Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Buhuts (e-journal)

Empirical Study Of The Relationship Between Leadership and Organizational Citizenship Behavior: A Literature Review Muhdar Muhdar
Al-Buhuts Vol. 14 No. 01 (2018): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.745 KB) | DOI: 10.30603/ab.v14i01.414

Abstract

Banyak yang telah menulis teori kepemimpinan dan organizational citizenship behavior, bahkan mencoba menghubungkan antara keduanya dalam bentuk penelitian empiris. Hal ini menandakan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kepemimpinan dan organizational citizenship behavior terus berkembang hingga saat ini. Dalam lingkungan yang kompetitif yang tinggi saat ini, di mana organisasi mencari orang-orang yang dapat membantu mereka dalam mencapai keunggulan kompetitif, orang-orang yang berperilaku OCB dapat membantu mereka. OCB penting bagi fungsi efektif dari sebuah organisasi karena tujuan utamanya adalah untuk membuat semua karyawan bekerja untuk mencapai tujuan organisasi dari menyelesaikan tugas-tugas mereka. Hal ini didefinisikan sebagai perilaku individu yang diskresioner. Diskresioner artinya perilaku individu yang bukan hanya melaksanakan perannya (in-role) tetapi juga diluar perannya (extra-role). Karena itu, perlu penerapan kepemimpinan yang efektif untuk memfungsikan OCB. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan mendokumentasikan beberapa penelitian empiris hubungan antara kepemimpinan dengan organizational citizenship behavior. Dengan metode penulisan kajian literatur dari beberapa penelitian empirik ditemukan pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan terhadap organizational citizenship behavior. Gaya kepemimpinan seperti transformasional, transaksional, kharismatik, otoritas, etis dan melayani secara signifikan berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior. Namun kepemimpinan trasformsional dan melayani tidak semua peneliti menemukan hasil yang sama. Hasil ini mengindikasikan semakin efektif kepemimpinan oleh pemimpin maka semakin baik OCB karyawan, akibatnya efektivitas dan produktivitas organisasi juga lebih baik.
Keadilan Ekonomi di Tinjauan Kesempatan Kerja dan Pengangguran Muhdar Muhdar
Al-Buhuts Vol. 12 No. 1 (2016): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.815 KB)

Abstract

The economic fairness a country happen, if the needs of all citizens are met. However, that requirement would be difficult to achieve if unemployment is still going on. Unemployment can be a devastating impact on the economy as well as individuals and society that should be addressed in accordance with the types of unemployment such as the type of frictional unemployment, structural,and cyclical. To overcome this problem, first, the government needs to implement fiscal policy by adjusting spending and taxes by the government with the aim to boost aggregate demand so that domestic output and employment increased. Second, the government needs to implement monetary policy by increasing the money supply to lower interest rates and increase the aggregate demand for products and services produced. Besides, it also provides enough jobs to all existing labor force; increase the availability of job information and qualifications needed working world; to provide guidance to the labor force; balancing rules on employment opportunities; avoid discriminatory the use of labor and promotion of based on race or gender; designing of training program to improve the skills and work experience for unemployed the labor force is structurally; the government directly of hired and trained unemployed in the long term structural; provides wage subsidies or tax reductions directly; pay directly or cut taxes to be paid companies that employ groups particularly unfavorable. Wisdom from the supply side; deliberate action by the government to increase the supply of labor, savings and investments to reduce the cost of producing goods and services that aggregate supply curve moves to right. The government directly employing people who are not able to get a job.
Perekonomian Nasional Dan Internasional Dalam Kerangka Agregat Demand Dan Supply (Perspektif Teori) Muhdar Muhdar
Al-Buhuts Vol. 14 No. 02 (2018): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.307 KB) | DOI: 10.30603/ab.v14i02.888

Abstract

Teori permintaan agregat (AD) dan penawaran agregat (AS) dalam perekonomian nasional dan internasional pada suatu Negara adalah suatu metode atau cara analisis untuk menyediakan dan menggambarkan hubungan ekonomi makro dan pengaruh perubahan kebijakan pemerintah. Keynes menjelaskan bahwa volume kesempatan kerja dan pendapatan nasional ditentukan oleh keseimbangan antara Agregat Demand (AD) dan Agregat Supply (AS). Jika AD lebih besar dari AS maka ada rangsangan bagi para produsen memperbesar produksinya pada volume kesempatan kerja yang lebih tinggi yang menghasilkan pendapatan nasional yang lebih tinggi. Jika AD lebih besar dari AS maka produsen akan menurunkan produksinya sehingga volume kesempatan kerja dan pendapatan nasional menurun. Pada saat AD sama dengan AS terjadi keseimbangan dan keseimbangan tersebut belum tentu berada pada volume kesempatan kerja penuh. AD pada tingkat keseimbangan itu dinamakan efektif demand. Dalam perspektif permintaan aggregat, terdapat dua komponen yang berhubungan dengan perdagangan internasional yaitu: Ekspor barang/jasa dan Impor barang/jasa. Dalam perspektif teori perekonomian internasional keberadaan teori klasik dan modern sebagai basis dari teori perekonomian internasional mengalami pergeseran paradigma yaitu teori klasik disarkan paradigma negara, yang kemudian bergeser ke teori modern yang di dasarkan paradigma perusahaan. Karena itu, Teori keynes, teori perekonomian internasional baik teori klasik maupun modern berupaya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat suatu negara, maka komponen seperti konsumsi, investasi modal, pengeluaran, ekspor dan impor termasuk produksi menjadi penting untuk diperhatikan.