Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Religiusitas Dan Religiusitas Dalam Mencari Bantuan Psikologis Pada Mahasiswa Di Semarang Diany Ufieta Syafitri; Laily Rahmah
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 7 No 2 (2021): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v7i2.8599

Abstract

Mental health problems are increasingly prevalent in Indonesia, but many people are still reluctant to seek professional psychological help. Religiosity is considered as one of the factors that can influence one's preference for seeking psychological help, especially in Indonesian society, specifically in the city of Semarang, Central Java, which the life of society closely related to the value of religiosity. Therefore this study aimed to see the contribution of religiosity and religious coping in influencing the search for psychological help. This research was conducted at two universities, one state university and one Islamic private university which were determined through random sampling. Data collection was carried out online and offline with the Indonesian Islamic Psychological Measure of Islamic Psychology (I-PMIR), Islamic Religious Coping Scale (RCOPE), Attitude Towards Seeking Psychological Help (ATSPH), and Mental Health Seeking Help Intentions Scale (MHSIS) and obtained a total of 731 respondents. Multiple regression analysis showed that attitude was the strongest predictor of intention to seek psychological help (B= 0,556, p<0,01), followed by religious coping (B= 0,08, p<0,01), while religiosity was not a significant predictor. Further analysis showed the unique contribution of religious coping aspects towards the intention of seeking psychological help with F (5, 725) = 8,721, p<0,01, R 0,238. There were also differences in the contribution of religiosity and religious coping to the intention of seeking psychological help based on the background of the respondent (state or private Islamic university) which discussed further in the article.
Pelatihan Konselor Sebaya Daring Untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Siswa di SMA Islam XY Semarang Diany Ufieta Syafitri; Laily Rahmah
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.62299

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan terjadi masalah psikologis karena merupakan masa yang penuh perubahan. Literasi kesehatan mental yang rendah juga membuat para remaja terhambat dalam mengenali masalah psikologis yang dirasakan dan mencari bantuan yang tepat. Layanan psikologis di sekolah seringkali kurang maksimal karena keterbatasan sumber daya yang ada. Oleh karena itu perlu dibentuk konselor sebaya untuk memaksimalkan layanan psikologis di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan konselor sebaya daring terhadap peningkatan literasi kesehatan mental pada siswa di SMA Islam XY Semarang. Pada pelatihan ini peserta diberi materi literasi kesehatan mental, yakni tentang mengenali berbagai masalah kesehatan mental, berbagai pilihan bantuan psikologis yang tersedia, dan keterampilan sederhana untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini menggunakansampling purposif di mana terdapat 16 siswa dari kelas XI-XII yang dipilih berdasarkan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain kuasi eksperimen satu kelompok dengan pre dan postes. Sebelum dan setelah pelatihan, partisipan diberi skala literasi kesehatan mental dengan reliabilitas 0,747. Analisis yang dilakukan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan setelah pelatihan terdapat perbedaan pengetahuan (t=-3,162; p=0,006). Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan konselor sebaya daring dapat meningkatkan literasi kesehatan mental partisipan
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Stres Kerja pada Karyawan PT PLN (Persero) ULP Pringgabaya Pasca Pemekaran Wilayah Kerja L Mohamad Iskandar Zulkarnaen; Laily Rahmah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8074

Abstract

Perluasan area kerja dapat meningkatkan tuntutan dan tekanan yang dihadapi pekerja, khususnya pada unit layanan pelanggan. Kondisi tersebut menjadikan kemampuan mengelola stres penting untuk diperhatikan, salah satunya melalui kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan stres kerja karyawan serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan strategi korelasional. Data dikumpulkan dari 64 karyawan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur kecerdasan emosional dan stres kerja. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi meskipun menghadapi tekanan kerja pada tingkat ringan hingga sedang. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan secara statistik antara kecerdasan emosional dan stres kerja, dengan nilai r = -0,639 dan p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional karyawan, semakin rendah tingkat stres kerja yang dirasakan. Dengan demikian, kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam membantu karyawan menghadapi tuntutan dan tekanan pekerjaan. Berdasarkan temuan tersebut, karyawan membutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi untuk mengelola stres kerja secara efektif serta mempertahankan kinerja yang konsisten meskipun menghadapi perubahan eksternal. Pengembangan kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi perlu diperhatikan sebagai salah satu upaya untuk membantu karyawan menghadapi stres kerja secara adaptif dan menjaga kinerja dalam lingkungan kerja yang dinamis.