Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Modulation Found in Translation of Poco Lo Coco Movie Widya Ningrum; Diana Chitra Hasan; Al Azwad Fauzan
Journal Polingua: Scientific Journal of Linguistics, Literature and Language Education Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/polingua.v7i2.68

Abstract

The aims of this study are to find the types of modulation strategy in translation Poco Lo Coco movie and describe the accuracy of modulation of English to Indonesian. The research used a descriptive qualitative method. The data of this  research are the utterances or sentences in movie subtitle both English and Indonesian with the source of the data of this research is Poco Lo coco movie.The data collected by watching the movie, and categorized the collected data based on types of modulation strategy and asses accuracy of modulation. The writer find out there are three types of modulation found in the Poco Lo Coco movie such as free modulation, addiction or creation, point of view shift.While the translation using modulation procedure could be concluded categorized as accurate, less accurate and inaccurate.Based on the findings, it can be concluded that there are three from eleven types of modulation are found in the movie subtitle:Poco Lo coco.
An Analysis of Translation Procedures Found in the Translation of Movie Subtitle: Zootopia Fenti Rizki Ananda; Diana Chitra Hasan; Temmy Thamrin
Journal Polingua: Scientific Journal of Linguistics, Literature and Language Education Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.489 KB) | DOI: 10.30630/polingua.v8i1.75

Abstract

In this research, the writer attempts to find out the translation procedures in the translation of movie subtitle: Zootopia from English to Indonesian subtitle to determine the intended audience of the movie. The research used a descriptive qualitative method. The data of this research are the utterances or sentences in movie subtitle both English and Indonesian with the source of the data of this research is Zootopia movie. The writer used Indonesian subtitle from the site called subscene where the translators around the world could translate movies into many languages. The data collected by watching the movie with both English and Indonesian subtitles, and categorized the collected data based on each translation procedures of Newmark. The writer figured out that the intended audience is all ages group and the writer also found ten translation procedures used in the movie subtitle: Zootopia. The ten translation procedures are couplets, modulation, paraphrase, reduction, literal translation, cultural equivalent, transference, functional equivalent, naturalisation, transposition/shifts. Based on the findings, it can be concluded that the intended audience of Zootopia movie is all ages group and there are ten from nineteen procedures are found in the movie subtitle: Zootopia.  
MEMPERKUAT HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA MELALUI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA Diana Chitra Hasan; Temmy Thamrin; Yusrita Yanti; Nova Rina; Fadlul Rahman
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6078

Abstract

Kegiatan PKMini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya mahasiswa Malaysia yang akan mengikuti berbagai kegiatan seperti student exchange, academic exchange dan cultural exchange ke Indonesia. Dalam setiap kegiatan internasional yang melibatkan mahasiswa lebih dari satu negara selalu terdapat potensi kesalahpahaman karena perbedaan budaya. Rendahnya pemahaman lintas budaya ini bukan masalah kecil karena jika ini terjadi, tujuan global dari kegiatan antarbangsa yaitu memperluas jejaring yang dapat dipertahankan untuk jangka panjang, tidak akan dapat terwujud. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Selangor. Meskipun berasal dari bangsa serumpun, bukan berarti tidak terdapat perbedaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman lintas budaya. Dari sisi semantis, misalnya banyak kata yang sama tetapi memiliki makna yang jauh berbeda di kedua negara. Agar kegiatan yang melibatkan budaya yang berbeda dapat mencapai tujuannya, maka pemahaman lintas budaya perlu ditingkatkan. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kompetensi interkultural mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural adalah kompetensi pemahaman lintas budaya yang mencakup tiga dimensi yaitu dimensi sensitivitas, kesadaran (awaraness) dan keahlian (skill). Peningkatan kompetensi ini dapat dicapai dengan memberikan workshop dan seminar peningkatan pemahaman lintas budaya oleh pelaku PKM kepada mahasiswa-mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural peserta dapat diukur menggunakan skala yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya yaitu Intercultural Sensitivity Scale (ISS) dan Developmental Model of Intercultural Sensitivity. Dari kedua pengukuran ini diperoleh data kuantitatif tentang tingkat pemahaman lintas budaya peserta workshop yang dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang diperlukan untuk kesiapan mahasiswa menjadi peserta kegiatan internasional.