Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI DIREKTIF KEBERLANJUTAN ETIKA DAN KOMUNIKASI EFEKTIF INDUSTRI PARIWISATA MENGHADAPI ISO 45001 MDD Maharani; Marlinda Irwanti Poernomo
Jurnal Industri Parawisata Vol 4, No 1 (2021): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i1.416

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (i) menganalisis komponen penting dan diperlukan dalam keberlanjutan etika dan komunikasi yang efektif di industri pariwisata dalam menghadapi ISO 45001; (ii) merumuskan dan merekomendasikan strategi arahan keberlanjutan etika dan komunikasi yang efektif dalam industri pariwisata menghadapi implementasi ISO 45001. Metode yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS), leverage analisis, Monte Carlo analisis, dan SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) analisis. Atribut-atribut yang disertakan dalam analisis MDS adalah: (i) studi literatur; (ii) pendapat ahli dari unsur bidang ISO 45001, industri pariwisata, akademisi dan pemerintah; serta data primer di lapangan. Nilai indeks keberlanjutan etika dan komunikasi industri pariwisata sebesar 74,55 persen (cukup berkelanjutan). Ada dua atribut leverage dengan nilai Root Mean Square (RMS): (i) mengevaluasi dan memodifikasi sistem pengiriman layanan adalah 4,51; dan (ii) peran kelembagaan sertifikasi internasional ISO 45001 adalah 3,13. Hasil atribut leverage melalui konsultasi ahli disertakan sebagai faktor internal dan eksternal dalam SWOT analisis. Selanjutnya output analisis SWOT akan menghasilkan strategi direktif. Strategi yang dihasilkan adalah kolaborasi kekuatan dan peluang, yaitu Meningkatkan evaluasi dan modifikasi sistem melalui komunikasi yang efektif dengan lembaga sertifikasi internasional ISO 45001.
ELEMEN-ELEMEN KUNCI PENGELOLAAN EKOWISATA MENGHADAPI ENDEMI DAN PASCA PANDEMI (STUDI KASUS: BOGOR FRUIT GARDEN, GUNUNG MENYAN, DESA PAMIJAHAN, KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR, PANTAI PANJANG DAN TAHURA DI BENGKULU) MDD Maharani; Marlinda Irwanti Poernomo; Nurwiyoto Nurwiyoto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.13

Abstract

Bogor Fruit Garden Gunung Menyan merupakan taman wisata alam, edukasi yang menyenangkan dengan konsep outing class, memiliki lahan seluas 3,30 ha yang ditanami tanaman hortikultura, yaitu kombinasi antara taman bunga, buah dan fitofarmaka. Sedangkan wisata alam Pantai Panjang memiliki panjang pantai pasir putih 10 km yang tumbuh dengan baik pohon Cemara Laut dan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Bengkulu yang diprogramkan menjadi habitat baru bunga Rafflesia. Tujuan penelitian ini adalah: (i) menganalisis komponen penting dan diperlukan dalam pengelolaan ekowisata menghadapi endemi pasca pandemi; (ii) merumuskan dan merekomendasikan elemen-elemen kunci pengelolaan ekowisata sebagai dasar strategi operasional pengelolaan ekowisata. Penelitian dilakukan di kawasan wisata BFG Gunung Menyan Pamijahan Kabupaten Bogor, Pantai Panjang dan Tahura Rajo Lelo di Bengkulu pada Nopember 2021 hingga Februari 2022. Metode yang digunakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM), dengan menyertakan tiga elemen (tujuan, tolok ukur dan kendala). Analisis ISM akan menghasilkan sub-elemen kunci dan 4 (empat) klasifikasi sub-elemen, yaitu Autonomous, Dependent, Linkage dan Independent. Analisis ISM dapat menyediakan keadaan yang sangat baik untuk memperoleh keragaman dan sudut pandang berbeda yang sangat kompleks. Elemen-elemen sistem disajikan dalam sebuah gambaran grafikal dari setiap hubungan dan tingkat hirarkinya. Ditemukan sebagai tujuan kunci adalah menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat UMKM dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 2. Sebagai tolok ukur kunci adalah peningkatan konservasi lahan dengan Driver Power sebesar 6 dan Dependence sebesar 1, dan sebagai kendala kunci adalah konflik perebutan sumber daya lahan dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 1.
MEMORABLE TORISM EXPERIENCE SEBAGAI DAYA SAING KEBERLANJUTAN EKOWISATA HALAL MDD Maharani; Ahmad Cho Min Haeng
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.94

