Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendekatan struktural yang dinilai fundamental dan tidak mau menerima aspek-aspek yang mempengaruhi terbentuknya hasil tulisan yang utuh. Kelemahan pendekatan tersebut dapat ditinjau dari pengkajian beberapa aspek yang membangun karya sastra, salah satunya ialah tokoh. Pengkajian tokoh menggunakan pendekatan struktural mempunyai kelemahan karena hanya dapat mengkaji satu sisi kehidupannya saja. Kenyataannya, setiap manusia mempunyai dua sisi kehidupan. Sisi yang pertama ialah sisi baik dan yang kedua ialah sisi buruk. Oleh karena itu, muncullah teori dekonstruksi sastra. Pendekatan dekonstruksi muncul untuk mengkaji makna tersembunyi di balik penangkapan struktural. Sumber data yang telah dianalisis menggunakan pendekatan dekonstruksi ialah novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan dekonstruksi tokoh kompleks Franklin Clarke pada novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie dan (2) menyusun materi ajar sastra di SMA menggunakan dekonstruksi tokoh kompleks Franklin Clarke dalam novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan data berupa dialog, narasi berupa kalimat, dan paragraf yang mengandung dekonstruksi karakter tokoh Franklin Clarke. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah metode studi pustaka dengan teknik kartu data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang dekonstruksi tokoh kompleks yang tersembunyi di dalam teks. Hasil tersebut kemudian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar supaya dapat dipelajari oleh siswa SMA, terutama kelas XII pada KD 3.9 dan 4.9.Kata Kunci: dekonstruksi, tokoh kompleks, Pembunuhan ABC, Agatha Christie, materi pembelajaran sastra di SMA.