Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU IBU HAMIL DAN MOTIVASI PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI DI KLINIK BERSALIN ROMANA TAHUN 2016 Anita Veronika Barus; Bernadetta Ambarita
Elisabeth Health Jurnal Vol 1 No 2 (2016): Vol 1 No 2 (2016) : Elisabeth Health Jurnal
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/ehj.v1i2.193

Abstract

Iron nutritional anemia may increase the risk of complications and deaths in pregnancy and childbirth in the event of excessive bleeding. Most likely the cause is pregnant women who do not consume iron tablets. Iron nutritional anemia is one of the main nutritional problems in Indonesia where the mortality rate in pregnant women is still quite high. To overcome these problems, the government implemented a program of giving iron tablets to pregnant women. Goals : This research was conducted in Romana Maternity Clinic which aims to know the relationship between pregnant women behavior and the motivation of health officer with compliance to consume iron tablets in pregnant women. Methods : The type of this research is descriptive analytic survey research using questionnaire as an interview guide. The population in this study were all pregnant women (sekundigravida and multigravida) who checked her pregnancy at Romana Maternity Clinic. The entire population becomes the object of research. Result : The results showed that 72% of obedient pregnant women consumed iron tablets and 28% did not comply. From result of data analysis using chi-square found that knowledge of pregnant mother correlated significantly with compliance to consume iron tablet, while result of exact fisher data analysis obtained by attitude of pregnant mother, pregnant woman action and motivation of health officer not related significantly with compliance consuming tablet substance iron. Conclution : It is recommended that the knowledge of the community, especially pregnant women about the importance of iron tablets is further enhanced as well as health workers to improve IEC (Communication, Information and Education) to pregnant women who check their pregnancy at puskesmas to overcome iron nutrition anemia.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU REMAJA PUTERI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SMP NEGERI 1 DELI TUA TAHUN 2015 Anita Veronika
Elisabeth Health Jurnal Vol 1 No 2 (2016): Vol 1 No 2 (2016) : Elisabeth Health Jurnal
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/ehj.v1i2.195

Abstract

The most crucial thing during the puberty for female teenagers is having the first menstruation or menarche, it becomes the biological signs for sexual maturity. Menarche is the first menstruation for the women that can be the initial for the maturity and healthy women. The purpose of this study is to find out the factors related to female teenagers action in facing the menarche in SMP Negeri 1 Deli Tua. The study method is quantitative approach with Cross sectional method. The damples are 92 people. The results of this study are (1) there is correlation between knowledge and female teenagers action in facing menarche in SMP Negri 1 Deli Tua 2015 with p-value 0,029; (2) there is correlation between behavior and female teenagers action in facing menarche in SMP Negri 1 Deli Tua 2015 with p-value 0,012; (3) there is correlation between family support and female teenagers action in facing menarche in SMP Negri 1 Deli Tua 2015 with p-value 0,000; (4) there is correlation between peers and female teenagers action in facing menarche in SMP Negri 1 Deli Tua 2015 with p-value 0,045; (5) there is correlation between internet and female teenagers action in facing menarche in SMP Negri 1 Deli Tua 2015 with p-value 0,004; (6) the most dominant factor is family support. It is recommended to the family to give support for the female teenagers in preparing the menarche so they can have good sexual reproduction.
PELAYANAN KESEHATAN DAN PENGENALAN MANFAAT PIJAT BAYI KEPADA IBU-IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-12 BULAN Desriati Sinaga; Aprilita Sitepu; Ermawaty A. Siallagan; Anita Veronika; Merlina Sinabariba; R. Oktaviance S; Bernadetta Ambarita; Risda M. Manik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11828

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan dan pengenalan manfaat pijat bayi kepada para ibu yang memiliki bayi. Pijat bayi dipercaya dapat menjaga kesehatan, mampu merangsang dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Pengabdian ini mengedukasi dan membantu ibu untuk melakukan pijat bayi yang benar untuk dapat dillakukan secara mandiri di rumah. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu yang memiliki bayi umur 0-12 bulan. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan perencanaan dilakukan dengan cara survey pendahuluan ke lokasi pengabdian untuk melihat cakupan sasaran dan angka pelaksanaan pijat bayi. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan informasi kesehatan dan melakukan demontrasi teknik pijat bayi yang benar kemudian menganjurkan ibu untuk mempraktikkan langsung kepada bayinya. Tahap evaluasi dilakukan di setiap tahapan pemijatan pada saat mendampingi ibu. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan pengabdian ini bahwa ibu memahami pentingnya pijat bayi sangat antusias dan bersedia mengulang kembali tindakan pijat bayi tersebut di rumah, beberapa ibu mengatakan ada kekhawatiran karena belum pernah melakukan pijat bayi sendiri di rumah namun bisa diyakinkan oleh tim bahwa tindakan tersebut dapat dilakukan dengan santai di rumah sesuai dengan demontrasi yang sudah diajarkan dan leaflet teknik pijat bayi yang sudah dibagikan oleh tim. Kata kunci: pelayanan; kesehatan; manfaat; pijat bayi ABSTRACTThis Community Service aims to provide health information and introduce the benefits of baby massage to mothers who have babies. Baby massage is believed to maintain health, stimulate and optimize baby's growth and development. This service teaches and helps mothers to do the right baby massage to be able to do it independently at home. The target of this activity is mothers who have babies aged 0-12 months. This activity is carried out through three stages, namely planning, implementation and evaluation. The planning stage is carried out by means of a preliminary survey to the location of the service to see the scope of targets and the number of implementation of baby massage. The implementation stage is carried out by providing health information and demonstrating the correct baby massage technique and then recommending the mother to practice it directly with her baby. The evaluation stage is carried out at each stage of massage when accompanying the mother. The results obtained in this service activity are that mothers understand the importance of baby massage, are very enthusiastic and are willing to repeat the baby massage at home, some mothers say they are worried because they have never done baby massage at home but can be convinced by the team that this action can be done relaxed at home according to the demonstration that has been taught and leaflets on baby massage techniques that have been distributed by the team. Keywords: services; health; benefits; baby massage
Gambaran Kualitas Tidur Lansia di Puskesmas Desa Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Tahun 2021 windy ayu lestari Sinulingga; Anita Veronika; Ermawaty Sialagan; Merlina Sinabariba
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Vol : 1 No : 2 (2022) : Periode Juli 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.196 KB) | DOI: 10.47709/healthcaring.v1i2.1353