Abstract

Ekowisata yang berharmonisasi dengan wisata halal mulai populer. Pengembangan wisata halal mulai dilakukan oleh berbagai negara, baik negara-negara muslim maupun non-muslim. Tulisan ini akan membahas penilaian Memorable Tourism Experience sebagai faktor penentu daya saing destinasi ekowisata halal. Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi penilaian Memorable Tourism Experience sebagai daya saing keberlanjutan ekowisata halal. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penilaian daya saing terhadap destinasi ekowisata halal didasarkan pada Memorable Tourism Experience (MTE) yang didapatkan oleh wisatawan yang pernah berwisata di Indonesia, Thailand serta Korea Selatan. Tahapan awal analisis dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang diperoleh dari jawaban wisatawan terhadap pertanyaan tentang MTE yang diberikan oleh destinasi ekowisata halal Kota Bogor (mewakili Indonesia), Bangkok (mewakili Thailand) dan Itaewon (mewakili Korea Selatan). Data kemudian dianalisis menggunakan RAP-EcoTourism. Metode RAP-EcoTourism menggabungkan 3 analisis statitik yaitu: Multidimensional Scalling (MDS), Monte Carlo Simulation, dan Jacknife Resampling. Bogor (mewakili Indonesia), Bangkok (mewakili Thailand) dan Itaewon (mewakili Korea Selatan), sebagai destinasi ekowisata halal dinilai belum memiliki daya saing kuat dilihat dari MTE yang diberikan kepada wisatawan. Hedonism merupakan atribut yang paling berperan dalam memengaruhi penilaian wisatawan terhadap MTE. Hedonism berkaitan dengan pemenuhan kepuasan pribadi dari wisatawan.
PERANCANGAN INDIKATOR KINERJA UTAMA KAWASAN HALAL AGRO-EKO-WISATA (STUDI KASUS: RANCAMAYA BOGOR) MDD Maharani; Tanjung
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.95

Abstract

Agro-Eko-Wisata Halal (AEW-H) merupakan kategori yang sedang naik daun yang berpotensi menjadi ceruk pasar. AEW-Halal adalah subjek studi yang masih dalam tahap awal, tetapi pada tingkat praktis, jumlah produk dan layanan halal mulai tumbuh di seluruh dunia. AEW-H adalah bagian dari pengembangan industri halal dan ekonomi syariah yang secara umum memerlukan kebijakan pengembangan yang komprehensif dan terintegrasi agar implementasinya efektif. Namun demikian, belum tersedia indikator yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan dalam penerapan AEW-H, sehingga dapat diterima oleh wisatawan muslim, non muslim. Tujuan penelitian adalah menginventarisasi indikator-indikator kinerja yang dibutuhkan dalam merancang kawasan AEW-H yang nantinya akan digunakan untuk merumuskan kebijakan strategis penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Metode yang digunakan adalah Delphi, dengan output adalah komponen-komponen yang akan diusulkan sebagai IKU Kawasan AEW-H. Hasil rumusan perancangan Indikator Kinerja Utama Kawasan Agro-Eko-Wisata Halal adalah: (i) peningkatan ekonomi daerah; (ii) peningkatan jumlah IKM pemanfaat teknologi proses halal; (iii) peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna; (iv) peningkatan jumlah investasi; (v) peningkatan perijinan usaha; (vi) jumlah dan lama kunjungan wisatawan; (vii) prosentase pangan halal segar dan olahan non kemasan yang aman dikonsumsi; (viii) peningkatan konsumsi energi; (ix) peningkatan pola pangan harapan; (x) peningkatan protein, (xi) peningkatan produksi peternakan, perikanan, tanaman; (xii) peningktan Pemanfaatan e-commerce.