Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETERMINASI WISATA THAILAND BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN OUTBOND ASAL INDONESIA Novita Delima Putri; Mima Nizma; Syahid Syahid
Jurnal Industri Parawisata Vol 2, No 2 (2020): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v2i2.35

Abstract

ANALISIS MARKETING MIX PADA PERUSAHAAN MULTI LEVEL MARKETING Mima Nizma
JABE (Journal of Applied Business and Economic) Vol 2, No 4 (2016): JABE
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.906 KB) | DOI: 10.30998/jabe.v2i4.1519

Abstract

Kajian ini ingin menunjukkan bahwa   model  pemasaran  yang berbasis MLM (Multi Level Marketing)  atau pemasaran berjenjang, dalam menjalankan fungsi organisasi  yang berorientasi meraih keuntungan (profit oriented) identik dengan proses  marketing mix  (bauran pemasaran)  baik  dalam melakukan fungsi  jasa distribusi produk yang efektif,  maupun penerapan sistem remunerasi melalui pendekatan kinerja.  Meskipun  dalam operasionalnya  proses operasional MLM, menimbulkan pro  dan kontra (pros and conts).  Selain dari itu, kajian  juga bertujuan untuk  mendalami sejarah, organisasi, proses rekrutmen dan pengembangan bisnis MLM, baik melalui  telitian pustaka (di Perpustakaan dan Perusahaan MLM) maupun perkembangan bisnis MLM di  lapangan. Dalam proses kajian, peneliti  membatasi keberadaan MLM sebagaimana layaknya usaha (business as usual)  dengan mengkaji semua  dinamika yang terjadi dalam pengembangan bisnis, tanpa menyentuh aspek lain yang dapat mengakibatkan bias dalam mengkaji proses marketing mix  dalam perusahaan MLM. Artikel ini  berisikan hasil penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan wawancara yang  mendalam,  baik terhadap para pelaku MLM,  kegiatan bisnis yang berhubungan berhubungan dengan sistem MLM dan membandingkannya dengan proses pemasaran suatu perusahaan, baik yang bersifat penjualan tidak langsung serta  penjualan langsung di mana  dealer  dibayar sesuai dengan sistem bonus yang diterapkan pada MLM. Guna memperoleh hasil kajian yang signifikan, peneliti membandingkan  proses bisnis MLM dengan proses marketing MIX, baik yang diterapkan pada  bauran pemasaran produk (4P, maupun pada  bauran pemasaran jasa (7P).
Analisis Perilaku Konsumen Dalam Membeli Smartphone (Studi Kasus Pengguna iPhone di Kelurahan Gedong) Diki Wahyudi; Vella Anggresta; Mima Nizma
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 1 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i1.1869

Abstract

iPhone sebagai merek smartphone premium menunjukkan tingkat minat konsumen yang tetap tinggi meskipun dipasarkan dengan harga relatif mahal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian iPhone tidak dapat dipahami hanya melalui pertimbangan utilitarian, melainkan melibatkan dinamika perilaku konsumen yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam membeli smartphone iPhone di Kelurahan Gedong dengan menelaah faktor demografi, motivasi pembelian, proses pengambilan keputusan, pengalaman penggunaan, persepsi harga dan nilai, serta faktor sosial dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan analisis tematik berbasis teori perilaku konsumen. Penelitian dilakukan pada 5 orang infroman yang dipilih sesuai dengan kriteria tertentu Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian iPhone tidak semata-mata dipengaruhi oleh pertimbangan rasional terkait kualitas dan fungsi produk, melainkan juga dipengaruhi oleh makna simbolik yang melekat pada merek, pengalaman penggunaan, serta pengaruh sosial dan emosional. Pengalaman penggunaan yang positif membentuk persepsi nilai yang kuat, sehingga harga iPhone dipandang sebanding dengan manfaat dan citra yang diperoleh, sekaligus memperkuat loyalitas konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumen dalam membeli iPhone merupakan hasil interaksi antara faktor rasional, sosial, dan emosional yang saling memperkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pemasaran yang tidak hanya menekankan aspek produk, tetapi juga pengalaman dan nilai merek yang dirasakan konsumen. Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian perilaku konsumen pada konteks smartphone premium, sementara secara praktis memberikan implikasi bagi strategi pemasaran berbasis pengalaman dan penguatan nilai merek jangka panjang.