This Author published in this journals
All Journal Jurnal Interprof
Betti Nuraini
Magister Manajemen STIE MURA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA LUBUKLINGGAU Sri Maya; Betti Nuraini
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.713

Abstract

Semangat kerja adalah salah satu isu sentral dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Hal ini telah banyak menarik perhatian Peneliti bidang MSDM untuk melakukan diskusi dan kajian-kajian ilmiah. Membahas masalah semangat kerja perlu diawali dengan memahami pengertian semangat kerja itu sendiri. Pratiwi (2013:8) mengatakan, semangat kerja adalah sikap individu dalam bekerja yang menunjukkan rasa kegairahan, antusias, bertanggung jawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas agar mencapai tujuan organisasi. Pemerintah sebagai otorisasi tertinggi dalam mengelola Negara diharapkan mampu menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Oleh karena itu, upaya perbaikan kualitas pegawainya menjadi sangat penting. Tinggi rendahnya semangat kerja pegawai menjadi salah satu kunci tercapainya cita-cita tersebut. Hasil pengamatan awal tersebut bertolak belakang dengan berita, opini, hasil penelitian atau sejenisnya yang berkembang di kalangan masyarakat luas yang mengatakan : Pegawai yang bekerja di Instansi Pemerintahan kental dengan nuansa mangkir, datang terlambat, acuh tak acuh terhadap pekerjaannya dan lain sebagainya. Potret buram kinerja dan perilaku pegawai di Instansi Pemerintah ini diperparah lagi dengan semakin meningkatnya pelanggaran etika, disiplin dan pelanggaran hukum/ pidana yang terjadi di tengah masyarakat. Sering terdengar di media cetak dan elektronik di mana ada oknum pegawai di Instansi Pemerintah yang tertangkap tengah “mangkir”/ “mbolos” kerja, oknum pegawai Instansi Pemerintah yang ketahuan tengah melakukan perselingkuhan sesama. Proses pembinaan semangat kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau sudah terbilang baik, akan tetapi masih perlu ditingkatkan lagi usaha untuk meningkatkan semangat kerja. Strategi peningkatan semangat kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau telah terlaksana, akan tetapi masih perlu usaha agar pegawai merasa bersemangat dalam bekerja. Kualifikasi semangat kerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau terbilang baik, akan tetapi masih perlu pelengkapan fasilitas (sarana dan prsarana) yang masih kurang
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DIKLAT TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KLAS IIA KABUPATEN MUSI RAWAS Bobbi Kusbeini; Abdullah Hehamahua; Betti Nuraini
Jurnal Interprof Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v3i1.716

Abstract

The purpose of this study to find how the influence of Organizational Culture and Training on Employee Performance in Class Iark Drug Prison Class IIA Musi Rawas District. From the calculation of coefficient of determination obtained the value of R is 0.701. This means a positive relationship between the Culture of Organisasi and Diklat on Employee Performance in Class Iark Drug Prison Class IIA Musi Rawas Regency is very strong, If Organizational Culture and TrainingIncreased then Performance of employees also increases. Then from the calculation of the coefficient of determination (R2) of 0.491. Means that the magnitude of the influence of Culture Oraganisasi and Diklat on Employee Performance in Prison Class IIA Narcotics District Musi Rawas equal to 0.491 or 49.1%, while the remaining 50.9%. Influenced other variables that are not included in this study such as variable motivation, supervision and so on. Simultaneously organizational culture and dilat effect on performance. The results of this study may be used by subsequent researchers, as research materials in the field of science of organizational behavior or similar science.