Hanna Djumhana Bastaman
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikologi dan Seni : Sebuah Perjumpaan Hanna Djumhana Bastaman
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 1 (1996)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tulisan ini bermaksud mencari titik temu  antara dunia seni dan disiplin psiko/ogi. Secara umum tuhsan ini berusaha mengungkapkan bagaimana seni menggambarkan perifaku danpengalaman manusia dan bagaimana psiko/ogi meninjau hakikat seni dan karya-karya seni. Bagi psiko/ogi, seni, kreasi seni, dan pertunjukan seni sebagai ungkapan nilai-ni/ai danrasa estetika (1)  dapat dijadikan bahan telaah psikologi dan (2) dapat dipakai sebagai safah satu  sumber pengembangan hidup  bermakna dan  kesehatan jiwa.  5ebaliknya,  bagi pengembangan seni,  psikologi dapat dimanfaatkan berlcenaan dengan (1) proses kreatif dalam pencip­ taan  karya seni, (2) upaya menganalisis karakter tokoh-tokoh cerita, (3) pemahaman dan  pengembangan pribadi seniman,  dan  (4) upayamemahami karakteristik perilaku penonton.
Adakah Harapan Di Tanah Tipih Harapan? Mengenang Viktor Frankl Pendiri Logoterapi (1904-1997) Hanna Djumhana Bastaman
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 5 (1998)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol3.iss5.art2

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengungkap kembali pandangan-pandangan Viktor E. Frankl yang rneninggal akhir 1997 lalu. Frankl, berdasarkan pengalamannya sebagai mantan penghuni kom­ konsentrasi, melihat bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk mengambil sikap terhadap penderitaan clan peristiwa-peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi. Jika seseorang tidak mungkin mengubah suatukeadaan, maka ia dapat mengubah sikap atas keadaan itu, agar tidakterhanyut secara negatif oleh keadaan itu.  Kata kunci: logoterapi, kejadian tragis, makna hidup.