Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

URGENSI PENGETAHUAN KRITIK HADIS BAGI PRAKTISI DAKWAH Ahmad khairuddin
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v18i1.3091

Abstract

ABSTRACTTulisan ini berusaha untuk melihat urgensi pengaruh tentang kritik Hadis yang terdiri dari berbagai hal yang berhubungan dengan kritik hadis bagi para praktisi dakwah. Karena banyak dari pendakwah yang tidak mengetahui hal yang berhubungan dengan hadis khususnya kritik Hadis sehingga kurang hati-hati dalam mengutip Hadis sebagai sandaran bahan dakwahnya. Kesalahan ini akan berdampak fatal dalam pemahaman dan pengamalan Hadis dimaksud. ABSTRACTThis paper is portraying the urgency of hadith criticism influences which consist of many variables that is crucial to any Islamic preachers. Since there are lots of Islamic preachers who have lack of knowledge on the importance of hadith, especially hadith criticism, some of them may fall into citing or quoting recklessly from any hadith and consider it as reference of their preaching. These mistakes will result in a fatal impact in understanding and practicing hadith as mentioned earlier.
Model Penggodokan Keikhlasan Santri Anwaha Marindi Dan Almadaniyah Jaro Syahrani Syahrani; Ridhahani Fidzi; Ahmad Khairuddin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i3.1055

Abstract

Kehidupan di Pondok Pesantren dengan ujian keikhlasan dalam menjalaninya karena adanya kegiatan yang terjadwal hingga 24 jam, belum lagi kegiatan individual yang harus disesuaikan dengan jadwal kegiatan pondok. Penelitian ini bertujuan sebagai tindakan refleksi atas adanya keluhan santri dengan kegiatan yang padat bahkan hampir terjadi pada semua pesantren banyaknya santri baru yang memutuskan untuk berhenti dari pesantren. Metode Research and Development dijadikan jalan untuk merancangan model penggodokan keikhlasan berbasis kegiatan yang sudah membudaya di pesantren Anwarul Hasaniyyah dan Almadaniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penggodokan keikhlasan sangat berpengaruh terhadap keikhlasan santri dalam mengikuti kegiatan yang ada di pondok pesantren tempat mereka mengenyam pendidikan. Adapun model penggodokan keikhlasan santri Anwaha Marindi dan Almadaniyah Jaro Kabupaten Tabalong melalui empat tahapan yaitu: Pertama moral berlief berupa penanaman keyakinan yakni penjelasan bahwa di pesantren banyak kegiatan untuk melatih santri agar terbiasa ikhlas dalam menjalaninya. Kedua moral participation berupa kegiatan partisipasi yakni mewajibkan santri untuk berpatisipasi dalam kegiatan terjadwal, seperti pengembangan menu dan bumbu arabian resto, layanan anwaha food, syauqul habib anwaha, tabalong bershalawat, majelis silaturrahmi, kurir anwaha food, memasak untuk semua penghuni pondok, pengelolaan infak dan wakaf, latihan rebana, muhadarah, olahraga, seni lukis dan kaligrafi serta karya ilmiah. Ketiga moral action berupa aksi kesadaran dengan cara memberikan kesempatan kepada santri untuk mengadakan kegiatan sesuai keinginan dan inisiatif mereka sendiri sperti multimedia, menjadi sopir, beternak sapi, beternak kambing dan komputerisasi. Keempat  experential moral berupa berkaca dari pengalaman moral dengan cara memberikan bimbingan intropeksi diri dengan berkaca dari pengalaman asatidz dan teman melalui muhasabah.
KONSTITUSI MADINAH: LATAR BELAKANG DAN DAMPAK SOSIAINYA Ahmad Khairuddin
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.960

Abstract

This srudy views the sociat history behind the binh of Madinah Charrer aid its impacts in life and civics. Th;s constitution is a written agreement between the lrropher and yastrib community which began *,ith a longjprocess, among the non conducive social condition rhat necded an arbitrary. although ii is very simpte, this constitution has a very significant impact since its irteal principles are stiU relevant in solving roday,s civic problems.
URGENSI PENGETAHUAN KRITIK HADIS BAGI PRAKTISI DAKWAH Ahmad khairuddin
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.323 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v18i1.3091

Abstract

ABSTRACTTulisan ini berusaha untuk melihat urgensi pengaruh tentang kritik Hadis yang terdiri dari berbagai hal yang berhubungan dengan kritik hadis bagi para praktisi dakwah. Karena banyak dari pendakwah yang tidak mengetahui hal yang berhubungan dengan hadis khususnya kritik Hadis sehingga kurang hati-hati dalam mengutip Hadis sebagai sandaran bahan dakwahnya. Kesalahan ini akan berdampak fatal dalam pemahaman dan pengamalan Hadis dimaksud. ABSTRACTThis paper is portraying the urgency of hadith criticism influences which consist of many variables that is crucial to any Islamic preachers. Since there are lots of Islamic preachers who have lack of knowledge on the importance of hadith, especially hadith criticism, some of them may fall into citing or quoting recklessly from any hadith and consider it as reference of their preaching. These mistakes will result in a fatal impact in understanding and practicing hadith as mentioned earlier.
Undang-Undang PKDRT dalam Perspektif Hadis Ahmad Khairuddin Hairul Hudaya M. Noor Fuady
Muadalah Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsga.v1i2.671

Abstract

To protect family members from violence, the government in particular has ratified the Act on the Abolition of Domestic Violence (PKDRT) in 2004. According to the Act, violence may cover four things: physical, psychological, economic and sexual violences. Islamic teachings, especially those derived from the hadith, already contained a number of provisions which provide protection for family members, particularly wives, as mentioned in the Domestic Violence Act. Prophet, for example, denounced those who hit their wives like beating slaves, forbade the insult of wife and the prostitution againts women slaves, and encouraged to fulfill economic rights of wives. However, not all categories of violence that exist in PKDRT and in hadith are shared the same. Some differences lie between the two, especially in relation to sexual violence against wives.
Management in Internalizing the Values of Ikhlas in Islamic Boarding Schools Syahrani; Mahyuddin Barni; Ahmad Khairuddin
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.84

Abstract

The growing demand for character education has exposed a critical gap between the conceptual teaching of moral values and their authentic internalization in learners’ lived experiences, particularly within faith-based educational contexts. Despite the centrality of sincerity (ikhlas) in Islamic moral philosophy, there remains a lack of empirically validated and integrative models that systematically translate this value into consistent behavior and moral identity. This study aims to address this gap by developing and validating a structured, sequential model of sincerity internalization that integrates moral belief, moral participation, moral action, and experiential moral transformation. A mixed-methods approach within a quasi-experimental design was employed, involving 120 students from two Islamic boarding schools divided into experimental and control groups. Quantitative data were collected using a validated Sincerity Internalization Scale and analyzed through paired and independent sample t-tests with effect size calculation, while qualitative data were examined using thematic analysis to capture experiential change. The results indicate a statistically significant improvement in the experimental group (p < 0.001) with a large effect size (d = 1.21), demonstrating a substantial impact of the intervention. All dimensions of internalization improved consistently, with the experiential moral phase showing the highest transformation, indicating that sincerity becomes fully internalized when it evolves into an embodied and reflective moral identity. This study provides one of the first empirically validated sequential models of sincerity internalization that explicitly integrates experiential transformation as the culminating stage. By bridging the gap between moral cognition and lived moral practice, the findings offer a new paradigm for character education, shifting the focus from symbolic instruction to measurable and transformative moral development.