Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) ISMI CHAIRUNISA; RADEN BAYU INDRADI
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.423 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22221

Abstract

Alga adalah salah satu sumber tanaman bioaktif. Alga termasuk kelompok tumbuhan berklorofil yang memproduksi metabolit, salah satu spesiesnya dalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii atau lebih dikenal dengan alga merah merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Solieracea yang dapat di temukan tumbuh di perairan dangkal. Di wilayah Indo-Pasifik, mulai dari Afrika Timur hingga ke Guam menjadi tempat tersebarnya Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii memiliki kandungan senyawa bioaktif sebagai metabolit sekunder salah satunya sebagai aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri pada tanaman Eucheuma cottonii dapat ditentukan dari diameter zona hambat yang dihasilkan terhadap beberapa bakteri uji antara lain Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera, Vibrio parahaemolytichs, Vibrio alginotycus dan Vibrio charcariae.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI TANAMAN GENUS DYSOXYLUM MUHAMAD NADIVA MARDIANA; RADEN BAYU INDRADI
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.793 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22084

Abstract

Tanaman obat telah menjadi alternatif pengobatan pada masyarakat lokal untuk beberapa penyakit. Banyaknya resistensi mikroba terhadap obat kimia yang meningkat memunculkan beberapa penelitian untuk beralih ke obat herbal yang memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat kimia. Tanaman dari genus Dysoxylum sangat tersebar luas di benua Asia, dan ada kurang kebih 80 spesies yang sudah diuji, dan masih ada banyak spesies tanaman genus ini yang belum diuji aktivitas farmakologinya. Berdasarkan kebutuhan yang ada, pengkajian terhadap tanaman-tanaman genus Dysoxylum perlu dilakukan agar dapat memberikan manfaat secara menyeluruh terhadap pengembangan obat herbal. Dari hasil ulasan diperoleh beberapa tanaman genus ini, didapat hasil aktivitasnya yang berupa sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7, antiinflamasi, antibakteri, antifidan, antiplasmodium, antioksidan, sitoprotektif dan penghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang berasal dari tanaman Dysoxylum aborescens, Dysoxylum parasiticum, Dysoxylum lukii, Dysoxylum alliaceum, Dysoxylum hainanense, Dysoxylum caulostachyum, Dysoxylum gothadora, Dysoxylum binectariferum, Dysoxylum cauliflorum, Dysoxylum densiflorum.Kata kunci: tanaman obat, Dysoxylum, aktivitas farmakologi