Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI SEKSUALITAS SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS GUNUNG INTAN KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Sekar Handayani; Eli Rahmawati; Devi Agustria
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 6 No 2 (2021): Mahakam Midwifery Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v6i2.174

Abstract

Abstract During pregnancy, the pregnant women usually feel discomfort and less pleasure during sexual intercourse during pregnancy. The method used is a qualitative research, using a descriptive phenomenological approach. We use the population of married couples as a participants and informants, with the condition of the wife being pregnant in the working area of the UPT. Gunung Intan Health Center, Babulu District, North Penajam Paser Regency. The sampling technique used is judgment sampling (purposive sampling). The results showed that the husband's sexual function did not have a significant effect when the couple was pregnant, while the wife experienced sexual dysfunction during pregnancy. The husband's sexual function does not change when the couple is pregnant, while the wife experiences sexual dysfunction during pregnancy, i.e. the mother rarely has the desire to have sexual intercourse and often the mother refuses to do it, and the mother rarely climaxes and there are even mothers who never climax. during sexual intercourse during pregnancy. Keywords: sexual function, husband and wife couple, pregnancy Abstrak Selama masa kehamilan ketidaknyamanan dan kurang nikmat saat berhubungan seksual umumnya sering terjadi. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi adalah pasangan suami istri, dengan kondisi istri sedang dalam masa kehamilan yang berada di wilayah kerja UPT. Puskesmas Gunung Intan Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara. Teknik pengambilan sampel dengan judgement sampling (purposive sampling). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa fungsi seksual pada suami tidak memiliki pengaruh yang signifikan saat pasangan hamil, sedangkan pada istri mengalami disfungsi seksual selama masa kehamilan. Fungsi seksual pada suami tidak mengalami perubahan saat pasangan hamil, sedangkan pada istri mengalami disfungsi seksual selama masa kehamilan yaitu ibu jarang memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seksual bahkan sering kali ibu menolak melakukannya, dan ibu jarang terjadi klimaks bahkan ada ibu yang tidak pernah klimaks saat berhubungan seksual selama kehamilan. Kata kunci : Fungsi seksual, suami istri, kehamilan
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR SINDROM METABOLIK PADA REMAJA PUTRI DI KAMPUS C PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2025 Novi Pasiriani; Ni Nyoman Murti; Sekar Handayani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke. Prevalensinya meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup, termasuk pada remaja. Remaja adalah fase transisi dari masa anak menjadi masa dewasa. Masa remaja merupakan fase kritis dimana terjadi beberapa perubahan, seperti perubahan fisik, perkembangan otak, maturasi organ seksual, dan perkembangan psikososial yang mempengaruhi perilaku terkait kesehatan. Oleh karena itu, remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan, salah satunya adalah penyakit sindrom metabolik. Perilaku hidup sehat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan. Perilaku hidup sehat merupakan perilaku yang bertanggungjawab terhadap Kesehatan yang meliput tindakan atau perilaku untuk meningkatkan Kesehatan seperti aktifitas fisik (olahraga) secara teratur dan cukup, perilaku mengkonsumsi makan bernutrisi, pertumbuhan spiritual, hubungan interpersonal dan manajemen stress. Pencegahan sejak dini melalui edukasi dan deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kejadian sindrom metabolik. Hipertensi, Obesitas dan Diabetes melitus (DM) merupakan beberapa penyakit metabolik yang prevalensinya terus meningkat secara signifikan di Indonesia. Prevalensi penyakit sindrom metabolik sebanyak 9.633 jiwa dan yang mendapat pelayanan kesehatan hanya (56,3%). Tujuan Pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan pelayanan sasaran mitra tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Sindrom Metabolik) melalui diKampus Prodi D-III Kebidanan Balikpapan Upaya Kesehatan Remaja Putri melalu Program PIKR/M di Prodi D-III Kebidanan Balikpapan. Metode dan Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan dan pengendalian PTM dengan tema” Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular“ Sindrom Metabolik Pada Remaja Putri di Kampus C Program Studi D-III Kebidanan Balikpapan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Tahun 2025. Pelaksanaan pengabmas dilakukan sebagai solusi untuk mencapai remaja putri yang sehat di Kampus D-III Kebidanan Balikpapan melalui Program kemahasiswaan PIKR/M (Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja/Mahasiswa Delima Merona”dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) koordinasi dengan pengelola Prodi D-III Kebidanan Balikpapan; (2) identifikasi dan seleksi peserta; (3) pre-test untuk mengukur pengetahuan awal; (4) edukasi melalui ceramah interaktif dan demonstrasi; (5) melakukan pemeriksaan GDS, BB/TB, IMT, Lingkar perut, tekanan darah; (6) post-test; (7) penyampaian hasil skrining dan edukasi pengetahuan tentang pencegahan sindrom metabolik dengan mengatur gaya hidup (pola makan, pola istirahat/manajemen stres remaja, olahraga; (8) pelatihan penyuluhan dan pendampingan dan monitoring; serta (9) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terbentuknya program PIKR/M untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswi atau remaja putri di Kampus D-III Kebidanan Balikpapan untuk screening PTM Sindrom Metabolik khususnya hipertensi dan diabetes mellitus, dan obesitas. Peningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran mitra tentang skrining kesehatan PTM Sindrom Metabolik pada remaja putri dan deteksi dini faktor risiko PTM Sindrom Metabolik sampai 100%. Meningkatkan keterampilan Luaran wajib yang telah di capai Manuskrip publikasi yang akan disubmmit di jurnal pengabdian masyarakat” Sinta5, 1 buah video kegiatan yang telah di publikasi pada link youtube https://youtu.be/hOx1mWi1vSI?feature=shared. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membuat komitmen dengan Prodi D-III Kebidanan terkait untuk bertanggungjawab dalam menjaga keberlanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan Berita acara penerimaan investasi alat–alat laboratorium cek gula darah dan tensimeter.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN ANEMIA TERHADAP DYSMENORHEA PADA MAHASISWA TK III PRODI DIII KEBIDANAN BALIKPAPAN POLTEKKES KEMENKES KALTIM DAMAI NOVIASARI; SEKAR HANDAYANI; INDA CORNIAWATI; ERNANI SETYAWATI; ENDAH WIJAYANTI; NOVI PASIRIANI; ELI RAHMAWATI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i1.9033

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi merupakan perubahan fisiologis pada wanita yang terjadi secara berkala serta dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Beberapa remaja mengalami permasalahan dalam menstruasi diantaranya adalah dysmenorrhea. Berdasarkan riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2013, anemia pada remaja yang memiliki aktifitas tinggi dapat mempengaruhi masa haid remaja yaitu Dysmenorhea. Kondisi dysmenorrhea bertambah parah apabila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil seperti stres, depresi, cemas serta dalam keadaan sedih atau gembira yang berlebihan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat stress dan anemia terhadap Dysmenorhea. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analisis korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 orang. Teknik sampel menggunakan Teknik total sampling. Tingkat Stres dan Anemia merupakan variabel independen, sedangkan Dysmenorhea merupakan variabel dependen. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi sedangkan analisa bivariat menggunakan uji Spearman RankHasil dan Pembahasan: Hasil uji Spearman Rank untuk variabel Tingkat stress dan Dysmenorhea menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0.643. Uji korelasi antara Anemia dan Dysmenorhea menunjukkan hasil signifikansi p value < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,510. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Tingkat Stress dengan terjadinya Dysmenorhea dan terdapat hubungan pula antara Anemia dan Dysmenorhea.