Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompetensi Kepribadian Pendidik Perspektif Pendidikan Islam Imam Fahrudin
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v7i2.13977

Abstract

The teacher is the main actor responsible for developing the full potential of students in the education process. The output produced by the educational process certainly depends on the educator as a role model for students. The task of managing the learning process is not easy for an educator. The demands for a teacher's professionalism are proven by a series of competencies that must be mastered. One of the competencies that must be possessed by educators is personality competence. Educator or teacher are figures who are emulated in their knowledge and personality. The problem today is that not a few teachers are less professional in positioning themselves in front of students This study will look for references for teacher personality competencies in an Islamic perspective. The discussion was written through data mining with literature study. The result found seventeen personalities that must be owned by a teacher. Seventeen personality points formulated in this study will form a teacher with a Muslim personality. It also instills Islamic character and is closer to students, so that the teacher will be more successful in managing the learning process.
Pengguguran Kewajiban Shalat Berjama’ah Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Imam Fahrudin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i10.15359

Abstract

Beralihnya status Covid-19 dari epidemi menjadi pandemi setidaknya sudah dapat mengubrak-abrik tatanan kehidupan umat manusia. Aktivitas kenegaraan dan pemerintahan hingga aktivita warga negara perlu rekontruksi untuk menyesuaikan status darurat kesehatan global Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO. Segala sendi kehidupan dialihkan dari bertemu langsung menjadi virtual. Hal ini dilakukan terkait himbauan social distancing dan work from home. Seseorang harus menunda berpergian, menunda pertemuan, menunda seminar, dan aktivitas-aktivitas yang melibatkan banyak massa. Bahkan kegiatan keagamaan yang notabene adalah hal paling personal juga tidak luput dari pengawasan dan pantauan. Majelis Ulama Indonesia (MUI ) dengan sigap menyikapi status darurat Covid-19 dan himbauan untuk di rumah saja dari kebijakan pemerintah dengan mengeluarkan fatwa nomor 14 tahun 2020 yang berisi usaha-usaha pencegahan penyebaran Covid-19. MUI sejalan dengan NU dan Muhammadiyah, terkhusus dalam penyelenggaraan kegiatan peribadahan yang bersifat massal agar dapat dijalankan di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan semata untuk kemaslahatan umat manusia dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.