian menggunakan total sampel berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian meggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi exsperimental design), instrumen dalam penelitian ini terdiri dari papan skala, kapur, kertas, peluit, cone dan marker dengan pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pree - test, treatment, danpPost - test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power otot tungkai Atlet Karate Inkanas Kabupaten Jepara pada saat pree - test memiliki hasil power otot tungkai dengan rata - rata 43.93. Setelah diberikan perlakuan berupa latihan ABC Running, post - test menunjukkan peningkatan dengan rata - rata 62.46, dan terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 42,1%. Kesimpulan ini didukung oleh hasil Uji T - test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar .000 < 0.05. hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan, sehingga H0 ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%.  
STATUS GIZI TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEKUATAN OTOT LENGAN ATLET WUSHU SASANA SATRIA PANDANARAN SEMARANG Affan Assidqi; Nur Amin; Ika Nilawati; Aristiyanto
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3890

Abstract

Wushu is a competitive martial art originating from China. Good physical condition is crucial for athletes' performance in competitions. Athletes need to be in good and prime physical condition to face a competition so they can achieve success in championships. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and arm muscle strength of wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang. This study was a quantitative descriptive study. It was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach. The sample in this study was eight wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang, using a total sampling technique. The instruments used were a scale to determine body weight, a microtoice to measure height, and a handgrip dynamometer to measure arm muscle strength. The results showed no significant relationship between nutritional status and arm muscle strength. The results showed that the right arm muscle strength (p=0.710) and the left arm muscle strength (p=0.308) were stronger. The conclusion of this study is that nutritional status is not related to the arm muscle strength of wushu athletes.   Abstrak Wushu adalah olahraga beladiri prestasi yang berasal dari cina Kondisi fisik yang baik merupakan penunjang prestasi bagi atlet dalam bertanding. Atlet memerlukan kondisi fisik yang baik dan prima dalam menghadapi suatu pertandingan sehingga dapat meraih prestasi ketika mengikuti kejuaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian merupakan penelitian descriptive correlational dengan pendekatan cross-secsional. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah timbangan untuk mengetahui berat badan, microtoice untuk mengukur tinggi badan dan handgrip dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan. hasil penelitian menunjukkan  tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan hasil menunjukkan bahwa otot lengan kanan (p=0,710), otot lengan kiri (p=0,308). Kesimpulan dalam penelitian ini status gizi tidak berhubungan dengan kekuatan otot lengan atlet wushu.
Analisis Profil Urin: Implikasi terhadap Status Hidrasi dan Kesehatan (Studi Pada Atlet Sepakbola Muda) Nur Amin; Sumaryanti; Eka Novita Indra
JSH: Journal of Sport and Health Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jsh.v6i2.4650

Abstract

Pemantauan profil urin merupakan metode non-invasif yang efektif untuk mengevaluasi status hidrasi dan indikator metabolik, terutama pada atlet yang memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi. Atlet muda rentan mengalami dehidrasi dan gangguan metabolisme akibat intensitas latihan dan ketidakseimbangan asupan cairan serta nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan urin atlet. Jenis penelitian ini adalah descriptive analitics dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 atlet sepakbola dengan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala warna urin untuk mengetahui status hidrasi. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS. Hasil penelian ini antara lain: Sebagian besar atlet memiliki kadar leukosit positif sebanyak 14 (56%), nitrit 16 (64%), urobilinogen 21 (84%), protein 23 (92%), pH 6 sebanyak 15 (60%), darah 19 (76%), spesifik graffiti sebesar 1.025, yaitu sebanyak 10 (40%) atlet, keton 10 (40%), bilirubin 24 (96%) dan glukosa 23 (92%) atlet. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kandungan dalam urin atlet mengindikasikan terdapat masalah kesehatan atlet sepakbola.
Latihan Metode BEEF Shooting Berpengaruh Terhadap Ketepatan Freethrow Shooting Atlet Basket Stieven Herbet Aprilianes Betty Magdalena; Aristiyanto Aristiyanto; Nur Amin; Guntur Ratih Prestifa Herdinata
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.5173

Abstract

Basketball is a team sport played by two teams of five players each, with the objective of scoring points by shooting the ball into the opponent's hoop as many times as possible. Mastering the free-throw technique is crucial, as proficiency in this skill can determine the outcome of a match. One training method that can be employed to improve shooting accuracy is the BEEF method (Balance, Eyes, Elbow, Follow-Through). This study utilized an experimental method with a one-group pre-test-post-test design. The objective was to determine the impact of the BEEF training method on free-throw shooting accuracy among male basketball athletes at SMKN 1 Bawen. The study involved a total sample of 10 male basketball athletes from SMKN 1 Bawen, selected using the total sampling technique. Data collection involved a free-throw test consisting of 10 attempts. Additionally, BEEF shooting training was conducted over 12 sessions. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the Mann-Whitney test with the aid of SPSS. The results showed that the average score increased from 3.20 in the pre-test to 5.60 in the post-test. Statistical analysis revealed a significance value of 0.04 (<0.05), indicating a significant effect of the BEEF training method on free-throw accuracy. An R-Square value of 0.470 demonstrated that the BEEF method contributed 47% to the outcome. Thus, it can be concluded that shooting practice using the BEEF method significantly improves the free-throw accuracy of basketball athletes at SMKN 1 Bawen. Abstrak   Basket merupakan permainan tim yang dimainkan oleh dua tim, masing-masing dengan lima pemain, dengan tujuan memasukkan bola kedalam ring lawan sebanyak mungkin untuk mendapatkan poin. Salah satu teknik yang sangat penting untuk di kuasai adalah shooting freethrow, dengan menguasai Kemampuan free throw dapat menentukan hasil pertandingan. Salah satu metode latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketepatan shooting adalah metode BEEF (Balance, Eyes, Elbow, Follow Through). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Tujuan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa bepengaruh Latihan metode Beef terhadap ketepatan akurasi freethrow shooting pada altet SMKN 1 Bawen. Dalam penelitian ini mengungakan teknik total sampel berjumlah 10 atlet bola basket putra SMKN 1 Bawen dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes freethrow sebanyak 10 kali percobaan. Serta latihan BEEF Shooting diberikan sebanyak 12 kali pertemuan. Analisis data mengunakan statistik deskriptif dan uji mann whitney dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebesar 3,20 meningkat menjadi 5,60 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,04 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan latihan metode BEEF terhadap ketepatan freethrow. Nilai R Square sebesar 0,470 menunjukkan bahwa metode BEEF memberikan kontribusi sebesar 47%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Latihan shooting dengan metode BEEF berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan freethrow atlet bola basket SMKN 1 Bawen.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN AKURASI  SERVICE BAWAH BOLA VOLI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP N 02 SURUH Muhamad Syarifudin Hidayat; Nur Amin; Aristiyanto; Ika Nilawati
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Agustus 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i8.463

