Elsa Elsi
Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Percetakan Negara No. 29 Jakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

HUBUNGAN PENYAKIT MENULAR BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA Elsi, Elsa
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i2.131

Abstract

Penyakit menular berbasis lingkungan dapat menyebabkan kejadian gizi kurang dan gizi buruk. Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit menular berbasis lingkungan dengan status gizi balita (0-59 bulan) dengan menggunakan data Riskesdas 2007.  Desain penelitian adalah crosssectional  yang  bersifat  deskriptif.  Populasi  penelitian  adalah  seluruh  balita  0-59  bulan  pada  Riskesdas 2007, sedangkan sampel adalah seluruh balita 0-59 bulan pada Riskesdas 2007  dengan ibu yang berusia 15-54 tahun. Kriteria inklusi  adalah seluruh rumah tangga Riskesdas 2007 yang mempunyai balita dengan variabel  yang  lengkap.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi:  karakteristik  balita  (umur,  jenis  kelamin,  berat badan),  karakteristik  ibu  (umur,  pendidikan,  dan  pekerjaan),  penyakit  menular  berbasis  lingkungan (penyakit  filariasis,  demam  berdarah  dengue,  malaria,  infeksi  saluran  pernafasan  akut,  pneumonia, tuberkulosis paru, campak, tifoid, hepatitis, diare), dan lingkungan rumah tangga balita ( kualitas fisik air minum, kualitas tanah, dan pemeliharaan ternak). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi buruk pada balita yang mengalami penyakit menular berbasis lingkungan dan ibu dengan pendidikan SD ke bawah lebih tinggi (OR=2,05) dibandingkan ibu dengan pendidikan perguruan tinggi (OR= 1,12). Sedangkan menurut tempat tinggal diketahui bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi  buruk  pada  balita  yang  mengalami  penyakit  menular  berbasis  lingkungan  dan  bertempat  tinggal di perdesaan lebih tinggi (OR=1,25) dibandingkan balita yang tinggal di perkotaan (OR= 1,12).Kata kunci: penyakit menular, lingkungan, status gizi
HUBUNGAN PENYAKIT MENULAR BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA Elsi, Elsa
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.473 KB)

Abstract

Penyakit menular berbasis lingkungan dapat menyebabkan kejadian gizi kurang dan gizi buruk. Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit menular berbasis lingkungan dengan status gizi balita (0-59 bulan) dengan menggunakan data Riskesdas 2007.  Desain penelitian adalah crosssectional  yang  bersifat  deskriptif.  Populasi  penelitian  adalah  seluruh  balita  0-59  bulan  pada  Riskesdas 2007, sedangkan sampel adalah seluruh balita 0-59 bulan pada Riskesdas 2007  dengan ibu yang berusia 15-54 tahun. Kriteria inklusi  adalah seluruh rumah tangga Riskesdas 2007 yang mempunyai balita dengan variabel  yang  lengkap.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi:  karakteristik  balita  (umur,  jenis  kelamin,  berat badan),  karakteristik  ibu  (umur,  pendidikan,  dan  pekerjaan),  penyakit  menular  berbasis  lingkungan (penyakit  filariasis,  demam  berdarah  dengue,  malaria,  infeksi  saluran  pernafasan  akut,  pneumonia, tuberkulosis paru, campak, tifoid, hepatitis, diare), dan lingkungan rumah tangga balita ( kualitas fisik air minum, kualitas tanah, dan pemeliharaan ternak). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi buruk pada balita yang mengalami penyakit menular berbasis lingkungan dan ibu dengan pendidikan SD ke bawah lebih tinggi (OR=2,05) dibandingkan ibu dengan pendidikan perguruan tinggi (OR= 1,12). Sedangkan menurut tempat tinggal diketahui bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi  buruk  pada  balita  yang  mengalami  penyakit  menular  berbasis  lingkungan  dan  bertempat  tinggal di perdesaan lebih tinggi (OR=1,25) dibandingkan balita yang tinggal di perkotaan (OR= 1,12).Kata kunci: penyakit menular, lingkungan, status gizi