Abstract

Latar Belakang : Periode lanjut usia (lansia) merupakan suatu periode yang akan dialami semua orang. Periode lansia ditandai dengan adanya penurunan fungsi fisik dan psikologis secara bertahap yang disebut dengan proses penuaan. Pada aspek sosial, selama proses ini seseorang akan mengalami penurunan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Proses penuaan pada umumnya dimulai pada umur 45 tahun dan cenderung menimbulkan gangguan pada umur sekitar 60 tahun dan pada dasar nya akan mempengaruhi kebutuhan tidur lansia. Untuk mengetahui gambaran kualitas tidur lansia di puskesmas desa pasir tengah kecamatan tanah pinem kabupaten dairi . Metode : Desain pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling . yaitu dengan cara pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah ditentukan oleh peneliti . Akan dilakuan pada bulan maret sampai bulan mey 2021 sebanyak 64 orang . Hasil : kualitas baik sebanyak 6 responden (9,4%), terdapat 43 responden (67,2%) yang memiliki kualitas tidur yang buruk dan hal ini disebabkan karna sering terbangun ke kamar kecil dan bangun di tengah malam dan terdapat 15 responden (23,4%) yang memiliki kualitas tidur yang sangat buruk. Simpulan dalam penelitian ini bahwa hal ini disebabkan karena Tingginya angka prevalensi kualitas tidur yang buruk maka diharapkan. Bidan dapat memberikan terapi serta memperbaiki kualitas tidur lansia. Kata kunci : Kualitas tidur, Lansia.
Description of Mother's Knowledge and Attitudes About Dental and Oral Health in Pre-School Children 3-4 Years Old at Bertha Inpatient Primary Clinic in 2023 Krisdayanti Zalukhu; Anita Veronika; Risda Mariana Manik; Bernadetta Ambarita
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2471

Abstract

Dental and oral health is an integral part of overall health that affects a person's quality of life. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers who have preschool children aged 3-4 years at the Bertha Inpatient Primary Clinic in 2023. This research is a descriptive study using a survey method by distributing questionnaires. The sample of this study was 30 respondents from the mother at Bertha Primary Clinic who had preschool children aged 3-4 years, with the sampling technique that was using accidental sampling. Based on the research, it was found that the knowledge of respondents (mothers) regarding children's dental and oral health was in the good category, 14 respondents (46.7%), enough for 13 respondents (43.3.7%), and lacking for 3 respondents (10.0). %). And mother's attitude regarding children's dental and oral health with a positive category of 27 respondents (90.0%) and a negative category of 3 respondents (10.0%). Researchers suggest that mothers who have children increase their sources of information about dental and oral health by building partnerships with health workers or viewing social media. As well as implementing dental and oral hygiene since early childhood.
PEMBERIAN EDUKASI IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN PEMERIKSAAN HB GRATIS DI KLINIK BERTHA Bernadetta Ambarita; Aprilita Br Sitepu; Ermawaty Arisandi; Desriati Sinaga; Anita Veronika; Hetty Gustina Simamora; Risda Mariana Manik; R. Oktaviance.S; Merlina Sinabariba
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.983-986

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan dosen yang ditujukan kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri  Dharma Perguruan Tinggi.. Tujuan Kegiatan ini yakni Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan pemberian edukasi ibu hamil dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dan pemeriksaan HB. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan kepada masyarakat maka ibu hamil dapat memperoleh asuhan kebidanan selama kehamilan dan Sasaran kegiatan Pengabdian masyarakat adalah Ibu Hamil dengan sasaran pemeberian Edukasi ibu hamil dalam pencegahan  Anemia dan pemeriksaan Hb pada ibu hamil di masyarakat di Bertha. Jumlah ibu – ibu hamil yang hadir sebanyak 30 orang ibu hamil, tekhnik kegiatan adalah melakukan pemeriksaan HB secara langsung pada ibu hamil : untuk tujuan praktis maka anemia selama kehamilan dapat didefinisikan sebagai anemia pada ibu hamil disebut ringan apabila kadar hemoglobin ibu 10,9 g/dl sampai 10g/dl,  Anemia sedang kadar hemoglobin ibu 9,9g/dl sampai 7,0g/dl. Anemia berat kadar hemoglobin ibu berada dibawah 7,0g/dl Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan secara bergantian kepada ibu hamil yang sudah hadir di klinik Bertha . Dari 30 orang ibu hamil yang diperiksa HBnya ditemukan ibu hamil tidak mengalami anemia yaitu sejumlah 14 orang dengan presentasi 47%, dan responden paling sedikit yang mengalami anemia sedang sejumlah 7 orang dengan presentasi sebanyak 23%. Hasil pemeriksaan tersebut sudah diketahui ibu dan penanggung jawab klinik dan pemberian edukasi tentang gizi selama kehamilan juga sudah dilakukan