Abstract

Bola voli merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri dari enam pemain, dengan tujuan menjatuhkan bola di area permainan lawan untuk memperoleh poin hingga mencapai skor 25. Dalam olahraga bola voli prestasi, diperlukan penguasaan kondisi fisik, teknik, dan taktik yang baik agar mampu bersaing secara optimal. Salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai oleh pemain adalah service bawah, karena berfungsi sebagai serangan awal dalam permainan. Service bawah yang efektif ditandai dengan ketepatan arah pukulan sehingga dapat menyulitkan lawan dan memberikan keuntungan bagi tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dan koordinasi mata–tangan dengan akurasi service bawah bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 02 Suruh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan regresi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa laki-laki yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kekuatan otot lengan menggunakan handgrip dynamometer, tes koordinasi mata–tangan dengan lempar tangkap bola, serta tes akurasi service bawah bola voli. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan uji regresi ANOVA dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi hubungan kekuatan otot lengan sebesar 0,726, koordinasi mata–tangan sebesar 0,908, serta nilai regresi ANOVA sebesar 0,911 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan koordinasi mata–tangan dengan akurasi service bawah bola voli. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor teknik dan pengalaman latihan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap ketepatan service bawah dibandingkan faktor fisik semata.
Profil Cedera Atlet Kabupaten Semarang: Studi Deskriptif Pada Atlet Binaan KONI Tahun 2026 Nasri Nasri; Nur Amin; Aristiyanto Aristiyanto; Ika Nilawati; Permata Amalya
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.3935

Abstract

Injury is almost inseparable risk of sport participation and may threaten the sustainability of an athlete’s career. Although the Semarang Regency Sports Committee (KONI) oversees roughly 44 sport blanches with more than 500 athletes, systematic data on the injury profile of the population have not previously been available. This stydu aimed to descrive the epidemiological injury profile of club-based athletes under KONI Semarang Regency, covering prevalence, type, mechanism, anatomical location, timing, severity, and recurrence. A descriptive cross-sectional design was applied using stratified random sampling of 160 active athletes from 25 sports branches (mean age 20.3 ± 5.8 years; 50.6% female), using structured questionnaire adapted from the Sports Injury Assessment Form. Within the past 12 months, 32.5% of athletes (n=25) reported having sustained an injury. Sprains were the most common injury type (40.4%), followed by contusions and strains (23.1% each). Most injuries occurred during training rather than competition, and were attributed to overuse (36.5%). The right knee (28.8%) and left knee (25.0%) were the most frequently affected sites. Although most injuries were classified as mind (55.8%), the recurrence rate was relatively high (46.2%). These findings underline the need for a structured injury-prevention programme and an ongoing injury surveillance system within KONI Semarang Regency. Abstrak Cedera adalah risiko yang hampir tidak terpirsahkan dari aktivitas olahraga dan dapat mengancam keberlangsungan karier atlet. KONI Kabupaten Semarang membina sekitar 44 cabang olahraga dengan lebih dari 500 atlet, tetapi data sistematis mengenai profil cedera sejauh ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan mengambarkan profil epidemiologis cedera pada atlet klub binaan KONI Kabupaten Semarang, mencakup prevelensi, jenis, mekanisme, lokasi anatomis, waktu kejadian, tingkat keparahan dan proporsi kejadian berulang. Digunakan desain cross-sectional deskriptif dengan stratified random sampling terhadap 160 atlet aktif dari 25 cabang olahraga (usia rata-rata 20,3 ± 5,8 tahun; 50,6% perempuan), menggunakan kuesioner hasil modifikasi Sport Injury Assessment Form. Dalam 12 tahun terakhir, 32,5% atlet (n=25) melaporkan pernah mengalmi cedera. Keseleo/sprain merupakan jenis cedera terbanyak (40,4%), diikuti memar dan otot tertarik/ strain yang masing-masing sebesar 23,1%. Cedera lebih banyak terjadi saat sesi latihan (63,5%) dibanding pertandingan, dengan kelelahan/overuse sebagai mekanisme paling dominan (36,5%). Lutut kanan (28,8%) dan lutut kiri (25,0%) tercatat sebagai lokasi cedera tersering. Sebagian besar cedera tergolong ringan (55,8%), namun angka kejadian berulang relatif tinggi (46,2%). Temuan ini menegaskan perlunya program pencegahan cedera terstruktur serta sistem surveilans cedera berkelanjutan di lingkungan KONI Kabupaten Semarang.