Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Komunikasi Interpersonal Penyuluh Agama Islam Kepada Masyarakat Di Kementrian Agama Kota Jakarta Selatan Muhammad Yunus Hasyim; Marlinda Irwanti Poernomo; Jamalullail; Gloria Angelita Tomasowa
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i2.4675

Abstract

Komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam di Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan memainkan peran penting dalam menyampaikan ajaran agama dan nilai-nilai moral kepada masyarakat. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptifkualitatif, untuk mendapatkan data-data di lapangan peneliti mengunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam subyek dalam penelitian ini Komunikasi interpersonal penyuluh Agama Islam kepada masyarakat. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberhasilan komunikasi ini bergantung pada kemampuan penyuluh dalam mengelola elemenelemen komunikasi interpersonal, seperti sumber-penerima, encoding-decoding, pesan, media, gangguan, konteks, etika, dan kompetensi. sehingga masyarakat merasa nyaman dengan adanya program yang diberikan. Sedangkan faktor penghambat dalam komunikasi interpersonal antara penyuluh agama dengan masyarakat yakni sebagai berikut ; faktor gangguan dalam komunikasi bersifat fisik, psikologis, dan semantik.
GIBRAN RAKABUMING RAKA'S RHETORIC IN THE 2024 CAWAPRES DEBATE IN A STUDY OF ARISTOTLE'S RHETORIC THEORY Rina Raflina; Marlinda Irwanti Poernomo
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 6: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i6.10023

Abstract

This research wants to know phronesis (intellectual), arate (quality), eunonia (good intentions), namely the elements of ethos, as well as pathos and logos found in Gibran Rakabuming Raka's rhetoric in the 2024 cawapress debate. This research is qualitative research using a content analysis approach. Content analysis is a systematic technique for analyzing message content and characterizing messages. Data collection in this research was through interviews with key informants, namely the audience and the Parabowo-Gibran success team as well as YouTube videos of the 2024 cawapres debate carried out by the Indonesian Broadcasting Commission (KPU). The theory used in this research is Aristotle's rhetorical theory which contains elements of ethos, phatos and logos. The results of interviews with informants (audience) in this research found that Gibran Rakabuming Raka has a unique character, straightforward, no nonsense, calm, rational, sharp, an open young man (ethos).
ELEMEN-ELEMEN KUNCI PENGELOLAAN EKOWISATA MENGHADAPI ENDEMI DAN PASCA PANDEMI (STUDI KASUS: BOGOR FRUIT GARDEN, GUNUNG MENYAN, DESA PAMIJAHAN, KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR, PANTAI PANJANG DAN TAHURA DI BENGKULU) MDD Maharani; Marlinda Irwanti Poernomo; Nurwiyoto Nurwiyoto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.13

Abstract

Bogor Fruit Garden Gunung Menyan merupakan taman wisata alam, edukasi yang menyenangkan dengan konsep outing class, memiliki lahan seluas 3,30 ha yang ditanami tanaman hortikultura, yaitu kombinasi antara taman bunga, buah dan fitofarmaka. Sedangkan wisata alam Pantai Panjang memiliki panjang pantai pasir putih 10 km yang tumbuh dengan baik pohon Cemara Laut dan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Bengkulu yang diprogramkan menjadi habitat baru bunga Rafflesia. Tujuan penelitian ini adalah: (i) menganalisis komponen penting dan diperlukan dalam pengelolaan ekowisata menghadapi endemi pasca pandemi; (ii) merumuskan dan merekomendasikan elemen-elemen kunci pengelolaan ekowisata sebagai dasar strategi operasional pengelolaan ekowisata. Penelitian dilakukan di kawasan wisata BFG Gunung Menyan Pamijahan Kabupaten Bogor, Pantai Panjang dan Tahura Rajo Lelo di Bengkulu pada Nopember 2021 hingga Februari 2022. Metode yang digunakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM), dengan menyertakan tiga elemen (tujuan, tolok ukur dan kendala). Analisis ISM akan menghasilkan sub-elemen kunci dan 4 (empat) klasifikasi sub-elemen, yaitu Autonomous, Dependent, Linkage dan Independent. Analisis ISM dapat menyediakan keadaan yang sangat baik untuk memperoleh keragaman dan sudut pandang berbeda yang sangat kompleks. Elemen-elemen sistem disajikan dalam sebuah gambaran grafikal dari setiap hubungan dan tingkat hirarkinya. Ditemukan sebagai tujuan kunci adalah menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat UMKM dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 2. Sebagai tolok ukur kunci adalah peningkatan konservasi lahan dengan Driver Power sebesar 6 dan Dependence sebesar 1, dan sebagai kendala kunci adalah konflik perebutan sumber daya lahan dengan Driver Power sebesar 7 dan Dependence sebesar 1.
COMPARISON OF THE STRENGTH OF POLITICAL COMMUNICATION OF THREE PAIRS IN THE 2024 INDONESIAN PRESIDENTIAL ELECTION: A QUALITATIVE REVIEW OF THE BANDWAGON EFFECT, EXPECTED UTILITY, AND SIMPLE CANDIDATE PREFERENCE MODELS Iskandar Muda Hasibuan; Morissan, Morissan; Marlinda Irwanti Poernomo
International Journal of Social Science Vol. 5 No. 5 (2026): February 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v5i5.12388

Abstract

The 2024 Indonesian Presidential Election demonstrated the imbalance in political communication power between the three candidate pairs: Prabowo–Gibran (PRAGIB), Anies–Muhaimin (AMIN), and Ganjar–Mahfud (GAMA). This imbalance is evident in each pair's ability to leverage voter behavior through three models: the bandwagon effect, expected utility, and simple candidate preference as proposed by Abramowitz (1989). This study aims to compare the political communication power of the three candidate pairs in implementing these three models of voter behavior in the 2024 Presidential Election. The study used a descriptive qualitative approach with a focus on the political communication strategies of the three candidate pairs. Data were collected through in-depth interviews with two key informants involved in national political surveys and campaign political communications. Analysis was conducted using comparative analysis techniques to identify patterns of intensity and effectiveness of each pair's communication strategies. The results show that PRAGIB is the most dominant pair in the three models of voter behavior. They succeeded in maximizing the bandwagon effect through mass mobilization, media support, and digital campaigns. In the expected utility model, PRAGIB stands out through concrete program promises that are easily understood by the public. In simple candidate preference, Prabowo's personal image and Gibran's association with President Jokowi generated a simple but highly effective preference. AMIN held a middle ground, with strength in the urban-educated segment but limited grassroots reach. GAMA held the weakest position in all three models due to its inconsistent narrative, image, and mobilization strategy. This research confirms that the dominance of political communication was a key factor in PRAGIB's electoral success in the 2024 presidential election.